Siapa yang masih dengan setia menunggu penayangan movie kedua dari trilogi Fate/Stay Night Heavens Feel, lost butterfly? Agak mengkhawatirkan sih, karena telah diberitahukan oleh penonton yang di Jepang kalau film tersebut ada adegan 18++ dan Indonesia bisa lumayan ketat akan hal itu. Tapi kini kita bisa YOROKOBE mina-san! Karena akhirnya Odex sang distributor telah memberikan tanggal tayang fan screening lost butterfly Indonesia!

Film kedua dari adaptasi rute Heavens Feel ini telah ditayangkan duluan di Jepang, yang dirilis dari tanggal 12 Januari kemarin. Dan movie tersebut memberikan performance yang baik dalam box office Jepang, bahkan terlihat lebih baik lagi daripada movie pertamanya, presage flower.

Dengan lost butterfly meraih posisi pertama dalam opening weekend, menjual lebih dari 360 ribu tiket dan meraub untung lebih dari 600 juta Yen. 12 persen lebih banyak dalam jumlah tiket dan 18 persen lebih besar dalam jumlah keuntungan.

Odex, distributor film yang sudah lumayan sering membawakan film-film Jepang dan anime untuk ditayangkan di Asia Tenggara, sebelumnya telah membawakan movie Fate/Stay Night Heavens Feel presage flower ke Indonesia. Dan mereka membahagiakan fans dengan mengumumkan kalau lost butterfly juga akan ditayangkan ke Indonesia.

Dan akhirnya setelah beberapa waktu, tanggal tayangnya diberikan. Tapi ini bukan penayangan umum, melainkan fan screening yang penayangannya lebih terbatas, tapi dengan beberapa tambahan plus plus.

Odex mengumumkan kalau fan screening ini akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 6 April 2019. Dan penayangannya dilakukan di bioskop CGV Grand Indonesia pada jam 14.00 dengan harga tiket sebesar 300.000 Rupiah!

Odex juga telah memperlihatkan bonus-bonus yang bisa didapat, diantaranya ada papan ilustrasi yang diimpor dari Jepang berukuran A5, clearfile berukuran A4, poster berukuran A2, message card yang diimpor dari Jepang, dan special commentary book.

Apakah ada yang berminat? Tapi sekali lagi perlu diperingatkan sebelum menonton, movie lost butterfly ini memiliki adegan seks. Mengingat ketatnya Indonesia, bisa saja adegan itu kena skip atau sensor, jadi sekedar warning. Atau bisa saja tak kena sensor, dan jika benar, harap jangan membajak dan merekamnya yaa~ 😉