Kabar coronavirus masih belum selesai. Dengan kabar meninggalnya aktor Jepang Hollywood Chiba Sonny karena pneumonia yang disebabkan oleh coronavirus, dan ditemukan ledakan jumlah kasus positif pada kalangan seiyuu dari seri IdolMasters yang jumlahnya sampai belasan. Dan bersamaan dengan kabar-kabar tersebut, diumumkan kalau masa darurat Coronavirus Jepang juga tak hanya diperpanjang tapi juga diperluas.

Masa darurat coronavirus negara Jepang pada tahun ini sebelumnya pertama diberlakukan pada saat libur Golden Week dari akhir April sebagai dorongan untuk tidak keluar rumah dan tidak pulang kampung yang sudah jadi tradisi saat masa liburan tersebut, dan merupakan masa darurat yang ketiga kalinya diberlakukan di Jepang.

Masa darurat ketiga tersebut berlangsung lebih lama dari perencanaan, tapi akhirnya diberhentikan sesuai jadwal pada tanggal 21 Juni. Tetapi, masa tenang tersebut tidak berlangsung lama, dengan angka kasus yang masih mengkhawatirkan membuat Pemerintah Jepang mengadakan masa darurat keempat untuk Ibukota Tokyo dan area sekitarnya dari tanggal 12 Juli.

Masa darurat tersebut dijadwalkan untuk dilakukan sampai tanggal 22 Agustus 2021. Akan tetapi sayangnya mengikuti angka kasusnya yang masih pecah rekor dan dengan varian Delta, pertengahan minggu lalu diumumkan kalau masa darurat tersebut diperpanjang lagi sampai 12 September.

Dan tak hanya waktunya diperpanjang tapi areanya juga diperluas lagi. Dengan kini ditambahkan 6 prefektur lagi yang masuk dalam masa darurat coronavirus. Yaitu untuk prefektur Kyoto, Hyougo, Fukuoka, Tochigi, Ibaraki, Gunma, Shizuoka.

Keadaan yang terlihat semakin sulit bagi negara Jepang, apalagi setelah diumumkan perpanjangan dan perluasan masa darurat tersebut dikabarkan kalau kemarin Ibukota Tokyo pecah rekor angka kasus lagi dengan menembus angka 4.300.

Menteri Suga memberi tiga tiang untuk mengimplementasikan masa darurat; meningkatkan sistem kesehatan, mencegah infeksi, menjalan vaksinasi. Ia juga mengatakan ingin drastis menurunkan aliran datang perginya orang-orang seperti dengan memperketat restoran dan mall.

Tapi Menteri Pemulihan Ekonomi Nishimura Yasutoshi menambahkan dalam wawancara bersama NHK kemarin kalau meski mengatakan mungkin keadaan akan makin diperketat, pemerintah sendiri kesusahan melakukan hal itu. Dengan masyarakat yang semakin terbiasa hidup dalam masa coronavirus dan para kaum muda yang aktif sudah kelelahan menahan diri.