Publik Indonesia sekarang sedang diramaikan dengan perilisan film live-action Ghost in the Shell di bioskop. Film produksi DreamWorks ini dibintangi oleh aktris cantik Scarlett Johansson sebagai tokoh utama dalam cerita. Diadaptasi dari manga jadul karangan Masamune Shirow, memunculkan sebuah fakta Ghost in the Shell yang mana menunjukkan ciri khas unik dari kebanyakan film laga. Hal inilah yang membuat movie Ghost in the Shell ‘meledak’ di pasaran. Banyak orang yang antre di bioskop demi mendapatkan tiket menontonnya.
Fakta ghost in the shell.

Scarlet Johansson sendiri yang mendapat peran utama dalam movie Ghost in the Shell 2017 merupakan aktris papan atas Hollywood. Namanya terkenal setelah memainkan perannya sebagai Black Widow dalam film The Avengers. Dan kini, Ghost in the Shell membuat namanya tambah dikenal orang. Setelah tanggal perilisan film live-action yang dibintangi wanita seksi tersebut diumumkan baru-baru ini, ternyata ada fakta yang menjadi bahan perbincangan para penonton.

Berikut adalah 7 fakta Ghost in the Shell yang sedang hangat-hangatnya dijadikan topik obrolan di kalangan netizen. Minasan wajib nyimak biar enggak dibilang ‘kudet’. Mari baca ulasannya di bawah ini! 😀

1. Kontras Dengan Versi Anime dan Manga

Fakta Ghost in the Shell.

Bagi Akiba-chan dan Akiba-kei yang khawatir tidak bisa memahami jalan cerita film live-action Ghost in the Shell karena belum membaca manga dan menonton anime-nya, maka mulai dari sekarang hapuslah kekhawatiran tersebut. Sebab pada kenyataannya, terdapat banyak perbedaan dalam film adaptasi animanga satu ini. Semuanya dirombak besar-besaran. Mulai dari tokoh dan alur cerita. Bahkan, nyaris seluruh aspeknya berbeda dengan sumber aslinya serta tidak berkaitan sama sekali. Hal ini menjadikan movie tersebut terbilang kontras dengan versi manga dan anime-nya.

Beragam komentar positif dan negatif dari netizen menanggapi perbedaan tersebut. Sebagian menyatakan ketidaksukaannya karena membuat movie Ghost in the Shell yang diproduksi DreamWorks terlalu mengada-ada. Mereka bahkan berkata bahwa film live-action hasil adaptasi animanga satu ini mencoreng nama besar Masamune Shirow sebagai pengarangnya. Namun, sebagian lagi menyatakan bahwa mereka menikmati gubahan yang dilakukan pihak Hollywood dan membuatnya jadi terasa tidak monoton. Tindakan ini diyakini memperbarui Ghost in the Shell yang terbilang franchise jadul.

2. Film Adaptasi Animanga Kesekian dari Hollywood

Ghost in the Shell bukanlah proyek film adaptasi animanga yang pertama buatan Hollywood, melainkan entah yang keberapa. Sebelumnya, Hollywood pernah memproduksi film adaptasi animanga seperti Dragon Ball, Oldboy, dan Fist of the North Star. Film-film tersebut dirilis dengan hasil pencapaian yang bisa dikatakan cukup buruk. Hingga hari ini, belum ada movie live-action karya Barat yang berhasil memuaskan hasrat para penggemar anime dan manga. Meski begitu, Hollywood tetap berusaha mencoba. Franchise Jepang terkenal yang diincar selanjutnya adalah Naruto.

3. Dicurigai Akan Buruk Kualitasnya

Ketika pihak DreamWorks mengumumkan rencananya untuk menyuguhkan animanga Ghost in the Shell dalam versi live-action, banyak penggemar yang mencurigai kualitasnya akan buruk. Beberapa fans fanatik bahkan terang-terangan menyatakan ketidaksetujuannya dan berusaha menghentikan rencana proyek pembuatan film tersebut. Namun karena DreamWorks tetap ‘keukeuh’ dengan pendiriannya, ditambah lagi Kodansha dan I.G Production yang memegang hak cipta animanga Ghost in the Shell memberi lampu hijau, usaha pemberhentian tidak berlanjut. Namun, pendapat ‘menyerang’ tetap saja dilontarkan oleh mereka yang tidak suka atas rencana DreamWorks.

Baca juga: Anime Terbaru 2017 Spring Paling Wajib Nonton

4. Penuh Amanat serta Filosofis

Walaupun konsepnya terbilang cukup liar, akan tetapi menjadi fakta Ghost in the Shell yang tidak terbantahkan bahwa filmnya penuh akan amanat. Ada banyak dialog, adegan, dan unsur intrinsik yang membuat penonton jadi memikirkannya juga setelah menontonnya sampai habis. Salah satu contohnya adalah tentang potenai umat manusia yang musnah akibat teknologi ciptaan sendiri. Hal ini tentu menjadi pertanyaan tersendiri bagi siapa yang menontonnya. Selain itu, visualisasi yang terkadang menampilkan sisi filosofis menjadikan segalanya terasa indah sekaligus bermakna.

5. Tokoh Utama Bukan Motoko Kusanagi

Banyak penggemar yang kecewa setelah terpilihnya Scarlet Johansson yang memerankan tokoh utama dalam film Ghost in the Shell. Mereka berpikir seharusnya aktris asal Jepang-lah yang layak ditunjuk sebagai Motoko Kusanagi, bukan dari Barat. Pasalnya, Motoko sendiri dalam versi animanga diceritakan sebagai cyborg yang otaknya diambil dari seorang wanita Negeri Bunga Sakura. Scarlet Johansson yang merupakan aktris berkewarganegaraan Amerika tentunya memiliki penampilan berbeda dengan tokoh utama yang Asia, seperti warna kulit dan wajah.

6. Tidak Fokus Pada ‘The Major’

The Major merupakan sebutan tokoh utama dalam cerita, yang mana diadaptasi dari Motoko Kusanagi. Meski begitu, nyatanya fakta Ghost in the Shell membuktikan bahwa cerita tidak terfokus pada The Major saja. Melainkan karakter seperti Batou (Pilou Asbaek) dan Daisuke Aramaki (Takeshi Kitano) juga tidak jarang disorot karena turut berperan penting dalam alur film ini. Bagi Akiba-chan dan Akiba-kei yang belum tahu, Batou dalam versi animanga merupakan partner dari The Major. Ia peduli terhadap hal-hal kecil yang dilalaikan oleh Motoko. Sedangkan, Daisuke Aramaki adalah adalah pimpinan dari Section 9 yang berpengaruh besar dan sangat peduli terhadap bawahannya.

7. Lama Diberi Izin Produksi

Butuh perjuangan yang panjang bagi para produser Hollywood untuk bisa mewujudkan proyek film Ghost in the Shell dalam versi live-action. DreamWorks dan Steven Spielberg bahkan mesti mengerahkan seluruh tenaganya dalam meminta izin produksi pada pihak Kodansha yang menerbitkan manga Ghost in the Shell karya Masamune Shirow dan Production I.G yang menayangkan versi anime-nya. Hingga pada akhirnya, di tahun 2008, pihak yang memegang hak cipta mau bekerja sama untuk memberikan izin produksinya. Proyek ini bahkan memerlukan waktu 9 tahun pengerjaan untuk bisa dinikmati publik.

Itulah 7 fakta Ghost in the Shell yang sekarang tengah menjadi perbincangan hangat para penontonnya. Bagaimana menurut Minasan? Kira-kira bakal menyempatkan diri untuk nonton juga enggak nih? 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here