Animanga atau game populer bisa dipakai untuk meningkatkan kesadaran akan sesuatu. Seperti game Touken Ranbu untuk berbagai hal yang terhubung dengan sejarah. Atau seri animanga Hataraku Saibou untuk hal-hal yang terhubung dengan kesehatan. Dan bicara soal Hataraku Saibou, baru-baru ini diberi kabar menarik dimana manga Hataraku Saibou chapter coronavirus dirilis secara resmi gratis dan internasional.

Hataraku Saibou adalah seri manga edukasional buatan Shimizu Akane. Judulnya berarti Sel yang Bekerja, dan itulah konsep dan ceritanya, memperlihatkan pergerakan kinerja sel-sel dalam tubuh. Tapi mirip dengan KanColle atau TouRan, ini ditunjukkan melalui anthropomorphis, alias sel-sel itu digambarkan dalam wujud manusia.

Manga tersebut juga telah diadaptasi menjadi anime yang dianimasikan oleh David Production yang tayang pada musim Summer 2018 dan membuat popularitasnya jadi viral diluar Jepang. Anime tersebut juga mendapatkan season kedua, yang ditayangkan musim Winter 2021 kemarin bersama dengan adaptasi anime dari spinoff Hataraku Saibou BLACK.

Tapi meski ada dua anime seru, Winter 2021 juga jadi musim yang pahit manis karena manga Hataraku Saibou BLACK dan juga Hataraku Saibou original dikabarkan merilis chapter terakhirnya. Dan untuk Hataraku Saibou original, terasa pas dengan situasi dunia saat ini, kisah akhirnya menceritakan virus covid-19.

Dan sekalian balik pada topik utama, fans luar Jepang kini dapat menikmati chapter tersebut, yang telah dirilis global dalam bentuk motion comic via Youtube secara resmi atas kerjasama antara Kodansha dan Menteri Kesehatan Jepang, dan walau saat ini hanya RAW alias hanya dengan bahasa Jepang, dikatakan kalau nantinya akan dirilis dengan bahasa Inggris dan Hindi juga.

Mantapnya lagi, selain chapter final Coronavirus dari Hataraku Saibou, dirilis juga chapter spesial baru lagi yang temanya mengenai vaksin covid-19. Chapter baru itu masih ditulis oleh Shimizu Akane, tapi digambar oleh Kairemeku mangaka Shizumare Vincent.

Keputusan yang bagus karena popularitas manga itu bisa meningkatkan kesadaran akan coronavirus, yang walau kini sudah ada vaksin tapi masih saja merajalela di beberapa negara, terutama India. Dan saat ini virus itu juga lagi lumayan parah di Jepang, dimana Ibukota Tokyo dan 3 prefektur lain jadi masuk masa darurat lagi untuk mencegah penyebarannya pada masa libur Golden Week.