Sudah memasuki bulan Mei nih, tentu saja kita semakin dekat dengan salah satu event bertema Jepang yang paling di tunggu tidak hanya di Jakarta melainkan di Indonesia. Dan seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, Ennichisai 2016 kali ini akan menawarkan tema yang cukup unik dan berbeda. Tema event yang bertempat di area Blok M ini merupakan ENNICHISAI MIRACLE – The Power of Love. Dan tentu saja melalui tema cinta tersebut, tentu saja tidak hanya sebagai title event yang satu ini, melainkan juga terdapat sebuah konsep unik yang melatar belakangi pemilihan Tema tersebut.

Ennichisai yang identik dengan sebuah sajian budaya Jepang di perhelatan ke tujuh nya kali ini, ENNICHISAI 2016 akan menyelipkan suatu “pemanis” yang sejalan dengan tema ENNICHISAI MIRACLE – The Power of Love. Ennichisai akan menyuguhkan konsep unik yang berbeda, akan ada 3 zona giant love board yang akan tersebar di 3 titik di area little Tokyo blok M, pengunjung dapat menuliskan pesan cintanya kepada orang tersayang mereka yang akan di tempelkan di Giant Love Board, setelah itu pengunjung membayarkan uang donasi sebesar Rp 10,000 untuk mendapatkan 1 gelang dari 4 warna yang berbeda. Yang menarik adalah khusus gelang berwarna pink, hanya diperuntukan bagi seseorang yang berstatus single. Sebagian dari uang hasil Love Board ini akan didonasikan kepada korban gempa prefektur kumamoto di Jepang.

Dan seperti pada artikel Sebelumnya dimana Ennichisai 2016 masih akan mempertahankan 2 Stage ikonik nya yang akan di isi oleh hiburan baik dari Tradisional Culture maupun Pop Culture. Dan di tradisional Stage sendiri yang terdiri dari penampilan Hiroaki kato hingga street performance seperti “Mikoshi”, “Wadaiko”, “Eisa”, “Shamisen”, “Koto” “Yosakoi Contest”, “Nihon Buyou”, “Oiran Dochu” dan “Shishimai”. Dan tidak hanya itu Ennichisai 2016 juga akan semakin meriah dengan kehadiran Guest Performance dari Jepang yaitu BONTEN (Wadaiko), Ogawa Daisuke (Wadaiko), Ito Keisuke (Shamisen), dan Kajimai (Eisa).

Wadaiko merupakan perkusi tradisional Jepang yang menimbulkan bunyi gemuruh. Di Ennichisai 2016, kelompok BONTEN taiko mengutus Kobayashi Masataka dan Kobayashi Momo untuk menyebarkan pesan tentang keindahan hidup. Selain itu akan hadir kembali Ogawa Daisuke, pemain wadaiko multitalenta. Sejak tampil di Ennichisai 2015, Ogawa jatuh cinta pada Indonesia dan menjalin hubungan secara berkesinambungan. Eisa adalah tarian dari Okinawa yang menggunakan Taiko. Kelompok U-maku Eisa Shinka Indonesia tampil di Ennichisai sejak tahun 2010 dengan membawakan konsep pertunjukan yang berbeda setiap tahunnya. Di Ennichisai 2016, kelompok Kobudo Taiko Shudan Kajimaai kembali tampil memberikan semangat melalui pertunjukan Eisa dan Kobudo (seni bela diri Okinawa). Shamisen merupakan alat musik bersenar 3 khas Jepang. Ito Keisuke akan kembali mencuri hati di Ennichisai 2016 melalui permainan Shamisennya.

Tidak kalah menarik untuk membawa sisi modern kebudayaan Jepang, Pop Culture Stage tahun ini akan disebut sebagai CLAS:H Pop Culture Stage yang akan berkolaborasi dengan event CLAS:H. Content acaranya pun sangat beragam dimulai dari CLAS:H Single Cosplay Competition, Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP), world karaoke grand prix – Indonesia Region dan penampilan SAGA, Loverin Tamburin, Love Android, Musumen, Faint Star, REDSHiFT, Yumi dan Intan Akimoto,  dan jazz pianist Rei Narita. dan masih banyak performers lainnya. Dan untuk pertama kalinya Musumen, Jazz Pianist Rei Narita, dan Loverin Tamburin akan memeriahkan pop culture stage Ennichisai tahun ini.

Jadi apakah kalian sudah menandai Kalender kalian, memasuki bulan Mei maka hanya 2 minggu tersisa untuk menikmati Tokyo Kecil di sudut Jakarta ini. Tidak perlu pergi ke Jepang untuk menikmati berbagai hiburan budaya Jepang, Ennichisai 2016 akan siap memberikan pengalaman tak terlupakan untuk kalian dengan sederetan konsep dan penisi acara mereka nih. So, See ya at Ennichisai 2016!!

Ennichisai Traditional General