Walau sudah ada vaksin tapi masalah pandemik coronavirus masih saja mengkhawatirkan di beberapa negara. Jepang adalah salah satunya, dengan bahkan saat ini sedang berjalan masa darurat coronavirus lagi untuk yang ketiga kalinya yang dijadwalkan sampai tanggal 11 Mei selama masa libur Golden Week. Akan tetapi baru-baru ini dikabarkan kalau kemungkinan masa darurat coronavirus ketiga negara Jepang tersebut akan diperpanjang lagi masanya.

Beberapa minggu lalu, diumumkan kalau prefektur Osaka, Kyoto, Hyogo, dan juga ibukota Tokyo akan memasuki masa darurat coronavirus lagi untuk yang ketiga kalinya, yang berlangsung dari tanggal 23 April dan dijadwalkan untuk selesai tanggal 11 Mei.

Masa darurat tersebut dilakukan dikarenakan angka kasus yang masih terlihat mengkhawatirkan dan untuk mencegah adanya penyebaran pada saat hari libur Golden Week, saat dimana masyarakat Jepang ramai berlibur dengan bepergian atau pulang kampung.

Akan tetapi seperti yang dikatakan diawal, ada kemungkinan kalau masa darurat tersebut akan diperpanjang lagi masa berlangsungnya. Dengan Gubernur Osaka Yoshimura Hirofumi dikabarkan sedang meminta adanya perpanjangan masa darurat setelah 11 Mei untuk area metropolitan Jepang barat karena terlihat belum adanya penurunan signifikan pada angka kasus coronavirus.

Dikabarkan kalau angka kasus di Osaka terlihat ada kenaikan sampai 884 kasus baru, yang didorong oleh varian coronavirus yang jauh lebih menular, yang semakin membebani sistem kesehatan pada prefektur tersebut. Pemerintah Osaka telah meminta adanya meeting dengan Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide dan juga akan berkonsultasi dengan gubernur Kyoto dan Hyogo.

Sementara itu Perdana Menteri Suga sendiri juga dikatakan sedang bingung dalam memberi keputusan untuk memperpanjang masa darurat dan sedang mencari opini, menurut Okabe Nobuhiko sang kepala Institusi Kesehatan Umum Kota Kawasaki.

Keadaan juga makin menyulitkan lagi karena meski dilakukan masa darurat untuk mencegah penyebaran, masih ada banyak juga orang Jepang yang melakukan travel dan berlibur saat libur Golden Week, dengan angka orang yang bepergian dalam negara saat ini lebih banyak lagi daripada saat Golden Week pada masa pandemik tahun 2020 lalu.