Hancur sudah citra fans love live di mata publik. Barangkali itulah kata-kata yang cocok mewakili kocar kacirnya keberadaan mereka di jepang saat ini. Hanya karena ulah sekelompok fans ber-attitude buruk. Kini mereka dikecam oleh berbagai pihak. Pada bulan Desember kemarin padahal mereka baru saja disentil teguran karena ulah tak beretikanya.

Kali ini peringatan keras kembali diterbitkan oleh official webiste Love Live. Pada tanggal 26 januari 2018 kemarin, sebuah postingan (yang telah terhitung lebih dari tiga kali ini) berisi himbauan para fans love live (khususnya jepang) untuk lebih mengindahkan nilai etika bermasyarakat dan tidak membuat keributan lagi.

 

Warning itu berbunyi seperti berikut:

“baru-baru ini sebagian orang tidak mengindahkan aturan sopan santun sehingga mengganggu ketenangan publik baik sesama audience maupun orang lain. Konflik ini menyebabkan kekacauan yang cukup serius. Karena hal ini akan berurusan langsung dengan hukum legal yang berlaku, kami mohon kepada semua fans untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan saat event.

Mohon perhatikan arahan dan peringatan dari staff. Bila ada orang atau kelompok tertentu yang tidak memperbaiki perilaku dan terus berbuat onar, maka staff teater berhak untuk mengeluarkan orang/kelompok tersebut. Dan juga akan mempengaruhi jadwal event selanjutnya.”

Kata “event” diatas mengacu pada seluruh kegiatan yang memungkinkan diadakn oleh pihak Love Live. Seperti konser, nobar, pameran hingga pemutaran limited edition. Sedangkan lingkup dari “memperbaiki perilaku” juga sangat luas. Semua keluhan dari orang lain baik fans maupun bukan akan diproses dengan bukti terlampir.

Misalnya kejadian kelompok wibu yang sangat ribut saat menonton live vieweing Love Live bulan Desember lalu, berfoto kurang sopan dengan properti event, bahkan sampai laporan yang bersifat pribadi seperti pemukulan dan pampasan fans beruntung yang mendapatkan coklat dari seiyuu oleh fans-fans iri hati.

Atau kejadian beberapa waktu lalu yang memperlihatkan fans love live memporak-porandakan rak penjualan majalah sebuah toko karena tidak mendapatkan edisi limited edition.

Ini adalah peringatan ke-empat sejak semakin banyaknya laporan tentang attitude buruk fans love live di jepang. Harapannya sih semoga orang-orang dengan kesadaran rendah yang bikin onar segera tobat. Nggak bikin malu nama fandomnya juga.

Akiba-chan dan akiba-kei yang juga merupakan fans jangan sampai kayak mereka ya. Toh kalau kalian berkelakuan jelek, nggak cuman nama kalian aja yang jelek tapi juga sesuatu yang kalian idolakan bakal ikut kena dampaknya. 😀