Jepang adalah negara yang dikenal dengan tingkat kedisiplinannya yang ekstrim. Hanya 33 persen karyawan di negara sakura ini yang memanfaatkan jatah cutinya untuk berlibur. Sementara 67 persen lainnya memutuskan untuk tetap bekerja di hari libur.  Itulah sebabnya mengapa masyarakat dunia memberi “stempel” masyarakat jepang sebagai orang-orang Workaholic.

Dibalik itu semua tenyata ada fakta yang cukup mencengangkan lho Akiba Readers!
Mari kita langsung saja simak dibawah!

150206-japan_0814_2dc8db37d5cbc147ef4367aa685deaaa.nbcnews-fp-1200-800

Karoshi adalah istilah untuk kematian yang disebabkan kerja berlebihan. Jika dijelaskan secara khusus, karoshi berarti bekerja terus-menerus tanpa adanya keseimbangan dalam hidup. Kondisi ini menyebabkan seseorang menjadi menderita, stres, dan tertekan karena tak bisa mengekspresikan keinginan hatinya.
Menurut data kementrian tenaga kerja di Jepang. Faktanya ribuan orang jepang meninggal karena karoshi. Karoshi merupakan sebuah fenomena yang mengerikan dimana seseorang bekerja selama 14 jam sehari selama seminggu penuh. Malahan terdapat orang Jepang yang terkena karoshi kemudian bekerja selama 80 hari berturut-turut.

Fenomena “mengerikan” ini sudah lama terjadi di Jepang, yaitu semenjak tahun 1980-a. Dimana pada saat itu terjadi ledakan ekonomi yang mendorong penduduk disana untuk semakin produktif.

Sebuah survei pada tahun 2004 oleh International Labour Organization mengungkapkan bahwa lebih dari enam juta orang Jepang bekerja rata-rata lebih dari 60 jam per minggu.
Biasanya orang yang meninggal karena Karoshi ini disebabkan oleh 2 hal yang paling umum yaitu karena serangan jantung  dan juga masalah pada otak. Dan masalahnya, biasanya orang-orang tersebut tidak mempunyai masalah dengan kedua penyakit diatas sebelumnya.

Orang Jepang

Menurut data, mulai tahun 1992 – 2008, sebanyak 213 orang pekerja asing yang bekerja di Jepang meninggal dan 67 orang diantaranya meninggal karena serangan jantung dan masalah pada otak yang merupakan salah satu penyebab dari Karoshi.

Dan menurut catatan yang ada, para pekerja asing yang meninggal tersebut, rata-rata mempunyai “rekor yang cukup tinggi” untuk jam kerja lemburnya yaitu sekitar 200 jam per bulan. Kalau dihitung bila kerja mereka dari Senin sampai Jum’at berarti setiap hari mereka lembur itu sekitar 8 jam. Karena terlalu “keras” berkerja, orang-orang di Jepang tak punya banyak waktu untuk tidur. Akibatnya banyak sekali orang yang mengantuk di kereta dalam perjalanan ke tempat kerja setiap hari.

Baca Juga: Ternyata Ini Rahasia Kepintaran Orang Jepang

Beberapa orang bahkan tidur sambil berdiri, tidur di tempat-tempat umum, dan tak seorangpun tampak kaget oleh pemandangan ini.

Karoshi biasanya menyerang pekerja laki-laki, akan tetapi trend kerja keras yang di mulai pada tahun 1970 sampai sekarang ini sudah menjalar ke perempuan. Korban Karoshi pun memiliki usia rata-rata 20 tahun. Keluarga korban Karoshi berhak mendapatkan kompensasi pertanggungan dari perusahaan yang bersangkutan.

3bfa1e2c-f97b-11e5-91e4-cb0759506578_1280x720

Padahal Jam kerja standar di Jepang sekitar 40 jam dalam seminggu, akan tetapi masih banyak orang jepang yang melebihi ketentuan standar jam kerja.

Negara yang memiliki budaya unik ini memang tak mempunyai rasa ampun bagi mereka yang mau bekerja disana. Bayangkan, jam kerja di Negara Jepang sangat lama sekali, hal itu membuat orang-orang Jepang juga sulit untuk bersosialisai apalagi rekreasi piknik.