Pandemik coronavirus memang membawakan dampak negatif yang besar pada perekonomian banyak negara. Jepang adalah salah satunya, meskipun menjadi salah satu negara paling ternama pada jaman sekarang ini, tapi keadaan negara itu terlihat mengkhawatirkan. Dan itu terlihat lumayan jelas pada salah satu lokasi paling dikenal negara itu, Akihabara, dengan makin gersang dan bertambahnya gedung kosong disitu.

Hal itu diperlihatkan oleh Youtuber John Daub dari channel ONLY in JAPAN yang pergi jalan-jalan ke Akihabara. Mengatakan kalau Akihabara menjadi salah satu tempat yang paling berubah karena dampak dari pandemik coronavirus.

Pada video tersebut diperlihatkan berbagai landmark Akihabara yang sudah ditutup yang telah dikabarkan pada beberapa artikel Akibanation sebelum-sebelum ini, seperti Adores Akihabara dan gedung SEGA Akihabara 2nd tahun lalu.

Dan sesuai dengan judul videonya, John Daub memperlihatkan kalau semakin bertambah lagi gedung yang kosong dan kelabu pada distrik yang sebelum pandemik menjadi salah satu lokasi paling penuh warna di Tokyo karena diramaikan poster dan gambar animanga dan dikunjungi turis yang terutama fans animanga dan elektronik.

Dapat terlihat kalau kekosongan itu tak hanya karena berkurangnya pengunjung dalam negeri yang memang masih ada datang tapi jumlahnya tetap terlalu sedikit, tapi juga dengan menurun drastisnya jumlah turis asing yang datang ke Jepang, dengan semakin dibatasinya travel selama pandemik coronavirus sejak tahun lalu.

Bahkan bulan lalu Amerika Serikat memasukkan negara Jepang pada level 4 yang juga paling tinggi dalam list negara yang disarankan tidak dikunjungi, yang lumayan bisa dihubungkan dengan masa darurat coronavirus Jepang yang diperpanjang berkali-kali sejak libur Golden Week. Walau menariknya baru-baru ini level tersebut sedikit diturunkan jadi level 3.

Tapi meski dengan penurunan level itu tetap terlihat kalau pandemik ini masih belum selesai memberikan dampak pada perekonomian negara Jepang. Dengan kabar kalau angka kebangkrutan di Jepang juga melonjak. Dengan dikabarkan kalau ada sampai 461 perusahaan yang bangkrut bulan lalu, peningkatan sampai 60% dibanding Mei tahun lalu.