Negara maju di wilayah bagian Asia adalah Jepang. Ya, Jepang merupakan negara terdepan di bidang teknologi. Berbagai perangkat modern nan canggih bisa kita temukan di sana. Mulai dari fasilitas umum seperti alat transportasi, hingga ke sarana medis yang penting dan sangat vital. Selama ini, Jepang adalah tujuan utama berobat dari penduduk negara lain. Rumah sakit di sana memiliki perlengkapan yang mumpuni sehingga pengobatan bisa berlangsung dengan sangat baik. Tapi, mesti diingat, Negeri Bunga Sakura adalah tempatnya sesuatu yang unik. Menariknya, ada fakta mengenai kesehatan di negara itu yang bisa bikin kita mengernyitkan dahi karena heran.
 
Bagi Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian yang ingin pergi ke Jepang dan menetap lumayan lama di sana, tapi takut bakal sakit juga bingung bagaimana berobatnya, maka bacalah tuntas ulasan ini. Telah ada daftar 6 fakta mengenai kesehatan di Jepang yang mengejutkan dan tidak pernah kita sangka sebelumnya. Ayo, simak selengkapnya di bawah ini! 😀
 
Biasanya dokter dianggap sebagai pelayan kesehatan masyarakat. Seorang dokter bekerja di bawah tekanan para pemegang saham atau owner (pemilik) dari sebuah rumah sakit tempatnya bekerja. Oleh sebab itu, para dokter selalu berusaha ramah dan baik hati. Mereka akan memberi jawaban di setiap pertanyaan pasien serta terkadang memenuhi permintaannya. Para dokter juga tidak boleh berkata kasar, bersikap tidak sopan, serta mempunyai watak ketus. Apalagi, sampai membuat pasien marah dikarenakan tidak melayani dengan sepenuh hati. Ini akan membuat nama sebuah rumah sakit menjadi jelek dan bisa berdampak pada pemecatan.
 
Namun, di Jepang, dokter adalah dewa! Memang mengejutkan mengenai fakta kesehatan yang pertama ini, tapi begitulah kenyataannya. Jika Minna-san pergi berobat ke sebuah rumah sakit di sana, maka dijamin tidak bisa terlalu bebas saat memasuki ruangan dokter untuk diperiksa. Bahkan, bertanya hal tidak penting dan minta dilebihkan dosis obat kepada seorang dokter adalah hal yang dianggap tidak sopan. Kalian hanya dapat duduk, menjawab pertanyaan, memberikan keluhan sesuai yang diminta, lalu keluar. Meski begitu, para dokter di sana semuanya profesional. Tentunya, keamanan kita sebagai pasien lebih terjaga.
 

2. Atur Jadwal Berobat Sendiri

Jepang merupakan negara yang super sibuk. Waktu begitu amat berharga bagi para penduduknya. Oleh sebab itu, meski sebuah klinik atau rumah sakit mempunyai jadwal buka yang tetap, kalian mesti mengatur waktu sebelum pergi berobat. Seringnya ramai antrean pasien pastinya membuat Minna-san harus menunggu lumayan lama. Apalagi, ada kemungkinan dokter ahli yang dibutuhkan juga sedang tidak ada di tempat. Bagaimana pun, kita wajib menetapkan waktu sebelum pergi ke klinik atau rumah sakit untuk berobat. Hal ini agar rencana kita berjalan dengan lancar dan tidak ada waktu yang terbuang percuma. Minna-san yang akan pergi ke Jepang mesti ingat fakta mengenai kesehatan yang satu ini, ya.
 
Tambahan informasi. Di Jepang, sebuah tempat pengobatan medis umum, seperti rumah sakit dan klinik, biasanya mempunyai jadwal buka setiap hari Senin sampai Jumat, pada jam 09.00 hingga 17.00 kemudian tutup. Tapi di rumah sakit besar, tak jarang diberlakukan jam malam atau buka selama 24 jam. Untuk pengobatan alternatif yang nonformal, jadwal buka bisa mencakup hari Sabtu dan Minggu serta jam kerja tidak menentu. Akan tetapi, untuk klinik atau rumah sakit besar di Jepang juga ada yang buka selama tujuh hari berturut-turut dan 24 jam nonstop. Tentu dengan jumlah pegawai yang tak sedikit sehingga memerlukan pembagian waktu kerja atau ‘ship’.
 

3. Prosedur Pemeriksaan yang Mengerikan

Akiba-kei dan Akiba-chan sekarang sedang tinggal di Jepang? Maka seribu kali lebih takutlah ketika terserang flu daripada harus mengunjungi dokter gigi. Ya, karena prosedur pemeriksaan flu di sana ‘sedikit’ terasa mengerikan. Bagaimana tidak? Pasien disuruh membersihkan hidungnya terlebih dahulu, diminta untuk tenang dan rileks, lalu sebuah tongkat fleksibel yang panjang akan dimasukkan melalui hidung hingga menekan bagian dalam. Setelah menyentuh rongga saluran pernapasan, maka tongkat fleksibel tersebut diputar-putar sejenak, lalu dikeluarkan. Entah fakta mengenai kesehatan ini membuat pasiennya merasakan sakit saat melakukan pemeriksaan atau tidak, tapi melihatnya saja bikin merinding.
Baca juga: Chocolate Nipples, Varian Unik Yang Hanya Bisa Kalian Temui Di Jepang

4. Mengurus Asuransi Kesehatan

Fakta mengenai kesehatan yang nomor empat adalah mudahnya mendapatkan asuransi kesehatan di Jepang. Jika Minna-san menetap di sana dan memiliki visa selama lebih dari tiga bulan, maka mengurusnya pun akan sangat gampang. Kalian tidak harus menunggu lama saat proses asuransi kesehatan diajukan. Hanya memakan beberapa hari atau minggu saja, asuransi kesehatan yang dikeluarkan pemerintah atau dari tempat kalian bekerja bisa didapat. Dengan ini, berobat pun menjadi lebih murah dan bisa diaplikasikan pada semua rumah sakit di Jepang. Keren, bukan? Tidak ribet dan menunggu waktu lama. Beda jauh kalau dibandingkan dengan–uhuk–bikin KTP di Indonesia.

 

5. Vending Machine Berisi Kondom

Fakta Mengenai Kesehatan Akiba Nation
Tahu Vending Machine kan? Itu lho, mesin jual otomatis yang berbentuk persegi. Jika kita masukkan uang koin ke dalamnya, lalu menekan tombol dari barang yang diinginkan, maka barang tersebut spontan akan menggelincir keluar. Biasanya, Vending Machine berisi permen karet, cokelat, atau minuman kaleng. Tapi di Jepang, Vending Machine bisa berisi kondom. Lucunya, mesin jual otomatis yang isinya ‘pengaman’ ini bisa ada di mana saja, termasuk tempat-tempat yang ramai. Bahkan, rasa, bentuk, merek, dan karakteristik dari kondom yang disediakan pun bermacam-macam sehingga kita bisa memilihnya secara bebas tanpa perlu malu.

6. Masker is Everywhere

 
Benar sekali, penduduk Jepang sangat peduli dengan kesehatan mereka. Oleh sebab itu, di setiap kesempatan bepergian dari satu tempat ke tempat lain dengan jarak lumayan jauh, maka orang-orang di sana akan mengenakan masker. Beda dengan orang Indonesia yang sering pakai masker untuk ‘gaya-gayaan’, di sana masker memang digunakan sebagai perlindungan dari penyakit yang mungkin dapat menular lewat embusan napas. Masker yang sering dipakai pun bukanlah masker yang bergambar karakter atau memiliki warna sesuai keinginan si pemakai, melainkan masker hijau medis yang umum.
 
Itulah 6 fakta mengenai kesehatan di Jepang. Semoga bisa menambah wawasan Minna-san tentang Negeri Bunga Sakura dan bermanfaat saat mengunjunginya nanti. Sampai jumpa di artikel menarik selanjutnya! 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here