Bulan telah berganti dari April ke Mei. Musim anime memang masih termasuknya sama, tapi bagi negara Jepang dan masyarakatnya secara keseluruhan, pergantian bulan April Mei 2019 ini adalah momen yang begitu luar biasa. Karena saat ini juga merupakan pergantian era di Jepang. Akhirnya era Heisei ditutup dengan penurunan Tahta Kaisar Akihito, dan kini era baru, Reiwa, telah resmi dimulai di Jepang.

Penutupan dari era Heisei telah dipersiapkan dari beberapa waktu lalu, sampai ada juga konser lagu penyanyi Miura Daichi yang menyanyikan lagu yang ditulis oleh Kaisar Akihito dan dikomposisikan oleh Permaisuri Jepang Michiko untuk merayakannya.

Lalu titik puncak dan acara utamanya, adalah upacara penurunan tahta dari Kaisar Akihito, yang dilakukan pada tanggal 30 April kemarin. Acara tersebut diadakan di Matsu no Ma atau Pine Hall dari Istana Kekaisaran yang terletak di Tokyo.

Kaisar Akihito hadir disitu bersama Permaisuri Jepang Michiko dan anggota keluarganya yang lain. Acara tersebut juga membawakan Tiga Pusaka Keramat Jepang, yang ditutup dengan kain karena hanya Kaisar dan pendeta yang boleh melihatnya.

Dalam upacara tersebut hadir juga Perdana Menteri Jepang Abe Shinzou, yang membacakan ungkapan rasa terima kasihnya kepada Kaisar Akihito yang telah memerintah negara Jepang sejak tahun 1989. Akihito sendiri juga memberikan ungkapan resmi terakhirnya sebagai Kaisar Jepang.

Ia mengatakan, “Hari ini posisi saya sebagai Kaisar telah berakhir. Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada sentimen yang dikatakan Pak Abe sebagai perwakilan rakyat Jepang. Saya gembira karena dalam 30 tahun sejak naik tahta, saya melakukan peran saya sampai bisa mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan orang-orang.

Dari lubuk hati yang terdalam, saya ucapkan rasa terima kasih yang telah mendukung dan menerima saya sebagai simbol negara Jepang. Besok era Jepang baru, Reiwa, akan dimulai, dan saya beserta Permaisuri Michiko berharap ini akan menjadi era yang damai dan berlimpah, dan kami berdoa akan kebahagiaan dan perdamaian negara kami dan orang-orang di seluruh dunia”.