Zaman dahulu sebuah kisah dapat dengan bebas diceritakan dan disebar semua orang, menjadi sebuah kisah rakyat atau folklore. Tapi dijaman modern ini dengan adanya hukum undang-undang hak cipta dan lain-lain, sembarangan membuat cerita yang sama bisa menjadi suatu plagiat. Kasus terbaru akan hal ini adalah gossip manga GTO memplagiat manga karya debut dari Egawa Tatsuya, mangaka seri Golden Boy.

Egawa Tatsuya mengklaim hal tersebut saat ia tampil dalam episode baru acara talk show Otona no Yoru no Wide Show Barairo Dandy. Manga karya debutnya tersebut berjudul Be Free! yang diterbitkan oleh Kodansha pada tahun 1984.

GTO memplagiat

Be Free! Adalah sebuah manga semi-autobiografi yang menceritakan seorang guru bernama Sasanishiki Akira. Ia mengajar muridnya akan hal-hal yang ada dalam kehidupan seperti cinta atau kekerasan atau filosofi, dengan berteman dengan mereka dan juga berani melanggar aturan sekolah. Caranya mengajar ini membuatnya disukai para murid dan dipandang rendah oleh guru lain.

Kisah GTO Great Teacher Onizuka karya Fujisawa Tohru mengisahkan seorang mantan preman berumur 22 tahun bernama Onizuka Eikichi, yang ingin menjadi guru terbaik didunia, supaya ia bisa punya pacar gadis muda. Tapi dalam pekerjaan pertamanya sebagai seorang guru ia diangkat menjadi wali kelas dari kelas terburuk yang penuh murid kurang ajar. Dan dengan cara mengajar dan sikapnya yang nyeleneh, perlahan ia mendapatkan kepercayaan para murid tersebut.

Jika dilihat sekilas, bagi yang tahu cerita GTO, desas desus GTO memplagiat manga lain ini tentu membuat bingung. Sebab memang terlihat adanya kemiripan yang erat antara cerita Be Free! dan GTO. Keduanya memiliki seorang guru sebagai protagonis, dan keduanya memakai cara unik dalam mengajar, yang membuatnya dipandang remeh, tapi ada yang menyukai caranya mengajar tersebut.

Dan ternyata ada alasan akan kemiripan ini. Egawa Tatsuya mengatakan kalau Fujisawa dulu pernah menjadi muridnya dalam sebuah weekly magazine. Egawa juga mengatakan saat ia bertemu dengan Fujisawa lagi, Fujisawa sendiri mengaku kalau ia menjiplak manga Be Free!. Egawa tapi lanjut mengatakan kalau ia tidak apa-apa akan hal ini karena Fujisawa adalah bekas muridnya.

Memang ada kalanya saat kita terinspirasi untuk berkarya kita bisa memakai karya orang lain yang menginspirasi kita atau yang kita kagumi sebagai template atau fondasi dasar. Tapi kita juga perlu berhati-hati agar tidak menjadi situasi jiplak plagiat. Bagaimana menurut mina-san akan kasus ini? Kalau Naruto yang muncul di film Indonesia gimana ya.. 😀