Bulan lalu Fate / Grand Order mengumumkan bahwa akan ada acara kolaborasi yang digelar pada akhir bulan Februari dan acara ini akan mengkolaborasikan Fate / Grand Order dengan seri Type Moon lainnya yaitu Kara No Kyoukai. Acara ini akan bertajuk “Garden of Order” (Kara no Kyoukai dalam bahasa inggrisnya Garden of Sinner) dan akan menampilkan ‘Shiki Ryougi’ sang Assasin dari Kara no Kyoukai. Untuk info lebih lanjut mengenai acara kolaborasi ini, kalian bisa cek di situs resminya Fate / Grand Order.

Fate / Grand Order dirilis oleh Aniplex Inc. yang juga merupakan rumah produksi seri anime Fate. Gameplay game ini cukup menarik, terutama sistem battle dan equipment. Gamenya sendiri berlatar belakang tentang penyelamatan umat manusia dari kepunahan yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2016. Pemain akan bermain sebagai “Master” yang mengendalikan sejumlah “Servant” untuk menjelajahi masa lalu dan menyingkap misteri dan asal-usul peristiwa ini, menyelamatkan masa depan umat manusia dari kepunahan total. Secara garis besar, Fate / Grand Order menggunakan sistem Trading Card Game sebagai basis awal permainan ini. Pemain harus mengumpulkan kartu terkuat dari sistem gacha dan melakukan leveling kartu tersebut untuk memperkuat. Mungkin terdengar generic dikarenakan hampir semua mobile games menggunakan sistem yang sama. Tetapi apa yang membuat game ini menarik adalah sistem battle-nya. Sistem battle dalam game ini tergolong cukup rumit dibandingkan dengan mobile games pada biasanya. Sebelum memulai quest, pemain harus menyusun party yang terdiri dari 6 servant (bisa kurang), 3 servant di garis depan (2 servant milik pemain sendiri, 1 servant milik teman), dan 3 lainnya sebagai backup jika ada salah satu servant di garis depan mundur. Dalam battle sendiri, pada turn pemain, pemain dapat mengaktifkan berbagai macam skill bawaan dari servant atau skill pemain sendiri. Skill yang tersedia cukup powerful, seperti membuat servant tidak menerima damage sama sekali selama 1 turn atau menambah damage secara signifikan. Perlu diperhatikan bahwa skill tersebut mempunyai cooldown yang cukup lama, sehingga mengharuskan pemain untuk bijak mengaktifkan skill, apalagi skill  tersebut hanya berefek kepada 1 servant yang dipilih saja. Setiap servant juga mempunyai bar spesial bernama “NP”. Bar ini diisi dengan command khusus, dan jikalau penuh, maka servant dapat mengeluarkan jurus spesialnya setiap saat diperlukan pemain. Pada layar ini, pemain harus memerintahkan servant sebanyak 3 kali, dari 5 perintah yang disediakan setiap turn (jika salah satu servant mempunyai bar NP 100% ke atas, maka ada penambahan 1 perintah untuk eksekusi “Special Skill” servant tersebut). Perintah menyerang dalam game ini ada 3 macam, yaitu “Buster”, “Arts”, dan “Quick”. “Arts”, adalah perintah dasar untuk servant, di mana servant akan melakukan penyerangan dan menitikberatkan pengisian bar NP dan menghasilkan beberapa poin critical. “Buster” adalah tipe serangan sepenuh tenaga, damage yang dihasilkan merupakan paling besar di antara kedua perintah lainnya, tetapi perintah ini tidak menambah bar NP dan tidak menghasilkan poin critical sama sekali. Terakhir adalah “Quick”, perintah serangan terlemah dari semuanya, tetapi setiap hitnya 99% menghasilkan poin critical dan menambah bar NP, meskipun tidak sebanyak “Arts”. Tidak hanya itu, urutan perintah juga mempengaruhi efek yang terjadi, seperti jikalau perintah “Buster” ditaruh di perintah ketiga, maka tingkat kerusakan yang dihasilkan lebih tinggi, dibandingkan jika ditaruh di perintah pertama. Ada juga sistem “Chain”, di mana ketika pemain mengeksekusi 3 perintah dengan tipe serangan yang sama atau ketiga perintah dengan karakter yang sama, di turn tersebut akan diberikan efek khusus yang di mana bisa saja memutar balikkan kondisi pertempuran. Belum cukup sampai di sini saja kerumitan game ini. Sistem “advantage“-nya juga cukup ribet, dikarenakan tipe servant dalam game ini ada 8. Tapi jangan khawatir, polanya ketebak, untuk tipe “Archer”, “Saber” dan “Lancer” berada di satu pool sendiri, berikut juga dengan “RIder”, “Assassin“, dan “Caster”. Pengecualian untuk “Shielder”, di mana servant kelas ini menerima dan memberikan tingkat kerusakan secara netral, serta “Berserker”, memberikan dan menerima tingkat kerusakan dengan angka maksimal. Pace game ini sendiri tergolong cukup lambat, baik untuk kenaikan level servant dan master, serta story progression yang cukup memberikan gap antara satu episode dengan episode lainnya, membutuhkan pemain untuk menaikkan level master serta memperkuat servantnya. Untuk memaksimalkan pengembangan servant dan master, setiap hari ada quest event mingguan, untuk mendapatkan uang, material upgrade, serta untuk memaksimalkan level master sendiri. Game ini tadinya diperuntukkan untuk penggemar anime seri Fate, tetapi bagi yang mahir bahasa Jepang dan menginginkan mobile game yang permainannya berbeda dari biasanya dan rumit, tidak ada salahnya untuk mencoba memainkan Fate / Grand Order ini.

kara-no-kyoukai

Kara no Kyoukai (空 の 境界), subjudul dan alternatif judul dari The Garden of Sinners, dan juga dikenal sebagai Rakkyo (ら っ き ょ), Adalah serangkaian novel ringan Jepang yang ditulis oleh Kinoko Nasu dan diilustrasikan oleh Takashi Takeuchi. Awalnya dirilis online secara independen di Comiket pada bulan Oktober 1998 sampai bulan Agustus 1999, bab-bab yang kemudian diterbitkan oleh Kodansha dalam dua volume pada tahun 2004, dan lagi dalam tiga volume antara 2007 dan 2008. Ufotable menghasilkan tujuh seri film anime berdasarkan seri antara 2007 dan 2009, alur ceritanya tidak maju, juga tidak mundur, tapi maju mundur cantik (kalo tidak memperhatikan tanggal pada tiap cerita, pasti jadi bingung. Saya sarankan untuk yang mau menonton perhatikan tanggalnya yaa), dan juga menghasilkan sebuah episode OVA pada tahun 2011. sebuah film anime terakhir diproduksi dan dirilis pada tahun 2013. sebuah adaptasi manga digambarkan oleh Sphere Tenku mulai serialisasi pada September 2010 dalam majalah online Seikaisha ini Saizensen.