Minna-san, Penulis kembali lagi nih. ๐Ÿ™‚ Apa kabar? Apakah ada yang merindukan Penulis? Hehehe… pasti tidak ada ya. *mojok di sisi kamar mandi* *nangis bombay* Ah, sudahlah, tidak merindukan Penulis juga tidak mengapa. Karena kali ini Penulis akan membawakan artikel yang sudah dijamin sangat menarik. Yaitu Eki Sutanpu, Sebutan Bagi Orang-orang Yang Hobi Mengoleksi Stempel Di Jepang.

Ya, kebanyakan orang-orang di bumi ini biasanya mempunyai hobi mengoleksi benda. Entah itu yang lazim dikoleksi semua orang, seperti miniatur tokoh anime, bukti foto selfie di beberapa tempat pariwisata lokal atau dunia, figur aksi boneka barbie, bahkan sampai prangko surat, tapi kali ini berbeda. Orang-orang di Jepang suka mengoleksi tanda cetak tinta dari sebuah stempel. Sedikit terdengar aneh ya?

Namun, hal tersebut bukanlah sebuah dongeng kebohongan semata, hobi mengoleksi cap stempel memang benar adanya di Negeri Matahari Terbit. Ihwal itu ditenggarai karena masyarakat Jepang menggunakan stempel untuk melegalisasi dokumen mereka, bukan tanda tanda tangan. Umumnya, orang-orang di negara kita, Indonesia, lebih banyak menggunakan tanda tangan sebagai legalisasi sebuah surat atau pernyataan tertentu yang bersifat individu, bukan justru stempel. Berbeda dengan masyarakat Jepang yang memiliki kebiasaan menggunakan stempel. Cukup dengan membubuhkan stempel pada dokumen, tanda persetujuan resmi pun didapat dari individu tersebut. Intinya, tanda tangan tidak terlalu dibutuhkan untuk sesuatu yang bersifat resmi di Jepang, tidak seperti Indonesia yang apapun dilakukan dengan tanda tangan. Seperti memberi persetujuan pada kertas cek dari sebuah bank, surat-surat tanah, dan acc pada berkas-berkas dokumen. Semuanya menjadi sah hanya dengan tanda tangan dari seseorang yang bersangkutan. Mungkin hal tersebut terjadi karena tanda tangan tidak seribet stempel, yang mana bisa hilang dan lupa taruh di mana, sehingga mengakibatkan keterlambatan berujung kerugian.

Capt. Alat Cap Stempel Yang Sering Ditemui

Seiring berjalannya waktu, tak hanya seseorang saja yang memiliki stempel. Namun, beberapa lokasi dan tempat wisata ternyata juga membuat stempel dengan beragam desain. Masing-masing daerah berlomba-lomba untuk membuat stempel dengan desain unik dan lucu. Sehingga, saat orang meminta stempel di tempat tersebut akan memiliki kesan yang mendalam. Hingga mencuatnya hobi mengoleksi cap stempel, hobi unik satu ini dinamai dengan Eki Sutanpu atau yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, dapat berarti Stempel Stasiun. Awalnya, pada tahun 1931 tepatnya, sebuah stasiun di Fukui menyediakan stempel bagi penumpang yang baru saja turun. Stempel tersebut menandakan bahwa orang tersebut benar-benar telah ke Fukui. Hingga akhirnya Eki Sutanpu pun meledak di Jepang dan beberapa stasiun di tempat-tempat wisata juga memiliki stempel. Stempel-stempel ini memiliki desain tempat-tempat wisata, ikon lokal, hingga tempat populer. Bahkan, kini stasiun JR juga menyediakan stempel yang berada di dekat pintu exit stasiun. Minna-san yang mempunyai hobi travelling adalah sebuah gabungan yang cocok untuk hobi satu ini juga, Minna-san bisa memilik puluhan atau bahkan ratusan Eki Sutanpu yang berbeda-beda corak nan menggemaskan, dan setiap stempel menyimpan kenangan yang sewaktu-waktu Minna-san bisa ceritakan pada orang lain. Misalnya, ketika mengunjungi Kyoto dan berenjang kesana-kemari pada kota tradisional tersebut, mencicipi banyak makanan khas Jepang, menatap pemandangan yang luar biasa indah dan tidak pernah Minna-san temui sebelumnya, bisa di-share pengalaman tak terlupakan itu sembari menunjukkan stempel stasiun Kyoto yang diterima. Menyenangkan bukan? Mengingat kita jadi punya sesuatu yang membangkitkan kenangan kala sudah tua nanti. Ya, lebih mendingan ketimbang melihat barang-barang pemberian mantan. Bikin baper (bawa perasaan) terus! *apa sih?

Buku Yang Ada Eki Sutanpu-nya
Buku Yang Ada Eki Sutanpu-nya

Hobi Eki Sutanpu dewasa ini diketahui makin menggeliat karena hobi ini dinilai lucu serta berbeda. Setiap kali mendatangi suatu tempat kita dapat berburu stempelnya, melihat cetakan tinta tersebut pada buku catatan yang kita siapkan dan memperlihatkan hal tersebut pada tersebut pada teman-teman, tanda bahwa kita benar-benar pernah mengunjungi tempat wisata ini di Jepang, bukan cuma cerita saja. Ternyata, sudah banyak lokasi di Jepang yang telah kunjungi. Orang-orang yang memiliki hobi berburu stempel stasiun ini dinamai dengan Oshitetsu. Para Oshitetsu sering berbagi cerita tentang perjalanan mereka menuju sebuah tempat wisata di Jepang, sembari memamerkan sebuah buku catatan penuh dengan deretan tanda stempel stasiun. Sekiranya, kalau Penulis tanya, bersediakah kiranya menjadi salah satu dari Oshitetsu ini? Berapa banyak dari Minna-san yang akan menjawab iya ya? Hmm…

Perlu diketahui, Eki Sutanpu semakin populer saja di Jepang lho, Minna-san. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin banyak pula tanda stempel yang Minna-san dapatkan. Betapa lucunya stempel-stempel dengan bentuk kura-kura, anjing laut, dan paus itu. Belum lagi kalau Minna-san bisa mendapatkan stempel berbentuk karakter anime dan gambar unik lainnya. Misalnya saja Ultraman, Doraemon dan beberapa karakter populer lain. Jadi kian tergiur ย untuk mengunjungi Jepang lagi, mencoba semua tempat wisata di sana dan menambah daftar stempel pada buku catatan. Ganbatte kudasai! Stempel atau mati!

Capt.Beberapa Koleksi Eki Sutanpu Pada Sebuah Buku

Mungkin, ada beberapa dari Minna-san yang bertanya-tanya, “Bagaimana ya caranya mendapatkan stempel ini?” Mudah kok jawabnya. Pertama, Minna harus menyiapkan notebook atau buku catatan berukuran mini. Kenapa yang berukuran mini? Karena mudah dibawa-bawa dan tidak banyak mengambil ruang saat disimpan di tas saat melakukan perjalanan. Setelah sampai di stasiun kereta atau subway, carilah tempat stempel yang ada di dekat pintu keluar (exit). Jika kesulitan tanyakan pada petugas seraya menunjukkan notebook stempel kita. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan tempatnya. Ah, betapa baiknya dia.

Capt. Contoh Macam-macam Jenis Stempel Stasiun

Minna-san sudah siap mendapatkan seluruh stempel dari semua stasiun di Jepang? ๐Ÿ™‚ Inilah tantangan paling seru yang Jepang telah siapkan sebelumnya untuk para traveller. Selamat berburu Eki Sutanpu, Oshitetsu-san!

SHARE
Previous articleOsomatsu + Sailoor Moon = OsomatsuMon!
Next articleGemar Jepang X Doki Doki Morning 2nd Anniversary Dimeriahkan Oleh Talent Lokal Super Keren
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.