Halooo! apa kabar Readers! ketemu lagi nih sama saya si pembawa sejuta info hehe, kali ini saya akan share hal hal unik tentang sindikat mafia Jepang , atau yang sering disebut Yakuza, berikut penjelasannya.

Sindikat kejahatan terorganisasi di Jepang, Yakuza, punya keunikan sendiri dalam menjalankan kejahatannya maupun memainkan perannya di masyarakat. Yakuza layaknya organisasi, memiliki kantor, anggota, dan aturan main, dan uniknya gosip tentang organisasi ini tetap hidup bahkan dibukukan oleh banyak penulis asing. Berikut beberapa fakta unik tentang Yakuza.

1. Tes tertulis

Menjadi anggota Yakuza tidak semata-mata tentang fisik. Tapi juga kecerdasan. Pada tahun 2009, Yamaguchi-gumi, satu dari tiga organisasi pendiri Yakuza, memberlakukan tes tertulis sebanyak 12 halaman. Tes ini untuk memastikan anggotanya memahami peraturan-peraturan yang berlaku sehingga tidak timbul masalah nantinya. Tes diawali dengan cerita tentang ekonomi Jepang secara keseluruhan. Kemudian diikuti dengan topik yang diuji, misalnya isu limbah industri hingga pencurian kendaraan motor. Yakuza selama ini dikenal sebagai barometer perekenomian Jepang. Nah, jika para anggota mafia itu menemukan kesulitan, maka mereka harus melakukan sesuatu untuk meminimalkan kegagalan.

2. Ritual Organisasi

Yakuza memiliki struktur kepemimpinan yang kompleks dan memiliki banyak tahapan yang harus dilalui anggotanya untuk mencapai puncak kekuasaan. Nah, seorang anggota baru harus melalui ritual perpeloncoan yang disebut sakazukigoto. Anggota baru akan mematuhi dan menghormati para seniornya yang disebut dengan kobun atau “peran anak”. Sake, minuman tradisional Jepang, menjadi sajian yang selalu ada dalam ritual perpeloncoan dan menjadi perekat hubungan di antara mereka. Tata cara minum sake dalam ritual seperti ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap keyakinan mayoritas warga Jepang, yakni Shinto.
Anggota-anggota Yakuza yang tidak menjalankan kerja yang seharusnya mereka lakukan dipaksa memotong jarinya. Pemotongan bagian tubuh yang umumnya adalah jari disebut yubitsume. Biasanya pemotongan pertama bagian badan adalah jari kelingking bagian kiri. Makanya, banyak anggota Yakuza dikenal dari jari mereka yang hilang bekas dipotong.
behind-the-japanese-mafia-dinner-with-a-yakuza-mob-boss

3. Aktivitas sosial Yakuza

Saat Jepang dilanda tsunami pada tahun 2011, Yakuza termasuk organisasi yang pertama tiba di lokasi dan memberikan bantuan kepada korban tsunami. Sebelumnya, saat gempa menerjang Kobe, kota terbesar kelima di Jepang, Yakuza dengan menggunakan sepeda motor, kapal boat, dan helikopter mengirimkan bantuan. Sejumlah masyarakat memuji sikap tanggap Yakuza dalam situasi sulit masyarakat, namun ada juga yang memberikan tanggapan sinis menyebut Yakuza sedang melakukan kegiatan ‘pr’ (public relations).

4. Sokaiya

Sokaiya merupakan nama dari satu bentuk suap dalam skala besar yang selama ini dijalankan oleh Yakuza. Modusnya, Yakuza akan membeli saham satu perusahaan yang membuatnya mendapatkan kursi dan mengikuti pertemuan yang dihadiri oleh para pemilik saham. Setelah itu, mereka akan melakukan segala cara untuk mempengaruhi kepemimpinan perusahaan. Kemudian mereka akan meminta uang atau mereka mengancam akan mempermalukan pimpinan perusahaan itu di dalam pertemuan. Dan biasanya taktik Yakuza ini membuahkan hasil. Modus lainnya, Yakuza akan mengadakan kegiatan turnamen olahraga dan kontes kecantikan dan kemudian tiketnya dijual dengan harga teramat mahal kepada para korbannya lewat blackmail. Target mereka biasanya perusahaan-perusahaan besar.
ad6066c21f43814ab75b1db1d0f087e7

5. Tato

Satu ikon terkenal dari Yakuza adalah tato yang memenuhi seluruh tubuh mereka. Mereka menggunakan metode tradisional Jepang untuk membuat tato, yang dikenal sebagai irezumi. Tato ini sebagai tanda keberanian melawan rasa sakit atas metode pembuatan tato di tubuh. Umumnya tato bergambar naga, pegunungan, dan perempuan. Menariknya, tato ala Yakuza kini disenangi oleh orang-orang yang tak ada kaitan dengan Yakuza. Stigma tato pun masih melekat kuat di masyarakat Jepang. Sampai-sampai Wali Kota Osaka melarang pekerjanya menggunakan tato. Pemerintah menawarkan cara untuk menegakkan larangan itu, yakni  menghapus tato, keluar dari pekerjaan, atau cari pekerjaan lain di perusahaan swasta.
1337256000000.cached