Gamer bisa memiliki kegigihan akan game yang mereka mainkan. Tak hanya dalam hal mengalahkan boss yang super hard, tapi juga mengenai hal lain. Contohnya, dalam hal menemukan hal-hal unik dalam game, termasuk dalam hal fanservice. Kita sudah lihat contohnya dalam game Fate/Grand Order VR dimana gamer temukan cara intip pantsu Mashu. Kali ini, gamer Jepang temukan cara untuk uncensor pantsu Princess Peach dalam game Smash Bros baru.

Game Smash terbaru tersebut, adalah Super Smash Bros Ultimate, atau di Jepang disebutnya Smash Bros Special, yang dirilis untuk Nintendo Switch pada tanggal 7 Desember kemarin. Seperti biasa, game itu menghadirkan crossover karakter game Nintendo, dan juga suka mengundang guest dari game non-Nintendo.

Walau karakter guest bisa dari game yang mature, Smash Bros ditargetkan untuk bisa dimainkan anak-anak juga. Karena itu meskipun belakangan ini Switch berani tampil dewasa, masih ada “pengaman” agar Smash tak terlalu berbau fanservice.

Contohnya pada karakter Princess Peach, yang diperlihatkan pada serangan high kick yang membuat roknya terbuka dan memperlihatkan kakinya, bagian dalaman yang seharusnya memperlihatkan pantsu malah ada bayangan hitam, yang dijuluki sebagai Dark Matter oleh gamer Jepang.

Tapi “sensor” Dark Matter itu malah memancing minat para gamer Jepang. Dimana para gamer Jepang memutuskan untuk melakukan “riset” untuk bisa melewati Dark Matter tersebut dan melihat yang ada dibaliknya.

Dan momen breakthrough riset itu terjadi pada tanggal 9 Desember, seorang gamer dengan nama Twitter Tamayan berhasil menemukan caranya, yaitu dengan menggunakan sinar yang muncul dari serangan forward throw dari karakter Ness!

Momen yang begitu disaluti oleh netizen Jepang. User Twitter lain sampai mengkomentari dan mengatakan sangat menarik karena dalam 50 jam ditemukan sensor pantsu Princess Peach dan cara untuk menghilangkannya dalam game Smash Bros Special.

Kocak tapi memang menarik sih, melihat gamer Jepang bisa begitu serius dalam hal macam ini, sampai menyebutkannya sebagai Riset penelitian 😀 padahal game-game fanservice mulai banyak juga di Nintendo Switch.

Comments