Tak bisa dipungkiri kalau Marvel Cinematic Universe telah menjadi salah satu seri film terpopuler dan terbesar di dunia. Akan tetapi ada satu negara yang seringnya beda sendiri, dimana walau film MCU lumayan sukes, tapi tidak mendominasi, yaitu di box office Jepang. Seperti film klimax MCU, Avengers Infinity War dan Endgame, yang dikalahkan oleh film Detective Conan dan Detective Pikachu. Kenapa bisa begitu? Adakah alasannya?

Menurut Uno Koremasa, ADA kemungkinan penyebab terjadinya hal tersebut. Uno adalah seorang jurnalis film dan juga fans film Marvel. Dan ia menjelaskan teori yang menurutnya menjadi penyebab film superhero macam Marvel tak begitu mendominasi di Jepang, saat ia ditanya oleh website Jepang Business+IT baru-baru ini.

Uno mengatakan kalau bentuk film superhero Amerika mendapatkan pengaruh dari mitologi Yunani dan kisah Shakespeare. Dan dalam sebagian besar cerita macam itu, memiliki karakter protagonis yang merupakan orang dewasa.

Akan tetapi jika melihat kisah-kisah Hero di Jepang, mayoritas protagonisnya justru bukanlah orang dewasa, melainkan anak-anak atau remaja, dan orang-orang Jepang jadi lebih terbiasa akan struktur tersebut untuk kisah superhero.

Uno memberikan list contohnya, dari anime Gundam pertama dengan Amuro Ray, Shinji dalam anime Evangelion, dan Goku dalam Dragon Ball, begitu juga seri yang mengalahkan Avengers di bioskop Jepang, Detective Conan yang berwujud anak tapi aslinya adalah seorang remaja.

Uno lanjut menjelaskan, kalau orang-orang muda di Amerika dan Eropa sering berpikir untuk ingin cepat tumbuh dewasa, tapi orang muda di Jepang ingin menjadi anak-anak selamanya. Dan film superhero untuk anak-anak merefleksikan hal tersebut, dan ini bisa jadi penjelasan perbedaan selera antara penonton Jepang dan Amerika.

Uno kemudian mengatakan kalau untuk superhero Marvel Spider-Man sangat populer di Jepang, dan menurutnya itu karena Peter Parker adalah karakter superhero yang umurnya masih remaja, membuat penonton Jepang lebih mudah menerimanya dalam konsep superhero mereka.

Teori yang memang menarik dan beralasan. Spider-Man memang terbukti populer di Jepang, dengan dibuatnya manga Spiderman dan juga seri live-action tokusatsu karakter tersebut yang kemudian jadi salah satu inspirasi acara tokusatsu lain macam Super Sentai.