Masalah virus corona masih belum selesai, dan di beberapa negara juga malah makin parah lagi atau tak terlihat membaik. Negara Jepang juga tidak menunjukkan pemulihan yang bagus, yang membuat mereka memasuki masa darurat lagi pada saat libur Golden Week untuk mencegah penyebaran yang makin parah. Hal itu tapi tetap tidak memperlihatkan hasil yang efektif, membuat kemarin diumumkan kalau masa darurat tak hanya diperpanjang tapi juga diperluas lagi areanya.

Minggu lalu telah dikabarkan kalau Gubernur Osaka Yoshimura Hirofumi sedang meminta adanya perpanjangan masa darurat setelah 11 Mei untuk area metropolitan Jepang barat kepada Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide dan juga akan berkonsultasi dengan gubernur Kyoto dan Hyogo karena terlihat belum adanya penurunan signifikan pada angka kasus coronavirus.

Selain itu, dilaporkan juga kalau angka kasus yang terjadi di Osaka ada kenaikan sampai 884 kasus baru, yang didorong oleh varian coronavirus yang jauh lebih menular, yang semakin membebani sistem kesehatan pada prefektur tersebut.

Saat itu dikabarkan juga kalau Perdana Menteri Suga sedang bingung memutuskan perpanjangan tersebut, tapi pada akhirnya beberapa hari setelah itu Pemerintah Jepang akhirnya mengumumkan kalau perpanjangan masa darurat tersebut untuk diberlakukan.

Sesuatu yang parah lagi adalah saat pengumuman tersebut diberikan pada tanggal 7 kemarin, dikabarkan juga kalau ada 907 kasus baru di Ibukota Tokyo, pertama kalinya dalam enam hari angkanya menembus 900.

Jadinya, masa darurat coronavirus masih akan berjalan sampai akhir bulan Mei ini. Dan selain itu, areanya juga semakin diperluas lagi, dengan selain Prefektur Osaka, Hyogo, Kyoto, dan Ibukota Tokyo, ditambahkan juga Prefektur Aichi dan Fukuoka. Dan dengan Prefektur Gifu, Saitama, Ehime, Chiba, Kanagawa, Mie, dan Hokkaido masuk status pencegahan intensif, walau bukan darurat.

Dengan kelanjutan masa darurat ini, Pemerintah sekali lagi meminta masyarakat pada area yang bersangkutan untuk diam dalam rumah, dan meminta bar dan restoran untuk tidak menghidangkan miras dan tutup jam 8 malam. Toko-toko diminta kurangi jam operasi, dan event bisa diadakan tapi dengan pengunjung dibatasi sampai 5.000 orang.