Halo Akiba – chan dan Akiba – kei~ Gimana nih liburannya? Semoga liburannya menyenangkan ya! Sepertinya kalau dengar istilah “Wanita Bermuka Dua” itu sudah biasa, ya. Namun, bagaimana dengan “Wanita Bermulut Dua”? dan bukan bermakna kiasan, tetapi secara harfiah!

Di Jepang, ada urband legend tentang si wanita bermulut dua ini. Dia disebut sebagai Futakuchi Onna. 二口女 atau “Wanita Bermulut Dua” ini sebenarnya bukan sejenis siluman yang membahayakan nyawa, tetapi tetap saja kalau wujud aslinya terlihat ya…nyeremin.

Penampakan siluman ini seperti wanita besar dengan mulut yang kecil. Terlihat seperti wanita biasa dari depan dengan rambut panjang hitam yang lebat. Tetapi sebenarnya, di balik rambut wanita itu memiliki satu mulut lagi yang harus dikasih makan. Mulut yang satu lagi memiliki wujud menyeramkan dengan bibir, gigi, dan lidah yang langsung terbentuk dari tengkorak kepalanya.

Banyak yang mengatakan bahwa munculnya sosok ini adalah salah satu bentuk kutukan yang dijatuhkan kepada wanita yang menjadi futakuchi onna. Mulut yang dibelakang ini, konon katanya mempunyai pemikiran sendiri dan sering berkata kasar dengan inangnya. Ia akan terus mencela dan marah serta mengendalikan rambut – rambut sang wanita seperti tentakel sampai ia dapat asupan makanan melalui mulut itu dua kali lipat jatah makan orang biasa. Jadi, walaupun futakuchi onna terlihat jarang atau bahkan sama sekali tidak makan, ia sebenarnya makan lebih banyak dari orang lain.

Legenda asal – muasal futakuchi onna pun memiliki beberapa versi. Salah satu legenda yang paling populer adalah tentang si kikir yang menikahi seorang wanita.

Berkisah dahulu kala hiduplah seorang pria yang kikir. Sifat kikirnya yang sudah melekat membuat ia tidak mau menikah karena ia tidak mau membiayai hidup istrinya kelak. Suatu hari, pria itu bertemu dengan seorang wanita yang tidak pernah makan.

Tidak pakai pikir panjang dan tanpa pertimbangan, ia langsung memutuskan untuk menikahi wanita tersebut. Sang pria sangat menyukai wanita itu! Ia bukan hanya tidak pernah makan, tetapi juga pekerja keras. Walaupun begitu, ada suatu keanehan yang pria itu sadari.

Persediaan beras mereka menipis lebih cepat dari biasanya.

Pria itu penasaran karena ia tahu bahwa sang istri tidak pernah makan. Dilanda dengan rasa penasaran dan mulai menaryh curiga, ia mulai memata – matai istrinya.

Suatu ketika dia pamit kepada sang istri untuk bekerja, ketika sebenarnya ia sembunyi dan mengintai. Saat itulah ia melihat sesuatu yang menakutkan.

Istrinya pergi ke dapur melepaskan ikatan rambutnya di sana. Seketika itu pula lah sebuah mulut terbentuk dari balik kepala si istri. Pria itu semakin membatu ketika rambut – rambut si istri mulai bergerak dan menjalar mengambil nasi untuk memasukkannya ke dalam mulut belakang itu. Ia terus makan dan makan.

Pria yang ketakutan itu pun mulai menyusun rencana untuk menceraikan istrinya. Sayangnya, sang istri mengetahuinya. Istrinya tersebut menyerang sang suami dan membawanya ke gunung. Di sana, pria itu berhasil lolos dan bersembunyi di padang bunga lily. Sang istri tidak pernah menemukannya. Ketika akhirnya pria itu memutuskan untuk pulang ke rumah, ia tidak dapat menemukan istinya dan mendapati bahwa semua persediaan berasnya telah habis. Pria itu memutuskan untuk tidak pernah menikah lagi.

Lain cerita lain juga akhirnya. Jika cerita di atas selesai sampai sana, maka ada lagi versi yang menceritakan dengan ending berbeda.

Dalam cerita lain, pria ini pulang untuk menemukan istrinya sudah menjadi jasad tanpa nyawa. Wanita ini meninggalkan seorang anak perempuan untuk diasuh oleh wanita tersebut. Jika di cerita sebelumnya laki – laki itu tidak menikah lagi, maka di sini ia memutuskan untuk menikah sekali lagi.

Baca Juga: Nue : Salah Satu Youkai Tertua di Jepang

Wanita yang ia nikahi kemudian bukan lah seseorang yang baik. Ia jahat dan licik. Wanita itu juga memiliki seorang putri dari pria tersebut. Keluarga itu hidup dalam kemiskinan dan jarang memiliki makanan yang cukup untuk memenuhi perut lapar mereka. Karena kelicikan sang ibu baru, ia terus menjaga agar anaknya bisa tetap makan dan kenyang sementara membiarkan anak tirinya kelaparan.

Anak dari futakuchi onna yang pertama itu pun mati kelaparan. Suatu ketika, terjadi kecelakaan yang tidak terduga. Sang suami yang sedang membelah kayu bakar dengan kapak, entah bagaimana caranya membuat kesalahan yang menyebabkan kapak itu bersarang di belakang kepala istrinya.

Jumlah darah yang keluar cukup untuk membunuh seseorang, tetapi tanpa di duga sang istri ternyata selamat. Luka dari belahan kapak tersebut tidak pernah sembuh. Hal yang terjadi lebih menyeramkan. Luka tersebut mulai mengeluarkan liur lalu terbentuklah sepasang bibir, gigi – gigi yang tumbuh, dan lidah yang menjulur.

Si ibu tiri merasakan sakit akibat kemunculan mulut baru tersebut, dan satu – satunya cara untuk menghilangkan rasa sakitnya adalah dengan memberi makan dengan jumlah yang tidak sedikit. Pada suatu hari, ketika wanita itu tertidur dan suaminya belum, mulut yang ada di belakang kepalanya berbicara, mengakui perbuatan di masa lalu yang telah membuat anaknya meninggal karena kelaparan.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here