Saat ini negara Jepang sedang dalam masa darurat coronavirus pada beberapa prefektur besarnya, termasuk Ibukota Tokyo, yang sudah beberapa kali diperpanjang karena angka kasus yang mengkhawatirkan. Tapi sepertinya keadaan sudah lebih baik, dengan kabar kalau darurat coronavirus di Tokyo dan beberapa tempat lain sudah direncanakan untuk dihentikan sesuai dengan jadwal minggu depan.

Saat ini Jepang sedang menjalankan masa daruratnya yang ketiga, dengan masa darurat itu bermula dijalankan pada saat libur Golden Week dari akhir April sebagai dorongan untuk tidak keluar rumah dan tidak pulang kampung yang sudah jadi tradisi saat masa liburan tersebut.

Akan tetapi jumlah kasus yang tetap tinggi membuat masa darurat tersebut kemudian diperpanjang lagi setelah liburan sampai akhir bulan Mei. Dan dengan angka kasus yang belum menurun pada angka yang memuaskan juga, akhirnya diperpanjang lagi sampai 21 Juni.

Kini tanggal tersebut sudah semakin dekat, dan sepertinya keadaan sudah tidak separah kemarin-kemarin, dengan pemerintah Jepang baru mengumumkan mereka berencana mengakhiri masa darurat pada 9 dari 10 prefektur sesuai dengan tanggal yang ditetapkan, dengan pengecualian jatuh pada Okinawa, yang malah diperpanjang sampai 11 Juli.

Tapi berakhir bukan berarti masa tenang, dengan dikatakan kalau kemudian pada 7 dari 9 prefektur yang keluar dari masa darurat tersebut masuk pada transisi dimana dilakukan pembatasan yang serius, termasuk pada Tokyo, Osaka, Aichi, Hokkaido sampai 11 Juli.

Pembatasan itu saat ini sedang diberlakukan pada 5 prefektur, tapi pada tanggal 21 pemberlakuan pada prefektur Gifu dan Mie akan dihentikan, dan pada prefektur Chiba, Kanagawa, Saitama akan diperpanjang sampai 11 Juli. Contoh pembatasan itu adalah tempat minum dan restoran diminta untuk tutup jam 8 malam dan diperbolehkan menyajikan minuman sampai jam 7 malam.

Pemerintahan prefektur akan diberi otoritas untuk menghentikan menyajikan minuman tergantung situasi infeksinya. Nishimura Yasutoshi sang menteri pemulihan ekonomi mengatakan pemerintah akan fleksibel dalam mendeklarasikan masa darurat dan memakai batasan saat diperlukan untuk mencegah antisipasi adanya rebound dalam angka kasus yang jadi gelombang besar.