Seperti yang kita ketahui, 3 tahun lagi akan diadakan Olimpiade 2020. Setelah terpilihnya ibukota Jepang, yakni Tokyo, sebagai tuan rumah bagi pekan olahraga internasional itu, pemerintah mulai bersiap-siap sejak dini. Berbagai persiapan dan diskusi mulai intens dilaksanakan. Anggota parlemen yang mempunyai julukan Negeri Matahari Terbit tersebut juga mulai menunjuk para pejabat yang akan memikul tanggung jawab yang besar. Namun menjelang pemilihan majelis petinggi Jepang dalam penyambutan Olimpiade 2020, sebuah skandal terjadi. Diduga Gubernur Tokyo korupsi dana kas belanja negara yang diperuntukkan khusus bagi Olimpiade 2020.

Menyebarnya skandal tersebut tentu membuat anggota parlemen tidak dipercaya publik dan berpotensi menurunkan martabat Jepang di mata dunia. Kabar burung tentang ‘Gubernur Tokyo Korupsi’ tersebar luas. Yoichi Masuzoe disebut menggunakan uang anggaran Olimpiade 2020 untuk membeli komik bagi anaknya. Selain membeli komik, Yoichi juga dikatakan menyelewengkan dana demi bisa liburan dan menyewa sebuah vila mewah dalam perjalanan dinasnya ke Tokyo bagian selatan. Ia diyakini akan mendapat mosi tidak dipercayai pejabat lain di dalam tatanan parlemen Tokyo. Padahal, saat masa pencalonan menjadi guberner, Yoichi Masuzoe kerap menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi. Ia juga bersumpah untuk tidak terlibat dalam kasus kriminal apa pun selama menjabat.

Ekspresi Gubernur saat wawancara pers, ooh syiieeet~

Seperti yang dilansir BBC dan beberapa situs lain, Yoichi Masuzoe akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya akibat skandal ini. Gubernur Tokyo korupsi dan publik Jepang kini memandangnya dengan sebelah mata. Selain membuat nama baik Negeri Matahari Terbit menjadi jelek, Yoichi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Perdana Menteri Shinzo Abe yang berasal dari Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk terpilih kembali pada masa pencalonan mendatang. Tak hanya itu, ia juga diketahui memiliki pengeluaran besar dalam perjalanan dinas lainnya, akomodasi spa kelas atas, pengadaan acara keluarga yang glamor, dan pembelian pakaian mahal.

Baca Juga: Meddley Piano Soundtrack Film Studio Gibli By Zimuin G

Pendahulunya, Naoki Inose, dilaporkan juga mundur dari jabatannya karena mengalami skandal serupa pada tahun 2013 lalu. Pengunduran itu terjadi tak lama setelah Tokyo ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara Olimpiade 2020. Wah, kok bisa jadi gini ya, Minna-san?

Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian mesti tahu, bahwa menanggapi persoalan tuduhan skandal atas ‘Gubernur Tokyo Korupsi’ ini, Yoichi Masuzoe memiliki alasan versinya sendiri. Mesti tidak mengelak dari dugaan publik serta dakawaan badan intelijen kepolisian Jepang, Yoichi membela diri dengan menyebut sejumlah barang mewah seperti kemeja sutra China itu tak terkait dengan biaya dinas. Yoichi pula menegaskan berbagai pemesanan terhadap barang-barang mewah itu dilakukan oleh asisten dan akuntannya, bukan atas dasar perintah Yoichi. Mereka disebutnya keliru memasukkan pengeluaran pribadi ke dalam urusan dinas. Menurutnya hal ini adalah sebuah salah paham.

gubernur tokyo korupsi
Terbukti atau nggak, yang penting jujur pak! gentle lah berani mundur yak…

“Penting bagi saya untuk berkunjung ke sana secara teratur karena ada bak mandi yang besar. Itu membuat saya dapat merenggangkan kaki dan tubuh, serta menjaga saya agar tetap bugar,” tuturnya ketika ditanyai perihal penyewaan vila oleh wartawan lokal.

Setelah pengunduran diri dari jabatan Gubernur Tokyo dilakukannya, Yoichi Masuzoe berjanji akan mengembalikan dana anggaran Olimpiade 2020 yang telah ia pakai secepat mungkin. Janjinya ini dipegang langsung oleh publik Jepang dan jika ditepati mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat serta parlemen negara terhadap dirinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here