Negara Jepang terkenal ketat dalam hal hukum mengenai animanga dan juga game, ini tak hanya untuk hal macam pembajakan tapi juga melakukan hacking data game. Dan bicara soal hal itu, baru-baru ini ada kabar yang terhubung akan hal itu. Dimana kepolisian prefektur Niigata telah menangkap seorang hacker save data dari game Legend Of Zelda Breath Of The Wild dan meraup uang dari tindakannya tersebut.

Legend Of Zelda Breath Of The Wild adalah game konsol Nintendo Switch yang jadi bagian dari seri game Legend Of Zelda. Game bergenre open world action adventure tersebut merupakan launch title dari konsol Switch, dan sampai saat ini masih jadi salah satu judul terpopuler pada konsol itu, apalagi dengan sequel game itu yang akan dirilis.

Dan sekalian balik pada topik utama, tak begitu mengherankan kalau pelaku dari kabar ini, Sho Ichimin, seseorang yang berasal dari China yang tinggal di Toshima, Tokyo, bisa memakai kesempatan dan meraup untung dengan melakukan hacking pada save data game tersebut. Dikatakan kalau ia bisa membuat “save data terbaik” dari game itu.

Apa maksudnya save data terbaik? Bisa semau apa yang diinginkan klien yang mempekerjakannya. Jadi Sho bisa memodifikasi data pada save game itu dan membuat stat karakter Link yang dimainkan player jadi semau apa yang diinginkan. Seperti mungkin bisa jadi sangat kuat hingga one hit kill, atau gampang dapat item, dan lain-lain.

Dikatakan kalau ia mengeset harga standar sebesar 3.500 Yen atau sebesar sekitar 464.000 Rupiah, dan klien terbarunya adalah dua orang dari luar Tokyo. Akan tetapi itu menjadi transaksi terakhirnya, karena ia juga menarik perhatian pihak polisi prefektur Niigata, dan ia kemudian berhasil ditangkap.

Sho telah mengakui tindakannya saat ditangkap, dan juga mengatakan kalau ternyata ia telah melakukan hal tersebut selama 18 bulanan dari Desember 2019, dan dalam periode tersebut diperkirakan kalau ia telah berhasil meraup untung total sebesar 10 juta Yen!

Ini adalah kasus game hacking pada konsol Nintendo Switch yang kedua dalam tahun ini, dengan beberapa bulan lalu seorang pria asal Nagoya melakukan hal serupa dimana ia menjual save data yang telah dimodifikasi untuk game Pokemon Sword& Shield.