Setiap musim mempunyai keindahannya tersendiri. Seperti musim semi dimana pohon bunga Sakura akan tumbuh lebat, berguguran kelopaknya ketika sudah tiba di penghujung musim, membuat taman-taman di Jepang sangat elok dipandang dengan berterbaran warna merah muda. Musim gugur seluruh dedaunan dari pohon akan menguning, menua kering hingga akhirnya jatuh di tanah, memenuhi kota-kota di Negeri Matahari Terbit bagai permadani yang membentang luas. Apalagi musim dingin yang ditunggu-tunggu oleh sebagian turis dari Indonesia, ribuan bola salju akan turun dari langit dan membuat pemukiman penduduk padat dengan warna seputih kapas, dingin menyenangkan.

Himawari, Musim Panas di Jepang
Anak-anak sedang bermain di kebun bunga matahari (Himawari) yang indah.

Itulah ciri khas dari negara Jepang, siapapun pasti akan takjub dengan pemandangan ketiga musim di atas. Lantas bagaimana dengan musim panas di sana? Apakah semenakjubkan pemandangan ketiga musim yang disebutkan?

Setiap musim di Jepang akan selalu diwarnai dengan keindahan beragam bunganya, dan bukti nyata keindahan dari musim panas di sana adalah Himawari. Himawari merupakan bunga Matahari. Di Negeri Bunga Sakura, Himawari akan tumbuh subur ketika musim panas datang. Kita bisa melihat padang bunga yang diselimuti warna kuning yang menghampar luas. Bunga Matahari ini akan mekar dengan indahnya saat matahari bersinar dengan cerah. Maka cahaya matahari di musim panas yang biasanya terik merupakan alasan kuat mengapa bunga satu ini sangat tumbuh subur. Perpaduan antara langit berwarna biru dan lautan bunga matahari menciptakan panorama tak terlupakan, Minna-san. Apalagi jumlah bunga matahari ini tidaklah sedikit. Sehingga, siapa saja yang melihatnya akan terhanyut di dalam suasana menyenangkan.

Himawari, Musim Panas di Jepang
Pemandangan bunga matahari (Himawari) yang sangat indah tertangkap kamera – Pinterest.

Untuk bisa melihat bunga Matahari di Jepang, Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian dapat datang ke Jepang pada pertengahan bulan Juli hingga awal bulan Agustus. Bunga matahari akan mekar dengan sempurna pada awal bulan Agustus. Mekarnya bunga matahari juga menandai puncak dari musim panas di Jepang. Sementara itu, beberapa prefektur berikut ini bisa jadi rujukan untuk melihat bunga matahari. Tiga prefektur utama yang memiliki padang bunga matahari adalah Prefektur Yamanashi, Prefektur Kagawa, dan Prefektur Hokkaido. Prefektur Hokkaido sendiri memiliki Hokuryu-cho Himawari no Sato atau Taman Bunga Matahari yang terkenal paling indah dan luas di Jepang. Jika berbicara tentang keindahan alam, tentu Hokkaidolah jawabannya.

Jangan ketinggalan: Tahu Nggak? Novel Pertama di Dunia Ternyata Penulisnya Orang Jepang!

Kebun bunga di Prefektur Yamanashi dan Kagawa juga tak kalah cantik, kebun bunga matahari bernama Akeno Sunflower di Yamanashi sering menjadi rujukan wisatawan asing di Tokyo. Karena lokasinya tak terlalu jauh dari Gunung Fuji, kebun bunga ini juga ramai oleh para pendatang. Entah itu masyarakat lokal atau para turis asing. Semuanya berbondong-bondong menikmati pemandangan yang hanya ada di musim panas ini.

Himawari, Musim Panas di Jepang
Selfie seorang wanita di jalan dekat kebun bunga matahari (Himawari) – Pinterest.

Himawari no Sato Manno ternyata punya fakta hebat lho, Minna-san. Yaitu tepat pada setiap akhir bulan Juli, Honoyama Community Center akan berubah menjadi lautan bunga matahari. Sekitar kurang-lebih dari 250 ribu bunga matahari akan mekar dengan cantiknya di sana. Wah, betapa sangat artistiknya ya, Minna-san? Kita pasti akan terkagum-kagum melihat pemandangan alam yang sebegitu megahnya.

Setelah puncak musim panas dimulai dengan pertanda rimbunnya bunga matahari yang tumbuh, maka Honoyama Community Center adalah bagian yang paling banyak pengunjungnya ketimbang bagian yang lain. Tapi ada sebuah larangan alias peraturan yang mengharuskan semua pengunjung patuh. Yaitu tidak merusak proses berkembang-biaknya Himawari. Seperti memetik tangkai, mengambil daun, membuang sampah sembarangan, dan tindak-tanduk lain yang sekiranya mengancam pertumbuhan bunga matahari. Jadi, harap perhatikan baik-baik ya selama Minna-san berkunjung di sana.

Himawari, Musim Panas di Jepang
Himawari no Sato, berjulukan permadani bunga matahari.

Itulah bukti nyata keindahan Himawari, musim panas di Jepang. Bertepatan dengan artikel ini di-publish, Jepang telah memulai musim panas. Selain bunga Matahari yang sungguh menyenangkan, ternyata ada yang tak kalah menyenangkan di musim panas ini. Yaitu informasi rilis anime yang bisa Minna-san dapatkan cuma di Akiba Nation. Silahkan telusuri, dan selamat bermusim panas. 😀

Jangan lupa tekan tombol share ya! Hehe… biar Akiba Nation terus menyajikan artikel menarik untuk kalian. 🙂

SHARE
Previous articleTahu Nggak? Novel Pertama di Dunia Ternyata Penulisnya Orang Jepang!
Next articleTeknik Yukitsuri, Pepohonan di Jepang Tidak Akan Mati Karena Salju
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.