Golden time merupakan anime bergenre romance. Jika biasanya romance anime menceritakan kisah percintaan di sekolah tingkat SMP atau SMA, Golden Time menceritakan kisah percintaan di kampus. Dalam anime ini banyak menceritakan kehidupan kampus pada umumnya. Ternyata, kurang lebih sama juga dengan kehidupan kampus di Indonesia.

Tokoh utama, yakni Tada Bandri yang hilang ingatan karena suatu kecelakaan, masuk ke Universitas Fukurai tanpa adanya teman. Untuk kemudian banyak kejadian yang terjadi dari awal masuk kampus sehingga ia memiliki teman dan juga pacar. Anime ini sangat kental dengan kehidupan kampus, ada episode dimana mahasiswa baru direkrut oleh senior dari organisasi keagamaan yang menyimpang (saya kira hanya di Indonesia saja, ternyata di Jepang juga ada 😀 ), kehidupan anak kost, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) kampus, seperti fotografi, olahraga, musik, kebudayaan, dll. Pemeran utama disini mengikuti UKM kebudayaan, yakni tari awa, yang dalam kebudayaan jepang biasa disebut Koenji Awaodori. Koenji Awaodori merupakan tarian rakyat yang berasal dari provinsi Awa (prefektur Tokushima), Jepang.

SANYO DIGITAL CAMERA

Dalam anime ini kebudayaan tari awa sangat ditonjolkan. Dimulai dari episode awal ketika Tada Bandri baru masuk kampus, disitu dia diajak banyak UKM yang saat itu sedang demo ke mahasiswa baru. Oh ya, ia sempat dikejar oleh senior-senior dari klub Teh yang sangat menyukai pesta. Ia ditolong oleh Linda (masa lalu Tada Bandri, tapi karena hilang ingatan, ia sama sekali tidak mengenal Linda :’( ) saat terjatuh di lapangan. Linda mengenakan kostum tari Awa, yakni yukata dan topi anyaman (amigasa) yang hampir menutupi wajah bagian atas dan mengenakan sandal kayu (geta).

hhi

Kemudian saat Tada Bandri bersama pacarnya masuk klub Budaya Awa, ada beberapa adegan mereka berlatih menari awa. Menari awa sangatlah tidak mudah, tangan dan kaki digerakkan bersamaan dengan bebas dan dinamis namun harus bebarengan dan kompak seraya bernyanyi dan bersorak. Pacar Tada Bandri, Koko, sangat kaku dalam menari awa sehingga ia mendapat julukan Robogirl. Ada juga episode saat mereka kesusahan mencari kostum awa, juga episode saat mereka menari Awa dalam Festival.

wrjjfhh

Karena romance, anime ini termasuk memiliki kisah cinta yang sangat mengharukan dan juga menyedihkan. Banyak kisah cinta segitiga diantara 6 karakter utama di anime ini. Episode akhir anime ini sangat menyedihkan karena ingatan Tada Bandri selama di Kampus hilang sekejap dan ingatannya dimulai lagi saat ia bersama Linda di SMA. Koko, pacar Tada Bandri yang sangat menyayanginya harus menahan air mata saat pacarnya sama sekali tidak mengingat dirinya. Tapi tenang, akhir-akhirnya anime ini happy ending, kok. Hehe. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari anime ini. Salah satunya adalah tentang kesetiaan pada teman ataupun kekasih, juga mengajarkan bahwa kita harus menghargai masa lalu, sepahit apapun, dari masa lalu kita bisa mendapatkan berbagai pelajaran berharga. Semoga tulisan ini bermanfaat.

bkk

  • Syarief Ahmad Jauhar

    TADA BANRI