Dengan semakin berpengaruhnya anime manga game di Jepang, tak heran melihat adanya kerjasama antara sebuah lokasi dengan sebuah seri. Contoh yang paling umum adalah dengan memanfaatkan Anime Pilgrimage. Atau ada juga yang mempromosikan sebuah area dengan membuat anime yang memamerkan hotspot area itu. Kali ini ada yang seperti itu dari Prefektur Saga. Dimana char game SF Sagat jadi ambasador turisme prefektur tersebut, dan alasan balik layarnya menarik.

Kerjasama seperti ini bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh prefektur tersebut. Mina-san mungkin masih ingat, kalau tahun 2017 lalu, prefektur itu juga melakukan kerjasama dengan antagonis klasik seri Pokemon, Team Rocket, untuk memeriahkan festival balon yang dilakukan disitu.

Tapi kenapa promosinya dengan Sagat? Mungkin ada yang bisa dengan gampang menjawabnya dengan nama karakternya. Sagat jadi ambasador turisme Saga 😀 tapi ternyata ada alasan lain lagi, yaitu dengan ilmu bela dirinya.

Sagat bertarung dengan Muay Thai, seni bela diri berasal dari salah satu tetangga kita, negara Thailand. Dan ternyata, prefektur Saga memiliki lumayan banyak turis asing yang berasal dari negara tersebut. Karena prefektur itu sering dipakai untuk filming berbagai acara TV dan movie yang disiarkan di Thailand. Jadi terasa makin cocok memakai karakter itu sebagai jembatan antara turis Thailand dan Jepang.

Tapi balik ke leptop, kerjasama Saga kali ini walau disebut Street Fighter, spesifiknya lebih kepada Street Fighter II. Karena itu art yang dipakai untuk promosi ini berasal dari game tersebut dan bukan dari game Street Fighter yang sekarang, jadi terasa elemen klasiknya. Sesuatu yang cocok dilakukan, karena promosi kerjasama ini juga menghadirkan berbagai merchandize yang menonjolkan tradisi turun-temurun prefektur Saga.

Diantaranya adalah peralatan porselin buatan Saga, Aritayaki, yang merupakan porselin tertua di Jepang. Dan porselin yang dijual untuk promosi ini bergambarkan art game Street Fighter II untuk konsol SNES, tapi dengan berbagai karakternya memegang peralatan porselin, dan dengan karakter Sagat menggantikan sang protagonis Ryu, yang dijual seharga 8.000 Yen.

Selain itu, ada plester band-aid buatan Farmasi Yutoku yang terletak di Saga seharga 900 Yen. Satu kotak berisikan 6 lembar, dan bergambarkan wajah sembilan karakter Street Fighter II yang kalah babak belur. Dan bagi yang lapar, ada produk makanan juga, yaitu eskrim buatan produsen makanan Takeshita seharga 200 Yen, yang bungkusannya bergambarkan karakter Blanka.

Dan banyak lagi, seperti produk Nori kering berbahan rumput laut yang berasal dari pantai Saga yang kotaknya berbentuk cartridge original Street Fighter II untuk SNES seharga 900 Yen, atau teh yang didukung oleh karakter Dhalsim. Total ada sampai 14 produk yang dijual dalam promosi ini. Semuanya akan dijual di Museum Balon di Saga dari tanggal 13 Februari sampai 31 Maret.

Tapi uniknya, akan dibuka juga satu toko lagi yang menjual produk-produk ini, yang akan dibuka di Ginza, Tokyo. Toko ini bernama Sagat Shouten, bertuliskan nama Prefektur Saga dengan tto diakhir untuk membentuk nama Sagat, dan uniknya lagi akan dibuka lebih awal, dari tanggal 22 sampai 28 Januari. Mungkin untuk lebih menarik pengunjung lagi ya, dari Tokyo digoda untuk pergi ke Saga juga bulan depannya 😀