Berbagai produk animanga atau game Jepang banyak yang memiliki fanservice yang hot, dan mina-san tentu sudah tahu atau pernah lihat seri yang ciri khasnya adalah pemakaian fanservice didalamnya, seperti seri Queens Blade atau Valkyrie Drive. Begitu juga dengan seri game DOA buatan Koei Tecmo dan Team Ninja. Tapi ada yang mengejutkan untuk game DOA yang terbaru, dimana dikatakan kalau DOA 6 menurunkan kuantitas fanservice.

Mungkin sudah banyak yang tahu game DOA ya, atau Dead Or Alive. Game 3D fighting tersebut sudah sangat terkenal dalam dunia game akan banyaknya karakter-karakter wanita yang sexy. Walau ada beberapa karakter pria yang tampan dan jantan juga, tapi tak dapat dipungkiri kalau highlight utama game tersebut adalah keindahan para wanitanya… dan boing boing šŸ˜€

DOA 6

Sampai dibuatnya seri game spin-off yang inti utamanya adalah untuk fanservice, yang bernama Dead Or Alive: Xtreme. Dimana player tak bertarung secara fighting seperti dalam DOA biasa, tapi lebih dengan olahraga di pantai, seperti bermain bola voli.

Karena hal-hal tersebut, rasanya agak mengejutkan saat sang sutradara dan produser game Dead Or Alive, Shimbori Youhei, dan art director, Saito Yutaka, memberikan penjelasan akan fanservice di game DOA terbaru, Dead Or Alive 6, dalam wawancaranya dengan reporter IGN Japan, Esra Krabbe.

Selain memberikan penjelasan akan fitur baru Special Button dari game tersebut, Shimbori mengatakan kalau mereka ā€œingin membuat game DOA yang lebih keren dan dewasa, dan karena itu, diputuskan untuk membuat desain karakternya tak terlalu seksualā€

Saito mengatakan kalau ā€œkarakter wanitanya memang masih atraktif, begitu juga dengan para prianya, tapi yang utama adalah mereka itu Petarungā€. Kedua perkataan tersebut terlihat dengan tampilan yang lebih realistik dari DOA 6.

Tampilan konsep baru karakter Kasumi contohnya, tak terlalu menekankan fanservice, tapi lebih kearah petarung yang keren, dan karakter wanita yang lain juga terlihat lebih natural. Dan begitu juga dengan gameplay. Para karakternya bisa terlihat terkena luka saat bertarung, dan animasi boing boing juga dibuat tak seekstrim game sebelumnya.

Menarik juga, dan fans juga tak perlu kecewa sepertinya. Penurunan kuantitas elemen fanservice, bukan berarti elemennya dihilangkan kok. Hanya saja sekarang lebih ditekankan elemen yang nyata agar player bisa lebih terhubung dengan karakternya. Tapi bagaimana kalau menurut mina-san?

Comments

Loading...