Wabah virus corona di Jepang membawa dampak tak hanya pada dunia animanga, tapi yang lebih parah lagi adalah pada bidang turisme, baik dalam maupun luar negeri, dengan tempat rekreasi jadi ditutup untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Sekarang memang situasinya sudah lebih membaik, tapi tetap saja ada pembatasan pada tempat rekreasi. Bahkan Gunung Fuji ditutup dan dipasangkan barikade selama musim panas.

Yup, Gunung Fuji, salah satu ikon dari negara Jepang, juga terkena efek wabah virus corona, dan jadi ditutup agar tidak didatangi dan didaki. Penutupan tersebut diumumkan diberlakukan selama musim panas, dari tanggal 10 Juli sampai tanggal 10 September, yang juga merupakan musim untuk mendaki gunung di Jepang.

Penutupan tersebut adalah keputusan dari Pemerintahan prefektur Shizuoka dan Yamanashi yang lokasinya berbatasan dengan gunung tersebut, seperti yang mina-san mungkin tahu berkat cerita animanga Yuru Camp untuk Prefektur Yamanashi.

Dan penutupan tersebut juga diberlakukan lumayan serius, dengan Kota Fujiyoshida yang terletak di Prefektur Yamanashi juga memasangkan penjagaan pada Jejak Yoshida, rute pendakian gunung Fuji yang sangat populer, untuk berusaha mencegah orang masuk.

Penjagaan tersebut berupa pemasangan dua barikade, pertama adalah pagar batang besi dengan larangan untuk melewati jalan tersebut yang dijelaskan dengan tulisan berbahasa Jepang, Inggris, China. Dan lebih kedalam lagi setelah itu ada level dua berupa pagar yang lebih kuat lagi, yang dipasangkan juga kamera dan alarm jika dilewati.

Dan selain itu, pengumuman dan penjelasan akan penutupan Gunung Fuji pada musim panas 2020 tersebut juga diberikan dalam bentuk poster yang dipasangkan pada berbagai kota dan lokasi dalam prefektur Yamanashi seperti fasilitas wisata dan toko alat olahraga.

Memang batasan macam itu tak menjamin orang-orang untuk ngebandel dan mendaki, tapi sangat disarankan itu tidak dilakukan, karena dikatakan kalau selama penutupan itu, semua fasilitas penting disitu seperti untuk keselamatan pendaki jadi tidak ada, membuat jika ada kecelakaan jadinya tak ada yang aktif membantu dalam jarak yang dekat.