Apa sih yang tidak mungkin terjadi di Jepang? Apa saja bisa terjadi di Negeri Matahari Terbit tersebut, termasuk hal-hal yang konyol dan menggelikan satu ini.

Ya, bagaimana tidak membuat bulu kuduk kita tidak bergidik? Kalau pada kenyataannya para laki-laki dengan ciri khasnya yang tangguh dan jantan ini, ternyata menyimpan rahasia yang amat besar. Terutama di belahan bumi yang terkenal dengan keindahan bunga sakuranya.

Jepang, tentunya, lagi-lagi menggemparkan dunia dengan sesuatu yang aneh. Walau sebenarnya ini lumayan lama diketahui, mungkin Minna-san semua pernah mendengar atau baca beritanya, akan tetapi tetap saja membuat kita terperangah lantas terbahak-bahak.

Di negara yang sudah dapat dikatakan maju tersebut, para kaum adamnya acap kali didapati memakai bra atau celana dalam berenda yang lazimnya dikenakan oleh para lawan jenis mereka sendiri, yaitu para wanita atau kaum hawa.

Pria yg tertangkap menggunakan Men's Bra
Pria yg tertangkap menggunakan Men’s Bra

Hal tersebut bukanlah hoax semata atau sekadar candaan, tapi memang benar-benar serta ada. Banyak dari media massa yang menginformasikan tentang ini, bahwa para pria, terutama para remaja laki-laki di Jepang, yang masih sekolah SMP, SMA, maupun sudah kuliah dan bekerja, mengalami tren besar mengenakan bra serta celana dalam perempuan yang berenda. Betapa terdengar lucunya bagi kita penduduk Indonesia, karena hal semacam tersebut jarang sekali ditemukan, jika tidak mencarinya di lampu merah atau salon.

Bahkan Rakuten, situs online shop dari Jepang yang lumayan besar menyediakan enam halaman berisi canaman model bra dan celana dalam yang dirancang khusus untuk para pria. Walau terkadang warnanya diselaraskan dengan sisi macho seorang laki-laki, seperti menggunakan warna jantan semisal hitam, merah, dan abu-abu, tapi tetap saja terlihat feminim, apalagi yang bermodel renda-renda merah muda. Wah, siapapun orangnya, jika itu orang Indonesia, dapat penulis pastikan akan melihat dengan mata terbelalak lantas berpikir dalam hati, “Begitu anehnya Mas ini, dia pakai kutang! Hahaha… kerasukan setan dari gunung salak kayaknya.”

Oke, lanjut. Kalau dihitung tidak hanya Rakuten, Minna-san, tapi banyak sekali situs online shop lain yang menyediakan bra dan celana dalam perempuan untuk para pria. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan mengiklannya di internet, situs-situs, blog, dan youtube. Dari buatan Jepang punya, sampai ke eropa dan Amerika sendiri, menyediakan fashion style nyeleneh tersebut. Tentu itu sebuah pertanda bahwa tidak cuma pria-pria di Jepang saja yang mengenakan bra dan celana dalam perempuan, namun pria-pria yang tersebar di seluruh penjuru bumi ini bisa ditemukan di antaranya yang memakai busana tersebut.

Bra yg digunakan sbg alat proporsional dada
Bra yg digunakan sbg alat proporsional dada

Ihwal berikut dibuktikan melalui situs berbahasa inggris yang menyediakan informasi Japan Pop dan Culture terpercaya rocketnews24, pernah memaparkan berita tentang laki-laki Jepang dan dunia yang mengenakan bra. Dan reporter sekaligus penulisnya sendiri bilang bahwa kecenderungan tersebut tidak hanya terjadi di Jepang, namun seluruh penduduk di dunia yang ada kaum adamnya, termasuk marcapada eropa dan asia. Weleh-weleh, berarti di Indonesia juga dong? Beneran ada tidak ya kira-kira? *lirik-lirik pas mampir di lampu merah*

Dari salah satu blog yang empunya orang Indonesia yang tinggal di Jepang pula, saya mendapatkan bahwa katanya adalah salah satu channel televisi di sana yang pernah mempunyai acara tontonan yang menampilkan sejumlah pria mengenakan bra dan celana dalam seksi milik para perempuan. Di acara talkshow tersebut, dikumpulkanlah para pria yang menyuaki fashion style satu ini, kemudian diwawacarai. *yaiyalah diwawancarai, orang namanya aja talkshow kok*

Sekilas terlihat, mereka bukanlah banci atau orang-orang yang menunjukkan gerak kemayu, melainkan para pria yang bisa dikatakan terlalu tampan dan jantan untuk hal sejenis ini. Ketika ditanyai mengapa mereka suka memakai bra atau celana dalam wanita, jawabannya adalah perasaan tenang tatkala menjalani tuntutan pekerjaan. Karena pada saat beraktifitas menurut mereka terasa seperti ada yang memeluk dada mereka, menumbuhkan rasa tertemani dan kepercayaan dalam diri sendiri, tidak lagi gugup serta tertekan. Sebagian besar dari mereka para lelaki yang menggunakan bra adalah seorang entrepreneur, artis, aktris dan aktor, serta orang yang pekerjaannya bertemu dengan orang lain. Selain itu dikatakan pula bahwa mereka memakainya untuk membuat dada lebih berisi nan proporsional, menyangga tulang punggung agar tidak mudah pegal, dan lebih rapi ketika berpakaian, seperti jas dan kemeja, nampak gagah sekali. Tapi, alasan mengenakan celana dalam perempuan belum diketahui dengan jelas sampai saat ini.

Sebagai intermezzo, Bra khusus untuk pria di Jepang dinamai dengan nama “Menzu Bura” (メンズブラ) yang diserap dari kalimat bahasa inggris “Men’s Bra”. Dalam bahasa lain, seperti inggris baku, disebut dengan nama “Buste Houder” kepanjangan dari BH, sedangkan dalam bahasa Perancis terkenal bersama sebutan “Brassiere”. Di Indonesia sendiri, Bra lebih dikenal sebagai “Beha” atau “Kutang”.

Salah satu contoh merk Men's Bra Jepang
Salah satu contoh merk Men’s Bra Jepang

Wah, ada-ada saja ya, Minna-san. Para pria pun kini memakai pakaian intim dari para wanita. *geleng-geleng*

Tapi, secara pertimbangan, penulis tidak bisa memilih untuk mendukung atau malah sebaliknya. Mengingat, ada hal-hal bermanfaat pula yang dihasilkan ketika memakai bra seperti yang disebutkan oleh para tamu talkshow di atas.

Jadi intinya kembali ke diri Akiba-chan dan Akiba-kei masing-masing. 🙂 Mau mendukung atau tidak, yang terpenting tetap stay tune di Akiba Nation ya, selalu ada yang menarik perihal di sini. Sampai jumpa!

SHARE
Previous articleBisakah Kamu Move On Dari Indahnya Pulau Matsushima Berikut?
Next articleAkhirnya Informasi Detail Lebih Lanjut Anime “Masou Gakuen HxH” Diumumkan
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.