Kita sering kali menemui bab pembahasan mengenai masa penjajahan Jepang di Indonesia dalam pelajaran sejarah sewaktu sekolah. Selama lebih dari tiga tahun Negeri Matahari Terbit menguasai Nusantara. Militer memasuki kota-kota dengan semboyan propaganda licik demi mendapat dukungan. Setelah Perang Dunia Ke-2 pecah diawali pengeboman Hiroshima, Jepang mundur teratur dari wilayah NKRI. Meski begitu, gua peninggalan Jepang masih ada sampai sekarang sebagai saksi bisu kekejaman tentara Dai Nippon.

Ada banyak gua peninggalan Jepang di Indonesia. Masing-masing gua menyimpan sejarahnya tersendiri. Inilah bukti atas riwayat kelam masa penjajahan. Oleh karenanya, pemerintah menjadikannya sebagai cagar warisan leluhur yang dirawat serta dilindungi undang-undang agar generasi penerus bangsa selanjutnya dapat mengetahui bagaimana perjuangan kakek-nenek buyut mereka sebelum kemerdekaan tiba. Di bawah ini akan diulas beberapa gua bekas Jepang yang cukup terkenal di Indonesia. Gulir terus untuk mengetahuinya lebih lanjut! 😀

Gua Klungkung – Bali

Terdapat gua peninggalan Jepang di Bali, tepatnya di Kabupaten Klungkung. Lokasinya begitu strategis dalam kondisi peperangan, yakni dibuat pada dinding tebing, dipinggir jalan Denpasar-Semarapura, di atas sebuah sungai bernama Tukad Bubuh. Saat Jepang memasuki wilayah Bali, dibuatlah Gua Klungkung sebagai perlindungan para tentara Jepang dalam upayanya mempertahankan diri dari serangan tentara sekutu dan para pejuang nasionalis Indonesia. Kini, Gua Klungkung menjadi objek wisata edukasi paling diminati untuk pelajar di Bali.

Gua Klungkung memiliki 16 lubang cabang dengan kedalaman 14 meter dan 2 lubang cabang diketahui tidak berhubungan satu sama lain. Satu buah terletak di ujung selatan dan satu lagi di ujung sebelah utara, sedangkan yang lainnya dihubungkan oleh sebuah lorong memanjang ke arah utara-selatan. Konon, ada banyak tentara yang mengembuskan napas terakhirnya di sini. Beberapa warga sipil, tahanan perang, beserta prajurit yang didakwa tidak becus dalam menjalankan tugasnya disiksa dan dieksekusi mati. Penduduk setempat mengaku sering mendengar suara rintihan, gerak langkah kaki serentak, dan bayangan orang tanpa kepala.

Gua Jepang Bukittinggi – Sumatera Barat

Lokasinya berada di dalam Taman Panorama, masih wilayah Guguk Panjang, kota Bukittinggi. Jika Akiba-chan dan Akiba-kei pergi untuk melihat Jam Gadang, maka sangat mudah untuk sampai ke tempat ini karena cukup dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Terdapat 21 lubang yang mengantarkan ke ruangan tertentu dengan fungsinya masing-masing dan saling terhubung satu sama lain. Selain ruang penyiksaan yang digunakan untuk menginterogasi musuh dan ruang penjara yang menjadi kuburan massal, ada sebuah ruangan lainnya yang dinilai paling mengerikan, yakni bernama ‘Dapur’.

Tidak seperti dapur tempat memasak pada umumnya, dapur di gua peninggalan Jepang satu ini merupakan tempat penjagalan manusia. Kala itu, para buruh paksa ‘Romusha’ yang sakit-sakitan atau sekarat akan dikirim ke Dapur untuk dimutilasi. Mayat atau potongan tubuh mereka kemudian dibuang melalui salah satu lubang yang menyalur ke sebuah sungai besar di Bukittinggi, Ngarai Sianok. Tentunya, peristiwa mengerikan ini menjadikan suasana Gua Bukittinggi terasa horor dan mencekam. Berbagai pengalaman mistis pun sering dialami oleh para pengunjung.

Gua Jepang Pangandaran – Jawa Barat

Setelah invansi balatentara Dai Nippon mulai menduduki seluruh pulau Jawa dan Madura, para pekerja paksa Romusha mulai membangun gua di daerah Pangandaran. Pembuatan tempat ini memakan waktu cukup lama, yakni kurang-lebih 1 tahun. Pasalnya, gua yang dibuat di Pangandaran berjumlah tiga buah. Selama itu, banyak dari kakek-nenek buyut kita meregang nyawa akibat kekejaman Jepang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari penyiksaan yang dilakukan tentara, mengidap penyakit yang bertambah parah, hingga kelelahan dan dehidrasi berat.

Baca juga: Ennichisai 2017: Jalan-jalan, Kuliner dan Semua serba JEPANG Hadir Buat Kamu!

Gua peninggalan Jepang yang diyakini para ahli-sejarah dibangun pada periode 1941-1945 ini masih kokoh hingga sekarang. Perenovasian belum dilakukan pemerintah mengingat bahan yang digunakan untuk membuat bangunan tersebut terbuat dari beton kuat dan belum rapuh, sehingga terjaga keasliannya. Sebagai informasi tambahan, setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan upacara khusus yang dilakukan oleh warga keturunan Jepang setempat sebagai penghormatan bagi para pekerja paksa Romusha dan para leluhur.

Gua Jepang Taman Hutan Raya – Bandung

Sebenarnya ada dua gua di kawasan Taman Hutan Raya, Bandung. Yang satu adalah milik Belanda, sedangkan satunya lagi dipunyai oleh Jepang. Mudah ditebak, gua peninggalan Jepang juga dibangun menggunakan tenaga kerja paksa Romusha. Tidak sedikit jumlah buruh tanpa bayaran itu yang gugur selama pembuatan gua ini. Namun, Gua Jepang Taman Hutan Raya tidak sepenuhnya tuntas dibangun. Buktinya masih ada beberapa terowongan di dalam gua yang belum selesai dan setengah jalan. Mengingat, dalam masa pembuatannya, Jepang sudah di ambang kekalahan.

Gua yang berletak di daerah Ibukota Jawa Barat ini menganggur setelah Jepang angkat kaki dari wilayah NKRI. Sampai kemudian ditemukan pada sekitar tahun 1965. Beredar kabar pada waktu itu masih banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan tentara Jepang seperti senjata dan amunisi di dalam gua. Bahkan, tengkorak manusia juga terlihat membusuk di ceruk dinding. Jika gua Belanda sudah direnovasi beberapa kali dan langit-langitnya disemen agar tidak roboh, gua Jepang belum pernah direnovasi. Keadaan gua dibiarkan seperti aslinya. Banyak kalelawar terlihat menjadi penunggu gua tersebut. Tapi yang bikin bulu kuduk merinding, konon ada penunggu lain selain kalelawar.

Gua Jepang Kaliurang – Yogyakarta

Di kawasan dataran tinggi Kaliurang, tepatnya di lereng Gunung Merapi, terdapat kompleks wisata alam bernama Nirmolo Kaliurang. Di dalam kompleks ini, terdapat situs gua peninggalan Jepang yang sebenarnya terlihat sangat eksotis. Letaknya yang berada di pegunungan membuat udara begitu sejuk. Pemandangan rimbunan pepohonan hijau sejauh mata memandang menjadikan banyak pengunjung betah berlama-lama. Beberapa kawanan monyet juga sering menyapa pengunjung. Bagi Yogyakarta, Gua Jepang Kaliurang merupakan salah satu objek wisata alam terbaik.

Untuk sampai ke gua Jepang ini, Akiba-chan dan Akibai-kei mesti masuk melalui pintu Nirmolo Kaliurang, kemudian menempuh perjalanan menanjak selama 45 menit. Jalur yang dilalui tidak terlalu terjal, akan tetapi cukup berliku. Bagi yang tidak suka dengan wisata petualangan, mungkin akan menyerah sebelum sempat sampai di lokasi. Tapi bagi yang mampu bertahan, ada banyak tempat indah yang bisa dinikmati sekaligus menjadi latar foto yang menakjubkan. Minasan tidak akan kecewa jika mengunjungi Gua Jepang Kaliurang!

2 COMMENTS

  1. Setau ane jepang ngak pernah ngejajah indonesia, indo kan blom ada, tentara nippon kejam “anak 16thn jepang disuruh perang, kaga mau dipancung” , hampir seluruh wilayah asia dikuasai eropa sekutu cuma jepang yg bisa ngelawan, kenapa jepang bersalah? Krn kalah perang, kalo menang pasti jadi hero kaya amerika. Btw patriot sejati jen.sudirman didikan nippon, soekarno didikan belanda politikus karismatik yg berpenampilan militer lol

    • Bingung mau balas apa, tapi Jepang memang sudah menjajah Indonesia dan beberapa wilayah Asia lain walaupun cuma dalam waktu yang relatif singkat. Buktinya kekuatan legislasi kepemerintahan Hindia-Belanda yang mana merupakan cikal bakal Indonesia berada di tangan pimpinan tertinggi Dai Nippon dan mengatur kebijakan dalam berbangsa di Tanah Air. Jadi, Jepang tidak bisa disebutkan ‘tidak pernah menjajah’ wilayah NKRI. Toh, kalau menilik soal Indonesia belum ada, Belanda juga jadinya bisa disebutkan tidak pernah menjajah Indonesia dong? Kan waktu itu adanya Hindia-Belanda, Indonesia belum ada. :3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here