Evolusi Nintendo dari Zaman ke Zaman ~ part 2

Setelah bermain – main dengan konsol rumahan, Nintendo mendapatkan wahyu untuk menciptakan kesenangan yang lebih mobile. Adalah Yokoi Gunpei, pentolan engineer terkemuka dari Nintendo, yang mendapati pemandangan seorang pekerja kantoran di kereta yang sedang bermain – main dengan kalkulator sembari bergelut dengan kebosanan. Inspirasi-pun menamparnya sekeras – kerasnya: menciptakan miniature mesin game!

yokoi
Yokoi Gunpei ~ Orang ‘iseng’ yang menemukan ide mini game portable.

Pada akhirnya, tongkat estafet jagad hiburan elektronik di Jepang diteruskan oleh mesin game seri terbaru, dari color tv game (baca evolusi nintendo part 1) ke game and watch. Menetas pada tahun 1980, perangkat yang bisa dipeluk mesra oleh satu genggam tangan ini menghebohkan para pecandu game yang tidak bisa hidup berlama – lama tanpa memainkan sesuatu. Game and watch memperkenalkan diri sebagai mesin game portable pertama karya Nintendo.

Nintendo Game and Watch mengadopsi teknologi yang diterapkan oleh kalkulator. Untuk urusan daya suplainya diserahkan pada baterai kancing sedangkan tampilan visual terpampang sederhana pada LCD monokrom. Asal boleh tahu, LCD macam itu sudah menjadi kemewahan tersendiri pada zamannya. Untungnya dulu yang dilihat ama penciptanya orang lagi mainan kalkulator, jadi cuma segede kalkulator. Kalo yang pas diliat orang mainan kulkas bisa – bisa game and watch segede kulkas, he..he….

 

Silver Series

Awal – awal perilisan ke publik, Nintendo Game and Watch hanya dilengkapi sepasang tombol, masing – masing menempati sebelah kiri dan kanan layar. Game pertama yang mendapat kehormatan adalah ‘ball’. Berduet dengan tombol ‘left’ untuk dan ‘right’ untuk memerintahkan karakter bergerak ke arah kanan maupun kiri untuk menjaga bola – bola di udara agar tidak jatuh, game ini pun nggak kalah nagih dengan game – game lainnya, bahkan, hingga saat ini. Makanya pada tahun 2009 perangkat ini ‘bereinkarnasi’ kembali (reissued) dalam bentuk serupa. Game ini pun menjadi pembuka dari seri game and watch berjuluk silver series. Melihat sejenak tampilan luarnya, maka tak perlu dijelaskan lagi mengapa produk ini dijuluki demikian.

Nggak cuma satu game doank, dalam jangka tahun 80’, Nintendo juga merilis beberapa jenis permainan berbeda, yakni flagman, vermin, fire, dan judge. Tentunya untuk satu game diwakili oleh satu perangkat. Jadi kalo kita mau mencicipi game berbeda, kita juga harus membeli perangkat baru yang memuat game tersebut dari pabrikannya. Waduh, kalo ditabung, lama – lama bisa buat pergi haji tuh!?

monocromatic fantastic!!

 

 

Gold Series

gold_series

Menatap tahun 1981, silver series di up-grade ke gold series (sebenarnya saya nungguin yang aluminium series karena lebih awet dan murah, he..he..). Seri ini menjejakkan langkah pertama dengan game ‘manhole’. Tombol utamanya pun beranak – pinak dari hanya dua menjadi empat buah (wah, nih tombol ikut program KB kali ya). Akan tetapi tombol kembali disederhanakan menjadi dua buah seperti semula pada game helmet. Sebenarnya hal tersebut bukan kemunduran, namun hanya menyesuaikan pada gameplay permainan tersebut.

 

 

 

Wide Screen Series

Hanya menjatah tiga game pada seri 24 karat (gold), Nintendo nampaknya sudah kebelet untuk menuntaskan hasrat penyempurnaan. Alhasil di tahun yang sama generasi penerus sudah memunggungi generasi lama. Hadir dalam layar lebih luas yang memuaskan indra penglihatan, Wide Screen series merengguk sukses yang lebih luas pula. Kalau kebanyakan seri Gold and Silver cuma menembus penjualan dalam ratusan ribu, maka seri Wide Screen series rata – rata bisa menembus juta-an unit!  Trik dari pelebaran layar itu sendiri terletak pada pemindahan posisi tombol game A, game B, dan Time pada bawah layar ke area sudut atas kanan dari papan perangkat. Dengan pemanfaatan ruang yang lebih efektif, layar pun mendapat jatah lebih untuk ‘unjuk gigi’. Mario Bros, karakter game legendaris, muncul pertama kali dalam game portable pada seri ini (Super Mario Bros). Seri ini juga identik dengan game popeye dan mickey mouse yang memang dimasukkan guna menarik pasar internasional, terutama barat. Meskipun akhirnya agak bermasalah dengan lisensi tokoh – tokoh ciptaan barat, toh masih ada game andalan lainnya yang menggunakan  karakter original, semisal Octopus. Dibuka dengan game parachute dan ditutup dengan game Mario the juggler, semasa masa produksi dari tahun 81 hingga 91, total sudah ada 15 jenis game yang sudah ikut meramaikan.

easy to hold, easy to play….

 

 

 

Multi Screen Series

Kayaknya abang Nintendo emang nafsu banget bikin inovasi. Berselang setahun dari kemunculan Wide Screen Series, si Abang menggandeng seri selanjutnya bertajuk Multi Screen Series. Udah ketebak dari namanya, inovasinya berupa layar ganda pada satu perangkat. Perombakan tidak hanya terjadi pada urusan layar belaka, tapi urusan tombol juga nggak luput. Pada seri buka – tutup  ini lah pertama kali D-pad (directional pad) atau tombol arah diaplikasikan Nintendo. Selain jauh lebih leluasa, layar LCD-nya juga memiliki latar belakang berwarna yang membuat tampilan game menjadi lebih segar di mata. Selain anatomi yang menyerupai laptop, ada juga yang hadir dalam bentuk abnormal. Lirik aja ke game Mario Bros yang hadir dalam format seperti buku. Riwayat hidup seri satu ini adalah dari 1982 ke tahun 1989. Mirip dengan si layar besar (Wide Screen), total juga ada 15 game yang berpartisipasi. Diantara kumpulan permainan tersebut, paling populer sih dipegang oleh Donkey Kong.

vertikal multi screen ~ donkey kong
game_watch
horizontal multi screen ~ mario bros


 

 

Table Top Series

Yang satu ini bener – bener brutal. Kalau melihat seri yang satu ini, kita seperti melihat versi cebol dari mesin ding – dong. Dengan bodi yang cukup bongsor, maka perangkat ini makin doyan makan energi. Oleh sebab itu, untuk memainkan mesin game yang satu ini, kita harus siap sedia baterai D cell (seukuran baterai senter yang besar). Mungkin kalian tidak akan menemukan mobilitas yang dipraktekkan dengan mudah pada seri berukuran normal, namun bukan berarti kesenangan bermain game tereduksi. Usut punya usut, kalian bisa menikmati teknologi CLCD (Color LCD) pada mesin game portable jumbo ini yang berarti display gambar yahud. Selain itu tombol joystick dan sound effect yang lebih rancak siap membumbungkan si pemain seakan – akan mereka bermain dengan mesin ding – dong di games area. Si seri raksasa dirilis tahun 1983 dengan total 5 jenis game dirilis. Taruh di meja, nyalakan dan makan, eh…,mainkan!

dapur pacu table top ~ slot untuk baterai D cell

 

 

Panorama Series

Di tahun yang sama dengan Table Top Series, hadir lagi percobaan unik dari Nintendo. Kali ini merupakan hybrid (persilangan) dari spesies game and watch genggam dengan table top. Akibatnya para pencinta game dibuat penasaran dengan teknologi layar berwarna digabung dengan mobilitas. Sebelum display grafik sampai ke mata, terdapat cermin yang memantulkan gambar dari layar utama. Dengan demikian bermain di bawah cahaya yang terik tidak lagi menjadi masalah, alias anti silau men! Jika kamu menemukan seri ini di jalan (ngarep banget ya..), jangan dibuang. Gara – gara sangat langka, harganya saat ini bisa setinggi langit lho….

Nintendo_Game_&_Watch_Mickey_Mouse
Mirror under the screen~ memantulkan gambar pada layar utama.

maxresdefault

 

 

 

Super Color Series

Game_and_Watch_Super_Color_Flyer_01

Tahun 1984, muncul penampakan tipe tak kalah aneh. Mirip dengan pager, perangkat ini menyuntikkan teknologi latar yang berwarna. Ketika perangkat ini dimatikan, kita akan melihat jejak warna pada layar sehingga menguak sisi artistik tersendiri. Ada dua jenis game yang diluncurkan pada seri ini. Pertama adalah Spitball Sparky dengan ciri jejak ‘pelangi’ horizontal dan Crab Grab dengan ciri jejak ‘pelangi ‘ vertical.

Game_and_Watch_Super_Color 2

color
Pilih Grab Crab, atau Spitball Sparky?
Spitball_Sparky_-_Game&Watch_-_Nintendo
Rainbow trace~ tetap menarik meskipun dalam keadaan mati.

 

 

Micro Vs. System Series

Game_and_Watch_Micro_Vs_System_Flyer_01

Nintendo benar – benar hiperaktif dalam berkarya. Di tengah – tengah hingar bingar seri – seri sebelumnya yang belum mereda, entah diundang dari mana, muncul lagi versi yang baru dan berbeda. Versi itu adalah Game and Watch Micro vs. Bermodal 2 joypad yang ‘nyangkut’ permanen pada mesin game via kabel, kesenangan bermain game portable tidak lagi melulu dimonopoli sendiri. Umur produksinya tak panjang, hanya dalam kurun waktu 1984. Boxing (Punch Out), Donkey Kong 2, dan Donkey Kong Hockey menjadi varian permainan yang bisa dipilih untuk dimainkan.

boxing
Diciptakan untuk ‘duel’ dimana saja.
donkey
Siapa bilang game portable cuma bisa dimainkan sendiri?
open
Efficient design~ tempat khusus unutuk joypad

 

 

Crystal Screen Series

game_watch_balloon_fight_crystal_screen
Crystal Series ~ glossy entertainig stuff

Liat – liat dari namanya sih, seri ini kudunya cukup mewah. Ya memang. Kemewahan dari seri crystal adalah permukaan layar yang dilapisi oleh kaca dengan teknologi crystal screen yang membuat gambar lebih jernih. Hal ini mengukuhkan kelas tersendiri dibanding seri pendahulu yang hanya menggunakan palstik sebagai layar. Dalam urusan tombol kontrol tak banyak yang berubah, hanya memang tampilan yang glossy punya sensasi tersendiri. Dilempar ke pasar hanya pada tahun 1986, 3 game remake dari Wide Screen Series (Super Mario Bros, Climber, dan Ballon Fight) menemani pengguna tipe mewah ini.

 

 

Mini Classic Series (Single and Multi Screen)

nintendo_mini_classic_games

Ukuran perangkat ini benar – benar menggambarkannya sebagai generasi paling bontot diantara saudara – saudara tuanya. Si single screen lahir di tahun 88′ sedangkan si multi screen menyusul sepuluh tahun kemudian pada 98′. Biar kata cocok untuk gantungan kunci, untuk nge-game pun performanya nggak kalah cihuy. Punggawa – punggawa andalan Nintendo macam Donkey Kong dan Mario Bros disiapkan untuk merecoki dalam game Super Mario Bros, Donkey Kong, Donkey Kong Jr., dan Mario’s Cement Factory. Itu masih untuk yang single screen, yang multi screen lebih beragam lagi.  Malahan di versi modernnya, sudah hadir si layar tunggal mini dengan game yu- gi-oh sampai spiderman. Asik seru tuh!  Tampilan fisiknya mirip Gameboy namun minus tombol start, select, dan B. Membawa si bungsu kemanapun jelas bukan masalah, bahkan mungkin nggak akan terasa waktu dikantungin. Dibalik tubuh mungilnya, terdapat kesenangan yang melimpah – ruah.

nintendo_mini_games
Single screen of mini series

 

gamewatch
Multi screen mini game & watch

Source: n-styles, frog-port, sogi, showagamer, oldgame, mobile01

Baca juga: Evolusi Nintendo part 1