Sudah hampir satu minggu atas berita meninggalnya sang penyanyi anisong untuk seri digimon, Wada kouji. Mungkin ada banyak yang masih ada rasa sedih akan ketiadaannya suara Wada yang legendaris tersebut, yang menjadi bagian dari kenangan masa kecil banyak otaku, terutama fans Digimon. Dan selain mereka, juga rekan-rekan kerja dan seindustri dari Wada Kouji sendiri, yang telah membagikan pesan-pesan duka mereka melalui Twitter atas hal ini.

Karir Wada Kouji termasuk lumayan panjang dan prolifik, walaupun ia wafat di umurnya yang baru ke-42 tahun. Lagu Butter-Fly yang menjadi lagu khasnya, yang juga merupakan titik awalnya sebagai penyanyi karena itu merupakan lagu debut single-nya, dan menjadi lagu pembuka dari seri anime Digimon yang paling pertama, Digimon Adventure. Akan tetapi kerja samanya dengan seri Digimon tak berakhir disitu, Ia terus menyanyikan lagu opening untuk beberapa seri digimon berikutnya. Target: Akai Shougeki untuk Digimon 02, The Biggest Dreamer untuk Digimon Tamers, FIRE!! untuk Digimon Frontiers, Hirari untuk Digimon Savers. Selain itu, ia juga menyanyikan lagu opening untuk anime Transformers: Car Robots, dan juga beberapa lagu lain yang bukan anisong. Akan tetapi lagunya yang akan banyak diingat adalah lagu Digimon yang dinyanyikannya, terutama Butter-Fly.

Tentu dalam karirnya yang panjang ia memiliki beberapa rekan kerja, dan seperti para fans, mereka juga berduka atas meninggalnya pak Wada. Berikut beberapa pesan dari mereka;

Pesan-pesan dari rekan dalam seri Digimon:

Enoki Junya, pengisi suara Takaishi Takeru dalam Digimon Adventure tri.
“Wada Kouji, Terima kasih atas kerja samanya. Saya doakan kebahagiaan untuk anda di alam sana. Istirahatlah dengan tenang.”

Ikeda Junya, pengisi suara Kidou Joe dalam Digimon Adventure tri.
“Mendengar kematian Wada Kouji membuatku penuh duka. Sebagai salah satu fans dan yang bekerja dalam Digimon Adventure, saya telah dibantu, diberikan mimpi, dan tenaga, melalui lagu Butter-Fly dan lagu-lagunya yang lain. Saya merasa bangga sempat hidup di saat yang sama dan memegang mimpi dalam karya yang sama.”

Yasumoto Hiroki, pengisi suara Franz Norstein dan Belphemon dalam Digimon Savers.
“Saya mendengar lagu Butter-Fly, setelahnya dan selalu, akan kudengar. Istirahatlah dengan tenang di alam sana.”

IKUO, komposer untuk Digimon Savers.
“Sepertinya Wada Kouji telah meninggal.. Saya yang menyediakan komposisi untuk lagu opening Digimon Savers, Hirari. Saya masih ingat betapa bahagianya saya saat bertemu dengannya di event 2014 Anisama Concert. Sungguh disayangkan. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

Pesan-pesan dari grup idol Trefle, yang debut single-nya adalah cover untuk lagu Butter-Fly:

Takahashi Minami.
“Saya mendengar kabar meninggalnya Wada Kouji. Menurut saya ia adalah bagian bukan hanya dari saya, tapi juga masa kecil banyak orang. Saya menyukai suaranya, yang telah memberi keberanian kepada banyak orang. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

Gotou Yukari.
“Saya mengetahui kabar meninggalnya Wada Kouji. Debut single Trefle yang besar adalah cover untuk lagu Butter-Fly. Ia bahkan memberikan pesan langsung di sampul CD-nya walaupun ia sakit. Aku akan terus menyanyikan lagu ini dengan penuh perasaan. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

00106888.1447636455.962orig

Pesan-pesan dari berbagai penyanyi lain dan juga orang-orang dalam industri anime:

Mizuki Ichiro, penyanyi anisong dan salah satu founder dari band JAMPROJECT.
“Setelah mendengar berita kematiannya kupikir ini sungguh disayangkan. hatiku sungguh dipenuhi rasa duka.”

Okui Masami, penyanyi anisong dan member dari band JAMPROJECT.
“Wada Kouji telah dipanggil ke Surga. Dia sungguh orang yang damai dan baik hati. Aku ingin bernyanyi bersamanya sekali lagi. R I P”

YOFFY, vocalist dari band Psychic Lover.
“Wada Kouji, terima kasih atas semua usahamu selama ini dalam melawan penyakitmu. Takkan kulupakan saat kamu menanyakan kami untuk menyanyikan Butter-Fly bersama. Nyanyikanlah lagu favoritmu di Surga!! Sungguh menyedihkan aku tak dapat melihat senyummu lagi…”

IMAJO, gitaris dari band Psychic Lover.
“Saya telah bekerja sama dengan Wada Kouji beberapa kali dalam konser dan saat merekam lagu. Saya masih ingat betul di tengahnya musim dingin setelah selesai meeting kami bermain lempar salju di Shinjuku saat salju telah menumpuk, walaupun mengingat umur kami. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

Kurosaki Maon, penyanyi anisong.
“Takkan kulupakan paduan suara besar lagu Butter-Fly yang dinyanyikannya dalam event Anisama 2014. Semoga Ia beristirahat dengan tenang.”

Momoi Haruko, seiyuu dan penyanyi.
“Wada Kouji, apakah anda tahu berapa orang di dunia ini yang terinspirasi saat mendengar lagu anda. Anda adalah penyanyi yang kuhormati, seorang real hero.”

Hashimoto Hiroyuki, direktur anime Gochuumon ha Usagi Desuka.
“Wada Kouji, umurnya 42 dan berasal dari Kyoto. Ia memiliki umur yang sama dan berasal dari kota yang sama denganku. Sungguh disayangkan kita kehilangan seseorang semuda ini. Aku tahu dalam umurku ini kematian bisa datang kapan saja, tapi tetap saja kupikir ini masih terlalu cepat. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

Sungguh disayangkan memang, Wada Kouji meninggal di umurnya yang baru 42 tahun, tapi kita takkan melupakan nyanyiannya dan juga perjuangannya dalam melawan penyakit kanker tenggorokan yang dideritanya sejak tahun 2003. Bahkan di tengah pertarungannya melawan kanker tenggorokan ia tetap berusaha bernyanyi demi para fans. Sungguh sedih saat ia memohon maaf atas ketidakhadirannya untuk tampil dalam event Digimon Adventure Fes. 2015 kepada fans melalui pesan yang dibacakan oleh Miyazaki Ayumi, yang mengatakan bahwa bahkan dengan dukungan mereka, ia tetap tidak kuat untuk tampil dalam event itu. Tenang saja Wada Kouji, sekarang anda dapat beristirahat dengan tenang.
Terima kasih