Sekuhara menjadi masalah yang suka terjadi di Jepang, dan juga bisa terjadi dalam dunia entertainment dan bahkan juga dunia animanga. Contohnya adalah kasus salah satu staff studio anime Gainax beberapa waktu lalu yang melakukan sekuhara pada seorang calon seiyuu muda. Dan baru-baru ini muncul update akan kasus lama itu, dimana Maki Tomohiro sang staff Gainax tersebut dikabarkan telah dihukum penjara.

Gainax adalah studio anime yang terkenal sebagai pembuat dari seri anime mecha original macam Neon Genesis Evangelion, Gunbuster, Tengen Toppa Gurren Lagann. Tapi selain anime original mereka juga kadang membuat anime adaptasi manga, contohnya manga Kare Kano, Oruchuuban Ebichu, dan Hanamaru Youchien.

Akan tetapi muncul berita yang tak mengenakkan pada bulan Desember 2019 lalu, dengan Maki Tomohiro yang berposisi sebagai  direktur perwakilan studio Gainax sejak 2015, ditangkap oleh polisi. Dan alasan penangkapannya adalah karena ia melakukan pelecehan seksual pada gadis muda yang seorang calon seiyuu.

Gadis calon seiyuu tersebut dikatakan telah menandatangani kontrak pengisi suara melalui perusahaan produksi yang ditangani oleh Maki. Menurut laporan polisi dikatakan kalau gadis tersebut telah dilecehkan oleh Maki total sebanyak empat kali pada bulan Februari 2019, dan juga melapor pihak polisi dalam bulan yang sama.

Maki mendatangi asrama yang ditempati calon seiyuu tersebut, dan ia mengambil foto telanjang gadis itu dengan alasan “untuk mempersiapkannya masuk industri hiburan” dan juga menggrepenya dengan alasan memijit kakinya karena terlihat bengkak.

Setelah penangkapannya dalam bulan yang sama, Maki mengundurkan diri dari studio Gainax bersama beberapa anggota lain. Kini beberapa bulan telah lewat, dan diberitakan kalau Maki Tomohiro diberi hukuman penjara selama dua setengah tahun karena melakukan pemaksaan tindakan seksual.

Sang korban memberikan komentar, mengatakan ia merasa naif saat dikatakan kalau ia akan mendapatkan promosi jika memberikan foto telanjang dan pijat tak senonohnya, dan ada kalanya ia menolaknya. Ia juga merasa gugup dalam waktu antara penangkapan sampai hukumannya, dan berharap tak ada yang akan merasa menderita sepertinya.