Seri Final Fantasy adalah franchise yang melegenda di kalangan para gamer. Permainan yang dahulu sempat terlahir dari masa kelam developer-nya itu menjadi inspirasi banyak digital games. Entah sudah berapa penghargaan yang diterima oleh Square Enik sebagai pengembangnya, game ini patut diakui gebrakan yang memukau dalam dunia gaming. Bahkan, saking mahsyurnya, ada banyak scene Final Fantasy yang membuat kita terhipnotis dan masuk ke dalam cerita.

Diambil dari sumber-sumber yang mengulas scene dan sedikit pengalaman, maka berikut Akiba Nation sajikan beberapa scene yang tak pernah luput dari ingatan player FF Apa saja, ya? Yuk, capcus, disimak! Membacanya sampai tuntas akan jadi sangat menyenangkan. 😀

1 – Tentang Odin

Final Fantasy Odin

Ini adalah scene yang agak konyol dari Final Fantasy. Ya, siapa lagi kalau bukan soal Odin? Nah, bagi Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian yang barangkali kurang tahu atau lupa, maka Akiba Nation ingatkan, nih, untuk karakter yang satu ini.

Odin adalah GF yang unik dan bisa dibilang termasuk ke dalam summon-monster special karena tidak bisa dikendalikan dalam seri FF VIII. Dia hanya akan muncul secara acak tanpa patokan yang jelas. Odin mempunyai serangan utama yang cukup hebat dan harapan semua pemain. Jurus utama Odin adalah Zantetsuken, yang ketika skill ini diaktifkan olehnya maka seluruh monster yang ada di hadapannya akan binasa.

Odin memang didewakan oleh para pemain dan diinginkan muncul di setiap melawan musuh-musuh yang kuat dan kita kewalahan. Banyak orang bilang bahwa Odin bukanlah summon-monster, itu bisa dikatakan persepsi yang benar karena Odin tidak bisa dikendalikan dan muncul seenak jidat. Tetapi menurut penulis, Odin mungkin bisa dikategorikan sebagai summon-monster special, seperti yang disebutkan di atas, karena bagaimana pun dia adalah monster yang muncul untuk membela pihak kita.

Siapa yang pernah main FF VIII? Tentu masih ingat dengan scene penuh aksi tapi sedikit konyol yang mengikutsertakan Odin dan Seifer, si boss yang hebat–yang mana dapat membuat kita mesti mengulang berkali-kali. Pada saat melawan Seifer, di akhir disc 3, Odin tiba-tiba muncul (biasanya, sih, Odin jarang banget muncul ketika melawan boss).

Karakter yang berupa ksatria kegelapan berkuda itu berlari dan menyerang dengan mengacungkan pedangnya ke arah Seifer, tapi sayang, Zantetsuken tidak berhasil. Odin malah berakhir menyedihkan dengan terpotong dua oleh Seifer. Pedang legendaris miliknya akhirnya jatuh ke tangan Gilgamesh, GF sang Kolektor Pedang.

Agak lucu, ya. Mengingat datang dengan sok-gagahnya, tapi malah mati terbelah dua. Kirain bakalan bantuin melawan Seifer. Huh, dasar Odin buruk rupa!

2 – CID Jadi Musuh

2-salah-satu-scene-final-fantasy-yg-menyorot-cid

Pernah main Final Fantasy berarti tahu karakter satu ini. Karena CID muncul berulang layaknya Chocobo dan Moogle, semua pemain mengenal begitu baik dirinya. Di VII, ia adalah karakter pendukung yang bisa Akiba-chan dan Akiba-kei gunakan. Di VIII, ia adalah kepala sekolah, dan juga raja di IX. Sementara di X, ia jadi pemimpin faksi Al Bhed yang tak ragu untuk membantu apapun misi Tidus, Yuna, dan teman-temannya.

Sampai saat ini, mungkin CID tetap menjadi seorang protagonis yang mendukung jalannya cerita. Tetapi betapa tidak mengejutkan, bahwa CID akan menjadi musuh tokoh utama. CID, dia adalah seorang peneliti genius tidak bermoral yang hidup hanya untuk satu hal: membuat kerajaan bernama Achadian menjadi kerajaan luar biasa hebat yang tak bisa ditaklukan oleh kerajaan mana pun. Scene FF mengikutsertakan CID merupakan sebuah keunikan yang spektakuler!

3 – Jati Diri Cloud

3-salah-satu-fan-art-yg-dibuat-penggemar

Tahu Cloud? Kebangetan, deh, kalau kamu fans berat FF tapi enggak tahu tokoh ganteng ini! Karena di semua karakter franchise Negeri Matahari Terbit satu itu, menurut penulis, sih, Cloud Strife yang paling terkenal. Pemuda tampan (dan berani) berambut acak-acakan pirang tersebut disukai oleh semua penggemar–bahkan sering menjadi ajang bulan-bulanan fangirl dan dibuatkan doujin-nya. Ya, memang kebangetan kalau ada pemain Final Fantasy yang bertanya, “Cloud itu summon-monster atau sejenis item drop?

Baca JugaKelam, Beginilah Sejarah Final Fantasy yang Lahir dari Keputusasaan Developer.

Nah, dari semua karakter protagonis Final Fantasy, Cloud Strife-lah yang tidak punya jati diri. Agak menyedihkan memang, pemuda yang lebih terkenal dari seri Advent Children ini mempunyai ingatan dan psikologis yang buruk. Di seri originalnya, Cloud diceritakan harus hidup dengan memori orang lain. Klaim bahwa ia adalah seorang Soldier Peringkat Satu (1st Class Soldier) dengan semua ingatan tentang ini ternyata mengakar pada memori sang teman Zack Fair dan bukan hidup yang dijalani oleh Cloud itu sendiri.

Namun, Cloud akhirnya dapat mengingat kembali dengan ingatan yang benar dan dapat memahami siapa dia sebenarnya. Cloud Strife berhasil meraih jati dirinya kembali. Ini kisah yang menyentuh menurut penulis. Kalian pernah membayangkan bagaimana rasanya hidup dengan kenangan yang imitasi? Menjalani hari-hari bagai patung boneka yang tidak tahu apa-apa tentang dirinya sendiri? Tidak ada yang lebih menyedihkan dari “hidup dalam kepalsuan”. Itulah kehidupan Cloud di FF VII.

4 – Kematian Aerith

4-aerith-dan-cloud-yg-terlihat-sangat-mesra

Kematian Aerith adalah salah satu scene yang mengharukan. Momen ini bisa dibilang sebagai momen yang lekat di ingatan kita. Siapa pun dapat terdiam begitu lama karena hal ini. Jika kalian player FF series, maka dipastikan berkaca-kaca jika mendapati Aerith ternyata meninggal. Tokoh yang terkenal mempunyai latar belakang misterius itu mengakhiri perjalanan hidupnya dengan tragis. Sang gadis penjual bunga yang malang!

Dalam jalan cerita FF VII, Aerith menjadi pribadi yang kuat dan memiliki fungsi esensial karena berada di posisi pertempuran. Cepat atau lambat, kita sebagai pemain pasti akan menyukai gadis itu dan bahkan memasangkannya dengan Cloud, sebagai target romansa kita. Seolah mereka akan punya hubungan lebih. Sayang, kita kemudian terluka nantinya. Karena Aerith telah ditakdirkan oleh developer untuk mati.

Ketika kita sudah sangat mengenal dan menyukai Aerith, atau menilik hubungannya dengan Cloud memiliki kemajuan, kita terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Sayonara, Aerith! Pedang Sephiroth menembus tubuh Aerith dan meninggalkan tubuhnya yang telah tak bernyawa. Tak ada satu pun gamer FF VII menyadari bahwa Square Enix sedang mempermainkan perasaannya! Dasar tukang mainin hati!

Itulah sebagian scene Final Fantasy yang tidak akan pernah dilupakan oleh para penggemarnya. Sebenarnya, masih ada beberapa scene lagi yang ingin dicantumkan. Tapi mungkin disimpan dulu saja untuk artikel selanjutnya. Selamat bernostalgia dengan game lawas satu ini! 😀

SHARE
Previous articleTak Puas Hanya Dengan Idol 3D, Yasushi Akimoto Membesut Proyek Idol 2D
Next articleUpdate Game Lama dan Pengumuman Game Baru SquEnix Part 2!
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.