Virus corona masih saja merajalela, dan walau sudah mulai ada adaptasi menghadapinya di Jepang, tetap saja protokol kesehatan dengan gencar dijalankan, seperti pemakaian masker dan menghindari kerumunan. Dan tentu itu berarti event-event besar dimana orang-orang berkumpul terancam batal, dan kabar buruk baru-baru ini muncul bagi penggemar acara tahunan Halloween Shibuya, yang jadi batal tahun ini.

Hari raya Halloween memang berasal dari luar, tapi perayaan tersebut telah diadopsi oleh negara Jepang, dan suasananya dilokalisasikan jadi sesuatu yang agak beda. Halloween di Jepang tidak memiliki nuansa mistis dan horror seperti di Amerika, melainkan lebih dipakai sebagai ajang untuk berkumpul dan bersenang-senang sambil cosplay.

Akan tetapi memang ada sesuatu yang agak horror, untuk acara Halloween yang diadakan di distrik Shibuya. Kenapa? Karena pesta Halloween di Shibuya diadakan begitu besar-besaran, dengan kemeriahan yang seringnya susah untuk dikendalikan.

Hampir setiap tahunnya muncul kabar yang negatif karena orang-orang dan cosplayer yang datang ke Shibuya untuk merayakan Halloween minum-minum dan beramai-ramai, membuat kerusakan pada mobil, pelecehan seksual, buang sampah sembarangan, dan lain-lain lagi, sampai walikota Shibuya juga jadi murka melihatnya.

Tapi entah ini jadi kabar yang baik atau buruk, sepertinya untuk tahun 2020 ini hal-hal tersebut takkan ada, jika tak ada yang ngebandel, dengan pengumuman dari walikota Shibuya Hasebe Ken dalam sebuah konferensi pers yang diadakan baru-baru ini.

Dikatakan kalau untuk tahun 2020 ini, acara perayaan Tahun Baru Shibuya yang telah direncanakan sebelumnya oleh pemerintah Shibuya jadi dibatalkan semuanya, dengan Hasebe mengatakan “Kita tidak boleh membiarkan terjadinya cluster infeksi di jalanan Shibuya”. Dan selain itu, hal ini juga akan mempengaruhi perayaan Halloween di Shibuya.

Pemerintah Shibuya akan aktif meminta orang-orang untuk tidak berkumpul di Shibuya untuk Halloween 2020 untuk mencegah penyebaran coronavirus. Pengumuman itu melihat perayaan Halloween sebagai pesta informal yang tak resmi, jadi bukan sesuatu yang bisa dibatalkan oleh pemerintah dan perlu dari kesadaran masyarakat sendiri.