Sekitar pertengahan tahun lalu, muncul sebuah game dari Jepang yang lumayan menarik 😉 sebuah game oppai bernama Omega Labyrinth Z. Game tersebut tak hanya memakai oppai sebagai fanservice visual, tapi juga diaplikasikan dalam gameplay. Lucu juga ya mina-san 😀 Tapi ada kabar yang tak begitu bagus akan game tersebut. Karena baru-baru ini, diumumkan kalau game oppai Omega Labyrinth Z batal rilis di barat.

Omega labyrinth

Bagi yang belum tahu, Omega Labyrinth bermula sebagai game  adventure dungeon crawling dari D3Publisher yang dirilis untuk konsol Playstation Vita pada tahun 2015 lalu, dan Omega Labyrinth Z ini adalah game setelahnya. Dan oppai memang banyak ditampilkan, yang sudah terlihat dari simbol Omega dalam judul game tersebut. Dan begitu juga dengan gerakan boing boing pada oppai, yang banyak terlihat.

Setiap karakter mengalahkan musuh, oppai pada pic karakter dipojok atas akan bergoyang, menandakan BUST karakter itu mendapat Omega Power. Dan semakin banyak power yang terkumpul, bisa jadi up juga ukurannya. Tak heran game oppai adventure ini juga dibilang Chest Expanding RPG. Diluar itu, game ini memiliki gameplay yang roguelike, yang berarti dungeon dalam gamenya muncul secara random.

Game ini dirilis untuk konsol Playstation Vita dan Playstation 4 dalam tiga versi. Ada yang limited, edisi standard, dan edisi downloadable. Game ini dirilis di Jepang dari tanggal 6 Juli 2017 lalu, tapi seperti yang dikatakan diawal, perilisan game ini di barat telah dibatalkan.

Penerbit dari game ini, PQUBE, telah memberikan pengumumannya kemarin. Mengatakan kalau mereka menarik kembali rencana untuk merilis game PSVita dan PS4 Omega Labyrinth Z untuk Amerika dan Eropa. Dijelaskan kalau alasannya adalah PQUBE dengan hormat mengikuti keinginan dari pemegang platform.

Memang sih melihat konten game ini, sudah bisa ditebak kalau Omega Labyrinth akan sulit didistribusikan diluar Jepang. Bahkan sebelum diberikannya pengumuman dari PQUBE ini, game tersebut sudah ditolak untuk mendapatkan sertifikasi perilisan di negara Inggris. Jadinya yaaah apa boleh buat ya mina-san 🙁