Iwatooshi dan Imanotsurugi adalah karya dari Sanjou Munechika, tidak heran kalau mereka berbagi sejarah. Tapi siapa sangka bahwa ternyata bukan hanya mereka yang berbagi sejarah, tetapi pemilik mereka pun ikut berbagi sejarah?

 

“Gahahahaha! I’m Iwatooshi! I’m the naginata that, together with Musashibou Benkei, won against 999 swords! It’s impossible for an ordinary human to wield me! Master, I wonder if you’ll amuse me!?”

.

“I’m Imanotsurugi! The sword that protected Lord Yoshitsune! How’s that, amazing right?

Since his time at the temple, I have been by the lord’s side, all the way until the end! That’s right… until the very last moment…”

 

Musashibou Benkei memiliki nama panggilan ‘Oniwaka’ karena tubuhnya yang besar. Saat lahir, Benkei terlihat seperti anak usia 2 – 3 tahun dengan gigi yang sudah tumbuh. Ayahnya yang ketakutan dan menganggap Benkei sebagai anak terkutuk mencoba untuk membunuhnya, akan tetapi ibunda Benkei menahannya. Sang ayah setuju dengan syarat Benkei tidak akan dianggap sebagai bagian dari keluarga dan tinggal terpisah. Hal ini menyebabkan kepribadian Benkei menjadi kasar. Pada saat usia 17 tahun, Benkei menjadi yamabushi dan menjaga jembatan ‘Gojo’ di Kyoto bersama dengan sang naginata, Iwatooshi.

Pada saat menjaga jembatan Gojo, Benkei menghadang semua samurai yang ingin melewati jembatan tersebut dan mengajaknya berduel. Jika menang, Benkei akan mengambil pedang dari samurang yang ingin lewat tersebut. Benkei berhasil menang 999 kali dan mengumpulkan 999 pedang. Benkei kalah melawan samurai ke 1000 yang ingin melewati jembatan Goto. Benkei yang terkesan akhirnya menyatakan sumpah dan loyaltynya kepada samurai tersebut.

Samurai tersebut adalah Minamoto no Yoshitsune, pemilik dari Imanotsurugi.

Jika Musashibo Benkei dikenal sebagai raksasa atau seseorang yang bertubuh besar, maka Minamoto no Yoshitsune adalah sebaliknya.

Yoshitsune dikenal dengan tubuhnya yang kecil. Hal ini yang menyebabkan Yoshitsune menempa ulang Imanotsurugi dari oodachi sepanjang 195 cm menjadi tantou dengan panjang hanya 19.69 cm. Selain untuk menyeimbangkan ukuran tubuhnya, Yoshitsune juga menjadikan Imanotsurugi tantou dengan tujuan menjadikannya pedang pelindung.

Touken.Ranbu.full.1842747

Benkei yang bertubuh raksasa dan Yoshitsune yang bertubuh kecil inilah mungkin yang menjadi dasar dari desain karakter Iwatooshi dan Imanotsurugi.

tumblr_nk4d7zrOT31u2rdljo1_1280

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Pada akhir tahun pengabdian Benkei kepada Yoshitsune. Yoshitsune dikhianati oleh tuannya, Fujiwara no Yasushira. Fujiwara no Yasushira menghasut kakak Yoshitsune, Minamoto no Yoritomo, bahwa Yoshitsune akan merebut posisi Yoritomo sebagai penerus klan Minamoto. Yoritomo yang terpengaruh hasutan dari Yasushira pun memutuskan untuk menyerang adiknya bersama dengan Yasushira.

Yoshitsune yang merasa terkhianati akhirnya memutuskan untuk melakukan seppuku. Saat masuk ke dalam mansionnya sambil membawa Imanotsurugi, Benkei diminta oleh Yoshitsune untuk menjaga jembatan di depan mansion tempatnya tinggal agar tidak ada yang mengganggu proses seppuku yang akan ia lakukan.

Bersama dengan Iwatooshi, Benkei menjaga jembatan itu demi melindungi kehormatan Yoshitsune.

Benkei dikabarkan telah berhasil membunuh sekitar 300 orang tentara musuh dengan menggunakan naginatanya. Tentara musuh yang merasa takut dan terintimidasi oleh fisik Benkei pun terus menyerang sambil menjaga jarak. Mereka berusaha menjatuhkan Benkei, tetapi Benkei tetap berdiri tegak dengan dagu yang terangkat tinggi, tak peduli seberapa parah pun luka ditubuhnya, menunjukkan kebanggaan bahwa ia layak untuk melindungi Yoshitsune.

Akhirnya, tentara musuh yang ketakutan dan mulai frustasi pun menyerang dengan menghujani Benkei dengan anak panah.

Tetapi Benkei tetap disana, berdiri kokoh dengan tangan memegang sang naginata.

Para tentara musuh yang menyadari bahwa Benkei tidak bergerak, mendekati Benkei dan sadar bahwa Benkei telah mati.

Musashibou Benkei tewas dalam keadaan berdiri dengan naginata yang menyokongnya.

Di dalam mansion, Yoshitsune telah berhasil melakukan seppuku dengan menggunakan Imanotsurugi. Sang oodachi yang diubah menjadi tantou dengan tujuan untuk menjadi mamorigatana, pada akhirnya menjadi tantou yang membunuh sang tuan.

 

Akan tetapi, Iwatooshi dan Imanotsurugi telah berhasil untuk menjaga tuan mereka. Iwatooshi yang membantu Benkei dalam mengabdi dan menjaga Yoshitsune, dan Imanotsurugi yang berhasil menjaga kehormatan tuannya dan menemaninya sampai akhir.

Touken.Ranbu.full.1838203

Mungkin inilah alasan mengapa banyak fanart IwaIma bertebaran. Iwatooshi yang memiliki tubuh besar seperti Benkei, melindungi Imanotsurugi yang bertubuh mungil seperti Yoshitsune dari ribuan anak panah. Persahabatan pemilik mereka berhasil mengukir sejarah untuk sang naginata dan tantou.