Bulan desember telah datang. Selama beberapa minggu menjelang akhir tahun, dihampir seluruh toko di Jepang tampak berkilau dan menyenangkan. Berhiaskan replika butiran salju, kaos kaki dengan pangkal berbulu putih halus, dan pohon cemara yang terbuat dari bahan plastik polymer tertata rapi dari mulai teras, etalase hingga seluruh isi toko. Tampak begitu menawan.

Tepat tanggal 25 Desember nanti seluruh umat kristiani diseluruh penjuru dunia merayakan hari istimewa yaitu Natal. Salah satunya di Jepang. Dikarenakan kaum kristiani merupakan kaum minoritas, perayaan natal di Jepang tidak semeriah perayaan tahun baru yang biasa mereka rayakan disetiap penghujung taunnya. Walaupun perayaan natal tidak semeriah perayaan tahun baru tetapi masyarakat Jepang tetap merayakannya secara sederhana dan bermakna.

Bentuknya Santa di dongeng jepang jaman dahulu
Hoteiosho, bentuknya Santa di dongeng jepang jaman dahulu

Menurut sejarah, kebiasaan merayakan natal kali pertama di Jepang adalah pada tahun 1552 yang dibawa oleh seorang misionaris Jesuit di Prefektur Yamaguchi, tetapi sebagian masyarakat meyakini bahwa budaya merayakan natal di Jepang sudah ada sejak tahun 1549 ketika Saint Francis Xavier datang ke Jepang. Awalnya agama kristiani sempat dilarang keberadaanya pada tahun 1612 sehingga membuat Kakure Kirishitan atau sekelompok masyarakat pemeluk agama kristiani di Jepang rela beribadah secara sembunyi-sembunyi selamat +250 tahun lamanya.

Kebiasaan natal yang mereka lakukan secara turun temurun adalah menikmati makan malam daging ayam kalkun bersama keluarga besar, tukar menukar kado dengan teman maupun kerabat, Berkencan karena bagi mereka jalan bersama sambil bergandengan tangan pada malam natal diyakini sebagai malam teromantis yang cocok untuk berkencan dimana lampu-lampu bertema natal menghiasi dihampir sudut kota ditemani dengan salju yang turun dengan indahnya dan Kran (rangkaian bunga) yang tergantung di depan pintu rumah sebagai simbol keberuntungan.

japansanta (5)

natal bisa jadi moment istimewa bagi pasangan
natal bisa jadi moment istimewa bagi pasangan

Selain menjual pernak pernik dan beberapa ornamen lainnya, kebiasaan natal juga berpengaruh pada karakter anime. Karena adanya momen natal biasanya karakter anime yang dijual akan muncul dengan memakai atribut khas natal juga seperti Doraemon yang menggunakan kostum santa. Tak hanya anime, perayaan natal yang unik juga terdapat pada kreasi pohon natal mereka. Ada pohon natal yang sengaja dibentuk menyerupai Gobzilla dan bahkan ada pula yang terbuat dari Sushi. Namun, ada yang lebih unik dalam perayaan natal di Jepang yakni adanya keyakinan tentang adanya keberadaan Tuhan atau Pendeta yang disebutHoteiosho” (ほていおしょ) atau Sinterklas versi Jepang. Hoteiosho digambarkan sebagai pria tua baik hati dengan memanggul karung besar berisi hadiah untuk anak-anak. Agar anak-anak dapat berjumpa dan mendapat hadiah dari Hoteiosho, maka syaratnya adalah tetaplah bersikap ramah dan menjadi anak yang baik untuk keluarga maupun orang-orang disekitarnya.

Terlepas dari meriah atau tidak meriahnya sebuah perayaan natal di Jepang atau dinegara lain, setidaknya masih adanya kesempatan berkumpul bersama keluarga saat malam natal adalah moment yang tidak akan tergantikan sampai kapanpun. So, akiba-chan dan akiba-kei apakah kamu siap untuk menyongsong hari natal?

udah modern gitu sekarang :D
udah modern gitu sekarang 😀

japansanta (1)