Pandemik virus corona masih terjadi di berbagai negara, termasuk di Jepang, dan mereka malah sedang dalam situasi darurat coronavirus lagi seperti tahun lalu di beberapa prefektur besar, seperti di Ibukota Tokyo. Tapi ada kabar bagus diberikan kemarin, dengan dikatakan kalau masa darurat Coronavirus yang dilakukan di Tokyo dan prefektur sekitarnya akan dihentikan sesuai dengan jadwal diakhir minggu ini.

Sebelumnya dikabarkan kalau semakin meningkatnya kasus positif coronavirus sejak bulan Desember 2020 dan masih berlanjut sampai awal 2021 membuat negara Jepang memasuki masa darurat coronavirus lagi seperti pada musim semi 2020 .

Awalnya darurat itu hanya diberlakukan di prefektur Saitama, Kanagawa, Chiba, tapi kemudian beberapa hari setelah itu areanya diperluas lagi, mencakup Gifu, Fukuoka, Aichi, Hyogo, Kyoto, Osaka, dan juga Ibukota Tokyo.

Darurat tersebut awalnya dijadwalkan sampai 7 Februari, akan tetapi kemudian diperpanjang lagi sampai tanggal 7 Maret. Dan terjadi perkembangan lagi yang pahit manis pada status darurat coronavirus tersebut. Dimana untuk bagian manisnya, masa darurat pada prefektur Gifu, Fukuoka, Aichi, Hyogo, Kyoto, Osaka diberhentikan tanggal 28 Februari, lebih awal dari rencana.

Tapi untuk bagian pahitnya, prefektur Saitama, Kanagawa, Chiba, dan Ibukota Tokyo tak hanya tetap berjalan, tapi malah diperpanjang lagi masa daruratnya, jadi sampai tanggal 21 Maret. Tapi seperti yang dikatakan diawal, Perdana Menteri Suga baru mengumumkan kalau masa darurat tersebut akan selesai sesuai dengan jadwal, jadi tidak ada perpanjangan lagi.

Keputusan yang diambil setelah melihat perkembangan situasi coronavirus dimana angka kasus positif di Tokyo dan sekitarnya telah menurun sampai 80% pada hari Rabu kemarin. Dikatakan juga kalau Pemerintah Jepang berusaha mempertahankan aktivitas sosial dan ekonomi sekaligus mencegah kenaikkan infeksi.

Tapi para ahli di Jepang yang mengawasi situasi memperingatkan kemungkinan peningkatan angka infeksi lagi yang bisa dari varian, dengan direktur Omagari Norio dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengatakan kekhawatirannya jikalau ada peningkatan alur orang-orang pada acara macam Hanami yang bisa membawa infeksi lebih besar daripada saat tahun baru.