Pandemik coronavirus masih belum tuntas juga di berbagai negara, dari Indonesia, Amerika, bahkan Jepang. Dan bicara soal Jepang, situasi negara tersebut dalam pandemik ini walau termasuknya tidak terlalu parah, tetap saja mengkhawatirkan, apalagi sampai banyak prefektur besar yang sekali lagi masuk masa darurat covid. Dan perkembangannya terlihat tak memuaskan, dengan diumumkan kalau masa darurat itu diperpanjang lagi di 10 prefektur.

Sebelumnya, negara Jepang juga memasuki masa darurat coronavirus pada berbagai prefektur termasuk Tokyo pada awal April 2020, yang kemudian diperpanjang sampai akhir Mei, tapi kemudian perkembangan penurunan angka pasien membuat masa darurat itu diangkat sedikit lebih awal dari yang direncanakan.

Akan tetapi angka kasus terlihat mengkhawatirkan lagi dari Desember 2020, dan pada akhirnya diawal Januari 2021 banyak prefektur di Jepang termasuk Tokyo jadi masuk masa darurat lagi, yang dijadwalkan sampai tanggal 7 Februari.

Dan baru-baru ini diberikan kabar buruk lagi, dengan pengumuman kalau masa darurat itu diperpanjang lagi selama satu bulan untuk 10 prefektur, yaitu Osaka, Kyoto, Gifu, Fukuoka, Aichi, Saitama, Kanagawa, Hyogo, Chiba, dan Tokyo. Tapi dikatakan kalau dalam jangka waktu itu ada perkembangan yang bagus, ada kemungkinan masa darurat itu akan berakhir lebih awal.

Ironisnya, meskipun masyarakat Jepang mayoritas patuh aturan, tetap saja bisa ada momen beresiko. Seperti yang terjadi tahun lalu saat popularitas Nintendo Switch membesar berkat Animal Crossing dan banyak yang berbondong-bondong beli konsol itu di toko Yodobashi Osaka saat masa darurat berlangsung.

Dan sesuatu yang buat geleng kepala, adalah hal serupa malah terjadi lagi, yang kali ini berganti konsol ke Playstation 5 dan terjadi di toko Yodobashi Akihabara diakhir minggu lalu sebelum pengumuman perpanjangan masa darurat ini.

Keramaian itu terjadi karena Yodobashi cabang itu tak memberi batasan pembelian seperti cabang lain, membuat adanya persaingan fans dan reseller yang ingin konsol generasi baru itu. Keramaian tersebut jadi viral di sosmed Jepang, apalagi dengan pihak polisi sampai datang untuk menghentikan situasi tersebut.