Negara Jepang masih menghadapi wabah virus corona, dan bahkan mereka telah memperpanjang masa darurat coronavirus sampai akhir Mei ini. Dan dengan hal itu, dapat diduga kalau masalah delay tayang banyak seri anime juga akan berlangsung lebih lama lagi. Dan bicara soal delay, channel TV Jepang TBS baru umumkan jadwal tayang baru dua anime yang kena efek virus corona, yaitu anime Oregairu 3 dan Gotoubun 2.

Oregairu atau Ore no Love Comedy ga Machigatteiru adalah light novel yang ditulis oleh Watari Wataru dan dengan ilustrasi yang digambarkan oleh Ponkan8. Novel tersebut telah merilis volume terakhirnya November 2019 kemarin.

Light novel itu telah diadaptasi menjadi anime sebanyak 2 season, dengan Season pertama dibuat oleh studio Brain Base dan ditayangkan tahun 2013. Season keduanya dibuat oleh studio Feel dan ditayangkan tahun 2015, yang juga membuat season ketiganya yang akan tayang tahun 2020 ini, yang juga menjadi season finale anime itu.

Awalnya season 3 tersebut dijadwalkan tayang musim Spring 2020 ini, akan tetapi wabah virus corona menyebabkan penayangannya musim itu jadi dibatalkan. Dan kini baru diumumkan update jadwal baru anime itu, yang jadinya direncanakan untuk masuk dalam jajaran anime musim Summer 2020 yang akan mulai tayang bulan Juli!

Lalu, ada juga kabar dari animanga romance lain, Gotoubun no Hanayome alias Quintessential Quintuplet. Berawal dari manga karya Negi Haruba yang juga sudah selesai ceritanya dan volume terakhirnya dijadwalkan rilis musim semi ini.

Manga tersebut telah diadaptasi menjadi anime yang diproduksi oleh Tezuka Production yang tayang pada musim Winter 2019 kemarin. Dan telah diumumkan kalau anime tersebut mendapatkan season 2 yang berganti studio produksinya menjadi Bibury Animation.

Season 2 tersebut dijadwalkan untuk tayang pada bulan Oktober 2020 ini, tapi baru-baru ini diumumkan kalau karena efek virus corona yang mempengaruhi produksinya, jadwal tayangnya diubah jadi Winter 2021 pada bulan Januari! Komite produksi anime itu juga memohon dukungan fans dalam usaha mereka membuat anime itu sambil menjaga kesehatan para staff dan seiyuu.