Minna-san tahu Gion Matsuri? Gion Matsuri adalah sebuah festival yang sangat luar biasa meriah di Jepang. Di festival ini akan diselenggarakan pawai raksasa di kota lama Kyoto, tepatnya pada salah satu kuil kuno bernama kuil Yasaka. Meski ditulis amat simpel dengan hanya tiga huruf kanji saja, yaitu 祇園祭, Gion Matsuri sangatlah spektakuler. Pasalnya arak-arakan dengan berbagai properti unik dilaksanakan begitu khidmat. Di sana akan ramai sekali didatangi para turis wisatawan asing. Orang-orang Jepang lokal pun pasti berkumpul untuk menonton dan bahkan ikut serta dalam festival. Oleh karena itu, tidak salah jika Gion Matsuri disebut-sebut sebagai festival yang penuh ingar-bingar seantero Jepang.

Ketika Gion Matsuri berlangsung, karena saking ramainya tempat acara tersebut maka daerah perkotaan di Kyoto tertutup bagi para pejalan kaki selama tiga malam menjelang pawai besar-besaran. Tiga malam tersebut dikenal dengan nama Yoiyoiyoiyama, Yoiyoiyama, dan Yoiyama. Yoiyoiyoiyama ditulis dengan empat huruf kanji, yaitu 宵々々山 dan dimulai setiap tanggal 14 Juli. Yoiyoiyama (宵々山) besoknya, yakni tanggal 15 Juli. Dan Yoiyama (宵山) besoknya lagi, ialah pada tanggal 16 Juli. Semuanya berurutan dan bersambung.

Selama Gion Matsuri berlangsung, jalanan akan dipenuhi dengan jejeran kios-kios makanan. Seperti Yakitori (daging tusuk panggang), Taiyaki, Takoyaki, Okonomiyaki, dan masih banyak lagi makanan lezat lainnya. Banyak gadis asal Kyoto yang memakai busana Yukata, yaitu Kimono musim panas di daerah itu. Juga memegang dompet tradisional dan kipas angin kertas.

Gion Matsuri 1
Banyak orang datang ke Gion di kota Kyoto, Jepang, untuk melihat parade besar satu ini.

Perlu diketahui, sesuai catatan sejarah, Gion Matsuri sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 896, sebelas abad yang lalu. Dikatakan pada masa silam tersebut sebuah wabah penyakit berbahaya merambah secara besar-besaran kota lama Kyoto, sehingga banyak sekali orang-orang yang meninggal pada masa itu karena tidak kuat menahan penyakit. Penduduk Jepang lalu menganggap ini sebagai akibat dari amukan dewa Gozu Tenno. Untuk menghentikan penyebarannya, Kaisar memerintahkan masyarakat berdoa kepada dewa penyelamat yang mereka percayai bernama Susanoo no Mikoto, di kuil Yasaka demi kesehatan mereka. Kemudian ditancapkan 66 tombak panjang, sebuah simbol dari ke-66 provinsi di Jepang. Tempat-tempat bersimbolkan ke-66 provinsi tersebut adalah di tanah taman Shinsen yaitu pada persimpangan antara jalan Oike dan jalan Omiya, distrik Nakagyo, bersama kuil angkut bernama Mikoshi dari kuil agung Yasaka.

Pada tahun 970, sepuluh abad yang lalu, acara ini diputuskan sebagai sebuah perayaan tahunan secara religius dengan berdoa pada dewa demi memperingati wabah penyakit yang pernah melanda kota Kyoto seratus tahun lampau. Dan sejak saat itu, Gion Matsuri terus dirayakan. Sampai pada tahun 1533, Keshogunan Muromachi, rezim penguasa Jepang pada masa tersebut kemudian menghentikan semua perayaan religius, termasuk Gion Matsuri. Tetapi banyak orang yang memprotes dan menolak rencana rezim penguasa. Perdebatan berlangsung di antara masyarakat dan pemerintah. Hingga akhirnya ada jalan tengah, yaitu merayakan Gion Matsuri tanpa ritual religius dan hanya dengan pawai besar saja. Inilah yang menjadikan festival ini seperti sekarang, lepas dari kereligiusan penduduk pada masa Muromachi.

Jangan lewatkan:

Tahu Nggak? Novel Pertama di Dunia Ternyata Penulisnya Orang Jepang!

Gion Matsuri memang sangatlah besar. Perayaannya berlangsung dari awal sampai akhir bulan Juli. Puncak Festival Gion ini adalah pawai kendaraan hias, namanya Yama-boko Junkou (山鉾巡行), dilaksanakan pada tanggal 17 Juli. Ada dua jenis pawai, yakni Yama dan Hoko. Hoko adalah kendaraan hias raksasa dengan roda-roda, panjangnya terkatakan lebih dari 25 meter dan beratnya lebih dari 12 ton. Beberapa Hoko memiliki dua tingkat, dimana orang-orang akan berdiri di setiap tingkatnya dan bahkan di bagian atas Hoko. Meskipun Hoko itu sangat besar, tidak terdapat mesin di dalamnya sama sekali. Malah, semuanya dijalankan menggunakan tenaga manusia. Sedangkan Yama merupakan kendaraan hias yang lebih kecil, diangkat di atas bahu. Ada 32 buah kendaraan hias dalam pawai ini, ialah 25 buah Yama dan 7 buah Hoko.

Gion Matsuri 2
Terlihat para laki-laki sedang menarik kendaraan raksasa dalam parade besar Gion Matsuri.

Ketika kendaraan besar berbelok di persimpangan, para penarik kendaraan akan melewatinya sambil bersorak keras-keras, “Yoi, yoi, yoi, toh sai!” Teriakan-teriakan penuh semangat tersebut yang membuat mereka mampu menggerakan kendaraan yang amatlah berat tersebut. Selain itu, dalam acara arak-arakan ini akan diisi soundtrack atau musik latar tradisional asal Jepang. Musik ini dimainkan oleh para musisi yang berada di tingkat paling atas kendaraan hias. Teriakan dan musik inilah yang menjadi bagian terbaik di festival Gion. Semarak Gion Matsuri tidak akan pernah bisaMinna-san lupakan sepanjang hidup Minna-san!

Jangan sangka lho, Minna-san, kendaraan-kendaraan dalam pawai Gion Matsuri ternyata tidak sembarangan urutannya. Orang Jepang mempunyai aturan tersendiri dalam mengurut kendaraan-kendaraan raksasa tersebut, yakni ditentukan lewat sebuah undian yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juli. Akan tetapi, ada delapan kendaraan hias khusus yang tidak berpartisipasi dalam undian tersebut. Itu karena kendaraan-kendaraan tersebut selalu berada dalam urutan yang sama kapan pun.

Salah satunya adalah Hoko yang memimpin pawai, harus berada di barisan paling depan.

Kendaraan kepala pawai ini sangatlah istimewa karena merupakan satu-satunya tempat dimana seorang anak dapat menaikinya sendirian. Anak mana saja yang dapat menaikinya dialah anak yang tentunya telah terpilih untuk mewakili dewa kuil! Berminggu-minggu anak tersebut menjalani upacara penyucian sebelum Gion Matsuri dilangsungkan. Dia akan hidup dijauhkan dari pengaruh kehadiran wanita yang menghadirkan nafsu. Kemudian, dia akan dibopong ke atas kendaraan seolah tak diizinkan menginjak tanah. Dia pula harus memotong sebuah tali suci, Shimenawa, dengan satu gerakan untuk memulai festival.

Gion Matsuri 3
Salah satu patung dewa yang diikutsertakan dalam parade Gion Matsuri.

Satu lagi yang unik dari Gion Matsuri, Minna-san. Seluruh kendaraan akan dihias dengan sangat indah dengan kain berpola. Banyak di antara kain-kain ini berasal dari Nishijin, daerah niaga yang telah lama dikembangkan akan seni pembuatan kain tradisional khas Kyoto. Nishijin terkenal dengan kain teknik celup yang indah. Akan tetapi, beberapa kain yang mendekorasi kendaraan itu dibuat menggunakan teknik dari Korea, Cina, India, Persia, dan Belgia. Beberapa dari kain itu bahkan menggambarkan sosok dari mitologi dan legenda dari banyak negara luar. Ini memberikan parade Gion Matsuri cita rasa internasional. Sungguh hebat, bukan?

Oh, iya, berikut adalah tanggal-tanggal acara Gion Matsuri yang telah diurutkan.

• 1 – 5 Juli – Kippuiri, upacara pembukaan festival, di setiap lingkungan yang berpartisipasi
• 2 Juli – Kujitorishiki, undian urutan pawai, di aula dewan kota
• 7 Juli – Kunjungan ke kuil oleh Chigo anak-anak Ayagasaboko
• 10 Juli – Pawai lentera untuk menyambut kuil angkut Mikoshi
• 10 Juli – Mikoshi Arai, pembersihan kuil angkut Mikoshi dengan air suci dari Sungai Kamo
• 10 hingga 13 Juli – Pendirian kendaraan
• 13 Juli malam – Kunjungan ke kuil oleh Chigo anak-anak Naginataboko
• 13 Juli siang- Kunjungan ke kuil oleh Chigo anak-anak Kuil Kuse

Lalu dilanjutkan dengan:

• 14 Juli – Yoiyoiyoiyama
• 15 Juli – Yoiyoiyama
• 16 Juli – Yoiyama
• 16 Juli – Yoimiya Shinshin Hono Shinji, penampilan seni sebagai persembahan bagi dewa
• 17 Juli – Pawai kendaraan Yamaboko
• 17 Juli – Pawai kuil angkut Mikoshi dari garis awal kuil Yasaka ke pusat kota
• 24 Juli – Pawai Hanagasa atau “Payung Bunga”
• 24 Juli – Pawai kuil angkut Mikoshi kembali dari kota ke kuil Yasaka,
• 28 Juli – Mikoshi Arai, pembersihan kuil angkut Mikoshi dengan air suci dari sungai Kamo
• 31 Juli – Persembahan akhir di kuil Eki

Itulah tentang Gion Matsuri, festival yang dikenal penuh ingar-bingar seantero Jepang! Dengan membaca tuntas artikel ini Minna-san jadi dapat pengetahuan baru lagi, bukan? 🙂 Maka dari itu Minna-san bisa share ke sosial media agar yang lain juga kebagian pengetahuannya! 😀 Selamat membaca artikel Akiba Nation yang lain.

SHARE
Previous articleRoad to KAORI Expo: Persembahkan Konsep Baru Acara Jejepangan
Next articlePokemon GO, FFXV, Kojima, Kabar Otaku Dari San Diego Comic-Con
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.