Festival, dari bahasa Latin berasal dari kata dasar “festa” atau pesta dalam bahasa Indonesia. Festival biasanya berarti “pesta besar” atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga bisa diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat. Festival juga sering disalah artikan dengan kata sayembara atau perlombaan (kompetisi). Padahal artinya beda sama sekali.

Di setiap negeri di belahan dunia memiliki ragam festival yang unik dan luar biasa, tak kalah juga dengan negeri sakura Jepang. Beragam budaya di sana masih kurang lengkap jika tidak ada beragam jenis festival. Dan dari sekian banyaknya festival di sana, kali ini saya ingin membagi beberapa jenis festival yang unik-unik dan menarik sekali untuk kalian ketahui akiba-kei dan akiba-chan. Lalu apa saja kira-kira festival-festival yang unik di sana? Berikut ulasan-nya.

Naked Festival – Hadaka Matsuri

Naked Festival
Naked Festival – Hadaka Matsuri

Hadaka Matsuri biasa disebut Naked Festival. Meski dijuluki sebagai Festival Telanjang, berbeda dari negara yang lain, mereka yang ikut meramaikan festival ini tidak benar-benar datang dalam keadaan bugil. Dan kebanyakan pesertanya adalah pria.

Peserta festival ini masih menggunakan cawat yang dalam bahasa Jepang disebut fundoshi dan beberapa terkadang masih mengenakan mantel pendek. Festival yang diadakan di seluruh Jepang setiap tahun ini biasanya digelar pada musim panas atau dingin. Ciri khas ritual adalah saling dorong-mendorong antarkelompok peserta.

Hadaka Matsuri yang paling terkenal di Jepang dinamakan Saidai-ji Eyo Hadaka Matsuri, yang biasa diadakan di Kuil Saidaiji di Okayama yang merupakan tempat asal dari festival ini.

Hadaka matsuri diadakan untuk mendoakan hasil panen yang melimpah di musim panen yang akan datang. Ketika belum diciptakannya mesin-mesin pertanian, orang Jepang zaman dulu hanya mengandalkan tenaga manusia untuk bercocok tanam. Matsuri ini dipakai untuk mempertunjukkan kesehatan laki-laki untuk bekerja di lahan pertanian, dan sekaligus dimanfaatkan penonton wanita untuk mencari pasangan hidup. Hadaka matsuri tidak dianggap vulgar karena diselenggarakan untuk tujuan ritual. Setiap tahunnya, berbagai hadaka matsuri diadakan di berbagai tempat di seluruh Jepang, terutama pada musim panas dan musim dingin.

Seperti dilansir Wikipedia, setiap tahun ada lebih dari 9.000 orang yang mengikuti festival ini. Dengan mengikuti festival ini, mereka pun berharap mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Kanamara Matsuri

Kanama Matsuri
Kanamara Matsuri

Daerah Kawasaki di Jepang bisa dibilang memiliki festival paling nyentrik di dunia, yaitu Kanamara Matsuri atau Festival Penis. Festival tahun ini diramaikan dengan penis raksasa berwarna pink hingga camilan aneh. Penasaran?

Bagi siapa pun yang baru pertama kali melihat Kanamara Matsuri di Kawasaki, pastinya akan dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, sejauh mata memandang hanya ada patung hingga hiasan yang berbentuk penis. Eits, jangan berpikiran aneh-aneh dulu Akiba-kei Akiba-chan.

Festival tersebut dimaksudkan sebagai tradisi untuk memperingati kesuburan, pernikahan, hingga kelahiran yang adalah hal normal dalam kehidupan manusia. Tidak hanya itu, festival itu juga bertujuan untuk meningkatkan perhatian akan penyakit menular seperti HIV dan lainnya.

Ada juga berbagai camilan seperti pisang coklat berbentuk penis, hingga permen lolipop yang juga berbentuk sama. Herannya, tidak sedikit gadis Jepang yang mencicipinya dan mengunggahnya di berbagai situs jejaring sosial, waduh!

Salah satu tradisi unik adalah menunggangi patung penis berbentuk kayu. Menunggangi patung penis dimaksudkan sebagai wujud minta berkat untuk kesuburan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sebaiknya anak-anak perlu didampingi orang tua ya.

Walaupun begitu, festival tersebut merupakan budaya leluhur yang terus dijaga dan dirayakan hingga sekarang. Jadi jangan di hubung-hubungkan dengan hal-hal yang negatif yaa, ambil sisi positifnya.

Festival Takayama

Festival Takayama
Festival Takayama

Festival Takayama dimulai pada abad ke-16 sampai 17 di kota Takayama tepatnya di prefektur Gifu, Jepang. Kota Takayama sendiri adalah kota kecil yang terletak di area pegunungan dalam wilayah prefektur Gifu, arah barat Nagoya. Sesuai namanya, Takayama yang berarti Gunung Tinggi, wilayah ini berada di dataran tinggi.

Asal-usul festival ini tidak diketahui, tetapi penduduk Jepang meyakini bahwa festival ini dimulai pada masa pemerintahan keluarga Kanamori. Festival ini diadakan sebanyak dua kali yakni pada musim semi (14-15 April) dan musim gugur (9-10 Oktober). Masih belum ketinggalan bagi yang mau menyaksikan Festival Takayama ini.

Festival ini dianggap sebagai salah satu festival paling indah di Jepang. Kalian bisa menyaksikan sebuah parade besar yang dipentaskan 1.000 orang dan membuat kalian seolah-olah kembali ke abad ke-15. Selama festival digelar, kota Takayama yang tenang ini berubah menjadi lebih semarak dengan pemasangan bendera, lentera, dan masih banyak lagi.

Festival Takayama 2

Puncak dari festival ini adalah pesta karnaval dan parade boneka kuno. Semua pawai indah ini dihiasi dengan ukir-ukiran, boneka, tirai, vernis, dan tirai bambu.Parade paling populer di Festival Takayama adalah parade Tokeiraku yang menampilkan orang memakai topi yang dihiasi dengan bulu burung. Festival ini juga diikuti oleh peluncuran 100 lampion cantik dan menghasilkan pemandangan yang sangat indah.

Ada sungai kecil yang mengalir melewati kota Takayama. Sungai ini dihiasi bunga Vermillion di sisi jembatan dan sepanjang sisi sungai ditanam pohon-pohon pinus dan ceri. Pemandangan ini sungguh menakjubkan dan menarik. Penasaran dengan kemeriahan Festival Takayama? Jika kalian berminat, Kalianbisa menyempatkan diri untuk terbang ke Jepang dan menikmati semarak festival di kota Takayama ini.

Naaah bagaimana Akiba – kei Akiba – Chan, cukup unik bukan? Semoga mampu menambah wawasan kalian ya.