Saat ini, semakin banyak dampak positif dalam bidang turisme yang disebabkan oleh anime berkat aktivitas Anime Pilgrimage. Kita telah melihat berbagai kabar akan hal tersebut, seperti keuntungan Kota Hida berkat anime Kimi no Na wa, Prefektur Yamanashi berkat anime Yuru Camp, dan masih banyak lagi. Akan tetapi seorang peneliti bernama Okamoto Takeshi baru-baru ini memberi peringatan untuk tidak memakai hal tersebut terlalu berlebihan.

Okamoto adalah peneliti yang suka melakukan research yang berhubungan soal turisme di Jepang. Ia adalah penulis dari buku berjudul Jaman Mencari Keuntungan Bisnis Pilgrimage Pop Culture yang diterbikan oleh Kadokawa.

Dan ia juga membicarakan bisnis anime pilgrimage dan turisme di Jepang bersama website berita Yahoo News, yang artikelnya diterbitkan kemarin-kemarin. Dimana ia memberikan peringatan tersebut dalam pembicaraan tersebut.

Okamoto mengatakan kalau Ya, ia juga tentu mengakui kalau anime tourism benar-benar membawa keuntungan yang besar, seperti pada anime Kimi no Na wa. Hal tersebut dapat mengundang mereka-mereka yang fans anime dan juga memberikan ide baru.

Akan tetapi perlu diwaspadai juga untuk tidak terlalu berlebihan dalam mencari untung dalam kesempatan itu, karena pengunjung bisa kehilangan rasa kesenangan mereka. Untuk mencegah hal tersebut, maka perlu dilakukan research yang detail mengenai apa yang dihargai oleh pengunjung.

Okamoto memberi nasehat, menyarankan menyusun komite untuk mencoba melakukan sesuatu kepada lokasi yang pengunjung tak bisa datangi sendiri. Ini akan berbeda untuk setiap lokasi karena setiap anime miliki fandom berbeda dengan candaan dan referensi tersendiri.

Ia kemudian memberikan contoh akan anime tourism yang tak berjalan lancar, dengan kolaborasi Hotel Ohnoya dan game Love Plus tahun 2011 kemarin. Kolaborasi tersebut jadi ramai karena staff hotel menyediakan dua futon kepada pengunjung bahkan jika mereka datang sendiri. Implikasinya adalah futon tersebut dibuka untuk karakter gadis pilihan pengunjung di game itu.

Okamoto menjelaskan bukan berarti tak boleh ada gimmick tertentu, tapi jika mau memakainya dalam bisnis anime tourism, maka perlu benar-benar diteliti dan dilakukan research yang detail, karena jika dilakukan dengan ceroboh, pengunjung pasti tahu ada dan dimana kesalahannya.