Siapa sih yang tidak ingin pergi ke Jepang? Untuk bisa jalan-jalan selama beberapa hari saja rasanya menakjubkan, apalagi bisa menetap dan menimba ilmu di sana. Nah, dengan beberapa keyword kata kunci dan sumber terpercaya, saya akan mengulas 5 beasiswa ke Jepang yang ada. Minna-san semua harus baca, siapa tahu nasib baik menunggu Minna-san di Negeri Bunga Sakura tersebut.

Check it out! 🙂

  1. Beasiswa Dikti

Beasiswa Dikti adalah beasiswa ke Jepang yang mendapat peringkat pertama dalam daftar ini. Beasiswa yang paling banyak diminati oleh orang Indonesia untuk mendapat biaya belajar ke Jepang itu diperuntukkan khusus bagi dosen dan pengajar. Namun tidak hanya bagi para guru saja, Dikti ternyata membuka lowongan bagi siapapun selain para pengajar untuk bersaing dalam mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri tersebut. Luar negeri? Ya, luar negeri. Dikti membiayai banyak pelajar untuk bisa belajar selain di Negeri Matahari Terbit saja, seperti Amerika Serikat, Kanada, bahkan Australia.

Di dalam keterangan Dikti, bukan cuma bayaran sekolah yang ditunjang, tapi ternyata biaya hidup selama di sana dijamin juga. Seperti sewa rumah kos, makan-minum, kepentingan tugas sekolah, dan keperluan lainnya. Enak banget ya, Minna-san? Tidak perlu merepotkan orang tua lagi, hanya cukup mengelola pengeluaran dengan sangat baik, kita dapat hidup nyaman dan tenteram.

Namun, mengenai beasiswa yang ditawarkan Dikti untuk ke Jepang hanya tersedia dua paket saja, yaitu paket S2 dan S3. Tapi mungkin ada kebijakan lain dari Dikti bagi kalian yang ingin mengambil S1. Silahkan kunjungi situs resminya untuk tahu cara mengikuti beasiswa dari Dikti dan tesnya, atau sekadar mencari soal jenjang pendidikan yang ditawarkan oleh Dikti. Siapa tahu kepilih dan lolos tes, kan lumayan, bisa setiap hari jalan-jalan di Jepang. Berikut adalah situs resminya .

  1. Beasiswa Monbukagakusho

Beasiswa Monbukagakusho atau MEXT adalah beasiswa yang ditawarkan langsung oleh pemeritah Jepang sendiri pada pelajar luar Jepang untuk menimba di negerinya. Bukan cuma jenjang pendidikannya saja yang beragam, namun Beasiswa Monbukagakusho juga akan membiayai hidup para pelajar selain bayaran sekolah inti. Jadi, selama studi di Jepang kalian tidak usah takut mati kelaparan deh. Karena jumlah uang yang diusung juga lumayan mencukupi dan bisa dibilang menggiurkan. Bahkan, beasiswa dari Negeri Bunga Sakura ini tidak mensyaratkan adanya ikatan atau perjanjian yang aneh-aneh seperti kontrak dinas kerja di Jepang atau yang lainnya, selepas kita menyelesaikan studi di Jepang tersebut. Intinya, kita bisa bebas memilih mau kemana setelah lulus dari hasil beasiswa tersebut, terserah mau masuk kerja apapun dan di mana pun, Monbukagakusho hanya membantu kita menyelesaikan cita-cita kita berkuliah.

Tapi, -ada tapinya nih- proses seleksi dari Beasiswa Monbukagakusho ternyata lumayan sulit dan juga cukup ketat. Hal itu disebabkan karena fasilitas yang akan didapat memang terjamin dan tidak membatasi kita semua untuk berkarir setelah menyelesaikan studi. Hebat bukan? Untuk informasi lebih lanjut, Minna-san bisa lihat disini.

Beasiswa Monbukagakusho yg byk menerbangkan pljr

  1. Beasiswa ADB & JSP (Asian Development Bank & Japan Scholarship Program)

Beasiswa ini juga merupakan beasiswa dari pemerintah Jepang untuk para pelajar dari wilayah Asia setelah Monbukagakusho. Jenjang yang ditawarkan antara lain jenjang S2 dan S3 dengan fasilitas pembiayaan yang penuh termasuk biaya transportasi, biaya hidup dan juga berbagai kebutuhan untuk melakukan tugas riset.

Untuk jurusan yang diusung, Minna-san akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa di beberapa bidang, termasuk ekonomi dan juga teknologi. Mengenai informasi lebih lanjut, Minna-san dapat membuka tautan berikut ini.

  1. BEASISWA MITSUI – BUSSAN

Nah, kali ini ada beasiswa untuk para pelajar tingkat SMA. Siapa saja yang berminat bisa mengikuti operasional dan tes yang ada untuk mendapat beasiswa dari Mitsu-Bussan.

Para siswa dan siswi yang tertarik dapat mengikuti lowongan beasiswa pada bulan maret, karena Mitsui-Bussan hanya membuka lamaran setiap bulan maret pertahunnya.

Beasiswa Mitsui-Bussan sendiri dibiayai oleh Pemerintah Jepang sendiri secara langsung yang menawarkan biaya selama 5.5 tahun, mulai dari 1.5 tahun sekolah bahasa ditambah 4 tahun di jenjang S1. Para peraih beasiswa dari Mitsui – Bussan akan diberangkatkan pada bulan April satu tahun setelahnya.

Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai syarat dan ketentuan beasiswa Mitsui – Bussan, Minna-san dapat melihatnya melalui link ini.

  1. Beasiswa Dari Panasonic

Kali ini produsen raksasa elektronik di dunia menawarkan beasiswa untuk para pelajar, yakni perusahaan Panasonic. Dengan berbekal produk-produknya yang telah melanglang buana, Panasonic ingin berbagi sedikit keuntungan pada konsumen masyarakat luas, termasuk Indonesia.

Bersama beasiswa yang dicanangkan Panasonic, kita bisa mendapat paket S2 di Jepang. Beberapa jurusan kuliah untuk jenjang S2 yang disodorkan produsen barang elektronik ini adalah Matematika, Natura Science, serta Engineering.

Panasonic mengusung jumlah pembiayaan yang cukup besar lho, Minna-san, bagi setiap mahasiswanya yang telah meraih beasiswa dari Panasonic. Hanya saja, ada aturan bahwa batas waktu studi ditentukan cuma selama 3 tahun saja, termasuk 1 tahun sebagai tahun penelitian bagi para mahasiswa tingkat S2. Untuk informasi lebih lengkap, kalian dapat mengunjungi situs officialnya disini.

Itulah 5 beasiswa yang dapat membuat kita semua terbang ke Jepang. Berniat mengikuti salah satunya? Siapa tahu dewi fortuna sedang memihak dan berbekal keberuntung kecil tersebut kita dapat benar-benar terbang ke Jepang, menimba ilmu di sana. Dengan begitu kesuksesan begitu mudah diraih. Semangat terus bagi Akiba-chan dan Akiba-kei yang berencana melanjutkan study ke negeri sakura 😀

SHARE
Previous articleMengenal Lebih Dekat Sejarah Kabuki
Next articleGo_Anilo 2nd Gath ( Reunion ) Event Jepang Pertama dan Satu-satunya di Kota Gombong Hadir Kembali
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.