Tahun ini adalah tahun terbaik bagi para penggemar anime di Indonesia. Bagaimana mungkin tidak? Di tahun inilah anime populer Sword Art Online yang tengah digandrungi para remaja, terutama yang suka sekali bermain game, dirilis movie-nya di seluruh bioskop Tanah Air. Seri film bioskop tersebut diberi nama Sword Art Online: Ordinal Scale. Minasan sudah nonton belum nih? Nah, dari sekian keunikan yang Minasan temukan dalam film, pastinya ada saja fakta SAO Ordinal Scale yang mungkin terlewatkan bukan?

Jadi, untuk membuat ingat kembali Akiba-chan dan Akiba-kei di rumah, maka Akiba Nation akan sajikan beberapa fakta SAO Ordinal Scale yang boleh saja dilewatkan oleh kamu-kamu ini! Iya, kamu! Kamu yang enggak peka atas perasaanku… :’) Uhuk, lupakan yang tadi. Daripada baperin gebet—maksud Penulis–basa-basi tidak penting, sebaiknya langsung saja simak faktanya di bawah ini! Kuy, gulir ke bawah segera. 😀

1. Tidak Lagi Full-Dive

Full-Dive adalah istilah yang dipakai untuk mengistilahkan ‘menyelam dalam game’, bisa diartikan sebagai masuk secara keseluruhan di dalam dunia virtual. Sehingga, ketika seseorang memutuskan bermain atau log-in, maka ia kehilangan kontak dari dunia nyata dan bermain permainan tersebut terasa seperti sedang bermimpi. Sebelum memutuskan keluar atau log-out, maka tubuh nyatanya tidak akan bisa merasakan apa pun di sekitarnya.

Sedangkan, Ordinal Scale sudah lebih canggih lagi. Sistem dari permainan ini menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual sekaligus, sehingga para pemain tidak lagi kehilangan kesadaran mereka ketika log-in dalam permainan yang dimainkan. Sistem semacam ini juga disebut-sebut lebih aman daripada Full-Dive, dikarenakan pengguna masih dalam kondisi sepenuhnya sadar, dan bisa melepas perangkat kapan pun menginginkannya untuk terlepas dari dunia virtual.

 

2. Kirito Benci Ordinal Scale

Kirito adalah rajanya Virtual Reality, ia bahkan pernah mengatakan, “Terkadang dunia nyata tidak seindah dan semenyenangkan dunia virtual.” Namun bagaimana reaksinya ketika dihadapkan permainan hasil kombinasi dari keduanya yang memakai sistem bernama Augmented Reality? Telah menjadi fakta SAO Ordinal Scale yang ke-2, bahwa di dalam permainan yang menggunakan sistem AR seperti Ordinal Scale, maka pemain harus menggerakan tubuhnya secara nyata untuk bermain dengan baik dan Kirito payah dalam hal ini.

Bagaimana pun, kemampuan fisik berpengaruh pada jalannya permainan. Kirito yang anak rumahan dan setiap harinya ‘ngerem’ di kamar bisa apa? Lelaki yang terhitung ‘unyu’ ini tidak bisa bergerak selincah dirinya di permainan yang menggunakan sistem VR (Full-Dive). Ia lumayan buruk bermain Ordinal Scale, tubuhnya terasa cukup berat untuk digerakkan. Inilah alasan mengapa Kirito tidak menyukai Ordinal Scale. Bahkan, bisa dikatakan, ia membencinya.

 

3. Perangkat Terbaru Augma

Augma adalah perangkat yang menggantikan NerveGear atau Amusphere. Bentuknya lebih portabel dibanding perangkat sebelumnya, yakni mirip headphone atau headset yang disandingkan ke kepala. Tidak seperti NerveGear yang mirip helm serta hanya bisa digunakan di tempat tidur, Augma yang memiliki ukuran hanya sepertiganya dapat dikenakan di mana pun. Transmisi audio dan visual dikirim Augma ke otak secara nirkabel tanpa perlu membius kesadaran terlebih dahulu, sehingga pengguna bisa merasakan keajaiban dunia virtual dalam dunia nyata.

Baca juga: Arc Alicization Siap Diangkat Menjadi Season 3 Anime Sword Art Online

 

4. Eiji adalah Seorang Pengecut

fakta sao ordinal scale-1

Fakta SAO Ordinal Scale berikutnya adalah tentang Eiji. Siapa sangka, si peringkat dua yang kemunculannya begitu ‘kakkoi’ ini adalah seorang pengecut. The Flash atau Asuna menjadi saksi hidup mengenai betapa pengecutnya Eiji di masa-masa SAO terdahulu. Itu dikarenakan Asuna merupakan wakil komandan guild Knight of Blood Oath dan ia sedikit-banyak mengenal Eiji sebagai anggota yang paling takut mati. Eiji tidak pernah mau berada di garis depan melawan musuh. Pengecut banget, bukan? Walaupun ganteng sih.

 

5. Misteri Yuna

Minasan yang menonton Sword Art Online: Ordinal Scale sampai tamat atau hanya sekilas saja, pastinya mengenal Yuna. Siapa Yuna itu? Yuna adalah karakter A.I di permainan Ordinal Scale yang amat populer sekaligus misterius. Ia tampil sebagai perempuan berwajah manis yang sering menyanyikan lagu-lagu merdu untuk para pemain. Namun siapa sangka, di balik perangainya yang ceria, tersimpan sesuatu yang begitu menyedihkan. Yuna adalah putri semata wayang dari pendiri Augma yang tewas dalam peristiwa SAO silam. Sebuah fakta SAO Ordinal Scale yang amat mengejutkan.

 

6. Efek Samping dari Augma

fakta sao ordinal scale-2

Keajaiban Augma sebagai perangkat inovasi terdepan yang punya segudang manfaat ternyata membawa dampak yang cukup serius, yaitu amnesia parsial yang berujung kematian. Amnesia parsial adalah kondisi di mana hilangnya sebagian ingatan. Dalam kasus Augma, hanya SAO Survivor saja yang terkena efek samping dari perangkat satu ini. Pihak pengembang Augma menyebutkan bahwa peristiwa ini memiliki sisi positif, setidaknya untuk menghilangkan trauma bagi para SAO Survivor. Namun kebenarannya adalah untuk membangkitkan anak gadisnya secara sempurna dalam wujud A.I, yakni Yuna.

 

7. Bos Terakhir SAO

Heathcliff boleh saja menjadi lawan yang amat merepotkan bagi Kirito. Namun menjadi sebuah kebohongan jika ia adalah bos terakhir SAO. An Incarnated Radius merupakan bos di lantai terakhir Aincrad, Istana Rubi. Dengan sepuluh baris HP (Health Point), ia sangat mustahil untuk dikalahkan. Serangannya dapat menyebar ke segala arah, menggunakan pedang raksasa, kilauan cahaya, dan juga akar pohon yang menjalar. Apalagi, An Incarnated Radius dapat menyembuhkan dirinya sendiri dengan sihir regenerasi, sehingga HP-nya yang sempat hilang bakal bertambah secara drastis.

Itulah beberapa fakta SAO Ordinal Scale yang mungkin saja terlewatkan oleh Minasan. Di kesempatan lainnya Penulis boleh jadi bakal menuliskan fakta SAO Ordinal Scale lainnya. Jadi, selamat menunggu! 😀 Daripada menunggu gebetanmu peka. :’)

Comments

Loading...
SHARE
Previous articleRoad to You, Anime Indah dari Perusahaan Ban Dunlop
Next article5 Istri Aktor Ganteng Jepang Ini Juga Bikin Patah Hati Massal
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.