Gerhana matahari total yang baru terjadi pagi hari ini 9 Maret 2016, telah melintasi setidaknya 11 provinsi di Indonesia. Fenomena alam ini tak sedikit mengundang perhatian dunia, ribuan turis dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong singgah di titik-titik yang strategis demi menikmati pemandangan yang langka ini.

Sebagian masyarakat dunia memiliki mitos mengenai fenomena alam yang satu ini, apa saja mitosnya? Simak di sini.

Legenda matahari dimakan raksasa

Matahari Dimakan
Beberapa negara mempercayai bahwa saat gerhana terjadi, matahari dimakan atau dicuri. Dalam legenda bangsa Viking disebutkan gerhana matahari terjadi ketika serigala Skoll berhasil menangkap Dewa Matahari atau Sol. Bangsa Viking, yang biasa dikenal berasal dari Norwegia, Swedia, dan Denmark, kemudian diminta membuat kegaduhan dengan memukul panci dan wajan agar serigala ketakutan serta mengembalikan matahari.

Mitos nyaris serupa dipercayai warga Jawa di Indonesia. Masyarakat Jawa percaya bahwa saat gerhana matahari terjadi, raksasa Batara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendam kepada Sang Surya atau Dewa Matahari. Batara Kala merupakan tokoh pewayangan dengan wujud raksasa jahat yang sangat berkuasa.

Ditelannya Matahari oleh Batara Kala disebut sebagai fenomena gerhana oleh mitos masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa mempercayai bahwa saat fenomena gerhana matahari terjadi, para wanita hamil harus masuk ke rumah. Para wanita harus membawa masuk anak-anak dan melindungi anak-anak dari murka Batara Kala.

Masyarakat China pada waktu itu percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, dua astrolog pada saat itu, Hsi dan Ho, dieksekusi mati karena gagal dalam memprediksikan waktu terjadinya gerhana ini.

Untuk menakuti naga ini, warga lalu membunyikan suara-suara keras seperti petasan. Dan hingga saat ini hal itu masih dilakukan.

legenda gerhana matahari india

Setan makan matahari
Mitos gerhana matahari di India juga ramai dibicarakan saat negeri itu mengalami gerhana matahari total, Rabu 28 Juli 2009. Saat itu, para ahli nujum India memprediksikan, kekerasan dan kekacauan akan melanda seluruh dunia karena kepercayaan tahayul mereka sebagai akibat dari gerhana matahari total. Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu yang diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil disarankan tetap berada dalam rumah selama gerhana berlangsung untuk menghindari bayi mereka terlahir tak cacat.  Doa-doa, puasa dan mandi ritual dianjurkan untuk dilakukan di sungai-sungai suci. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana tersebut.

Dewa Raa dan Apep

Dewa Marah
Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu Ra. Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ketika malam hari, Ra kembali ke barat lewat jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang sudah mati. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya.

Letak bahaya dari perjalanan Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra, walaupun pada akhirnya Ra, dewa Matahari berhasil meloloskan diri dan matahari kembali bersinar.

Legenda gerhana matahari jepang

Racun Disebar
Orang Jepang yang dikenal maju juga punya mitos tentang fenomena gerhana matahari. Masyarakat Jepang dulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah atau pagebluk yang sangat berbahaya.

Ketika gerhana matahari terjadi, orang Jepang percaya sedang ada racun yang sedang ditebarkan. Matahari yang tertutup dan membuat gelap sesaat itu diyakini sebagai racun yang disebar Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

Di zaman dahulu, gerhana matahari sempat dikaitkan dengan kutukan dewa atau pertanda yang mengerikan dari sang pencipta. Tak ayal, para mangaka dan animator Jepang akhirnya menjadikan gerhana matahari sebagai momen penting di beberapa cerita anime dan manga. Namun dibalik legenda-legenda diatas, tersimpan beberapa fakta menarik mengenai gerhana matahari total yang tak kalah penting harus kita ketahui kebenarannya.

1. Bisa ada antara 2 hingga 5 gerhana matahari setiap tahun, tergantung pada geometri matahari, bulan, dan bumi.

2. Gerhana matahari total terjadi saat bulan benar-benar menutupi matahari, sehingga hanya Korona matahari saja yang terlihat.

3. Gerhana matahari total bisa terjadi sekali setiap 1 atau 2 tahun. Sehingga gerhana matahari termasuk fenomena alam yang cukup langka.

4. Jika Anda tinggal di Kutub Utara atau Selatan, Anda akan melihat gerhana matahari parsial. Orang-orang di bagian lain dunia dapat melihat gerhana parsial, total, annular, dan hibrida.

5. Gerhana matahari total bisa bertahan paling lama 7,5 menit.

6. Lebar jalur gerhana biasanya sekitar 160 kilometer dan dapat terentang sepanjang 10.000 mile atau 16 ribu kilometer.

7. Gerhana yang identik terjadi setiap 18 tahun dan 11 hari. Periode 223 ini disebut dengan nama periode saros.

8. Selama gerhana matahari total, kondisi di jalur totalitas dapat berubah dengan cepat. Suhu udara drop dan daerah menjadi gelap.

9. Jika ada planet lain di langit pada saat gerhana matahari total, mereka dapat dilihat sebagai titik cahaya.

Gerhana bisa terjadi setiap tahun. Bisa diprediksi. Gerhana matahari terjadi apabila bulan berada di antara bumi dan matahari. Posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam sebuah garis lurus. Namun untuk melintasi satu titik yang sama diperlukan waktu 375 tahun sekali.

gerhana_matahari3

Selama gerhana matahari, bayangan bulan akan menutupi bumi. Bagian yang gelap disebut umbra, sementara yang samar dinamakan penumbra.

Gerhana matahari terbagi menjadi beberapa tipe: total, annular atau gerhana matahari cincin, sebagian, dan hibrida. Gerhana matahari total terjadi saat bulan secara total menutupi piringan matahari.

gerhana matahari total

Gerhana matahari cincin terjadi saat puncak gerhana piringan bulan tak sepenuhnya menutup piringan matahari. Gerhana ini terjadi jika piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari.

Sehingga, saat puncak gerhana terjadi, piringan matahari yang tidak tertutup bulan akan terlihat di sekeliling piringan matahari. Terlihat seperti cincin yang bersinar. Gerhana ini biasanya terjadi saat bulan berada pada orbit terjauh dari bumi.

Lama gerhana matahari cincin ini sekitar 5 atau 6 menit sampai 12 menit. Tapi, meskipun matahari sebagian besar tertutup oleh bulan, sinar matahari masih dapat terlihat, melalui cincin atau bagian yang tak tertutup bulan.

gerhana matahari sebagian

Dan tipe ke tiga adalah gerhana matahari sebagian. Gerhana ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan bulan hanya menutup sebagian piringan matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

gerhana matahari hibrid

Sedangkan, gerhana matahari hibrida merupakan bentuk antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, namun pada titik-titik lain di bumi terlihat sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida ini relatif jarang terjadi.