Animanga One Piece memulai tahun 2021 dengan momen membanggakan dimana akhirnya mereka telah melampaui chapter 1.000 pada manga originalnya. Akan tetapi momen meriah tersebut jadi terganggu karena munculnya sebuah kontroversi kemarin-kemarin, dimana muncul kabar kalau editor manga One Piece ditemukan oleh netizen pernah mengecek sebuah situs hentai manga bajakan.

One Piece adalah seri manga buatan Oda Eiichiro yang diserialisasikan dalam majalah manga Shonen JUMP dan juga menjadi anak emas dari JUMP dan juga salah satu seri terpopuler disitu baik dalam maupun luar Jepang. Manga tersebut dimulai dari tahun 1995, dan masih berjalan kuat sampai sekarang, walau sudah ada pembicaraan akan akhir manga itu.

Dan seperti yang dikatakan diawal, awal 2021 ini jadi momen yang meriah dan membanggakan karena akhirnya seri itu telah memiliki 1.000 Chapter, dan berbagai hal dilakukan untuk merayakannya, seperti polling popularitas karakter yang dilakukan tak hanya di Jepang tapi juga dapat diikuti oleh fans dari seluruh dunia.

Perayaan itu juga dilakukan dalam bentuk event livestream yang ditayangkan minggu lalu, akan tetapi ada sebuah masalah yang terjadi, yang juga membuat livestream tersebut jadi diprivatisasi dan tak dapat ditonton.

Dan itu karena penonton menemukan saat ada adegan yang sekilas sempat memperlihatkan smartphone dari editor manga legendaris itu, dan pada bagian history internetnya ditemukan nama situs manga adult bajakan.

Ini sesuatu yang ironis mengingat lumayan semangatnya Shueisha sang penerbit dari Shonen JUMP dan One Piece dalam melawan pembajakkan manga, seperti terlibat dengan campaign anti bajakan dengan Shogakukan, Kodansha, dan Kadokawa.

Tapi setidaknya Shueisha juga telah memberikan komentar akan kontroversi ini. Dimana setelah mengkonfirmasi fakta yang ada, dikatakan kalau staff yang bersangkutan tidak mencari situs itu atapun mengunduh, melainkan pernah tak sengaja tap link situs itu saat websurfing.

Shueisha telah memperingatkan untuk jangan memakai alat pribadi pada livestream. Dan mereka juga mengatakan saat ini video itu tak bisa diakses karena masalah teknikal pada pihak Youtube, dan mereka berencana mengedit video itu dan merilisnya lagi.