Persentase potensi stres bagi penduduk Jepang terhitung cukup tinggi ketimbang negara lainnya. Itu disebabkan masyarakat Negeri Matahari Terbit begitu menjunjung tinggi etos kerja. Oleh karenanya, jika Akiba-chan dan Akiba-kei berkunjung ke sana, akan mendapati banyaknya para pekerja yang berjalan dengan tergesa-gesa sambil terus melirik jam tangan. Bagi mereka, pepatah ‘waktu adalah uang’ begitu menjadi landasan hidup. Tanggung jawab pekerjaan yang diemban dan besarnya sanksi yang dilayangkan jika berbuat salah juga cukup berat. Berbagai cara mengatasi stres yang unik pun bermunculan.

Orang Jepang punya bermacam-macam cara mengatasi stres. Mulai dari yang biasa saja, hingga ke sesuatu yang terbilang ekstrem. Meski terasa agak berlebihan, nyatanya cara-cara ini mampu membuat mereka merasa lebih nyaman dan menyegarkan pikiran dari kelumit permasalahan pekerjaan yang ada. Sehingga, setelah selesai melakukan ‘terapi’ anti-stres tersebut, mereka dapat memberikan usaha yang terbaik dalam pekerjaannya. Nah, adakah di sini Minasan yang sedang stres karena pekerjaan atau barangkali masalah lainnya? Mungkin beberapa tips di bawah ini bisa dicoba! 😀

Meniru Gerakan Ninja Naruto

Suka anime Naruto dan sekarang tengah dilanda stres? Kamu membaca ulasan yang tepat! Karena ada cara mengatasi stres dengan meniru gerakan ninja Naruto! Terapi anti-stres yang pertama dianjurkan ini terbilang cukup unik. Kalian hanya perlu memerhatikan gerakan tangan dari para shinobi dalam anime Naruto ketika melakukan teknik ninjutsu. Lalu, coba praktikkan deh. Dan setelah berhasil menirunya dengan baik, berlagaklah seolah-olah ada cakra yang mengalir dalam tubuh kalian dan menimbulkan efek jurus ala ninja di Naruto. Cas-cis-cus, kuchiyose no jutsu!

Memang seperti lelucon, namun faktanya ada penelitian terbaru tentang hal ini. Para Pakar Ilmu Psikologi dan Kedokteran di Jepang sepakat bahwa meniru gerakan ninja Naruto dapat menurunkan tingkat stres. Ihwal tersebut dikatakan karena teknik ninjutsu atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Kuji Kiri’ bisa mengatasi stres dan mengasah otak. Mereka yang terbiasa melakukan gerakan ini secara berkala terbukti memiliki level konsentrasi yang tinggi, rasa gelisah menurun, dan cepat merasa rileks. Wah, keren ya! Kira-kira Minasan ingin mencobanya tidak? Siapa tahu jadi ninja beneran. Bisa kuchiyose duit deh. 😉

Membungkus Diri Dengan Pakaian Ketat

Biasa disebut ‘Zentai’, cara orang Jepang mengatasi stres. Mereka akan memakai kostum ketat yang menutupi seluruh tubuh mereka. Bahan untuk membuat kostum seringnya menggunakan kain yang elastis dan tidak melukai kulit atau menyebabkan iritasi. Pola jahitan khusus pun dibutuhkan untuk membuat kostum Zentai. Dari ujung kepala hingga pergelangan mata kaki, seluruhnya harus ditutupi oleh pakaian unik ini. Sehingga, ketika seseorang mengenakan kostum Zentai, maka orang lain tidak akan mengenali dirinya. Sekilas terlihat seperti kostum Spiderman. Atau mungkin memang terinspirasi dari karakter pahlawan laba-laba satu itu?

Oh iya, karena kostum Zentai menutup identitas seorang, maka yang mengenakan akan merasa bebas karena tidak akan ada satu pun yang mengenalinya. Ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus takut harga dirinya turun di mata publik. Di balik pakaian yang ketat, penduduk Jepang yang melakukan Zentai malah merasa longgar. Perasaan tertekan bisa dikurangi. Orang-orang yang melakukan Zentai bahkan tak segan mengenakan kostum mirip Spiderman tersebut ke mana pun, termasuk di dalam ruang kerja. Tentunya, jika pihak perusahaan yang mempekerjakan mereka membolehkan Zentai saat bekerja.

Banting Piring, Mangkuk, dan Gelas

Cara mengatasi stres ini memang terasa agak ekstrem. Namun bukan orang Jepang namanya kalau tidak melakukan hal di luar kewajaran. Acara banting piring, mangkuk, dan gelas jadi aktivitas yang menarik untuk melampiaskan stres, terutama rasa kesal dan kecewa. Melihat kebiasaan ini, seorang warga Jepang bernama Katsuya Hara menjadikannya sebagai peluang bisnis. Dia membuka bisnis terapi anti-stres bernama The Venting Place. Pelanggan yang stres akan datang ke The Venting Place dan membeli sejumlah perabotan pecah belah, kemudian diperbolehkan memecahkannya sesuka hati di tempat. Kok kzl ya?

Baca juga: Trik Unik Orang Jepang Ini Bakal Sangat Membantu Kegiatanmu!

Dibedong Mirip Bayi

Cara mengatasi stres yang selanjutnya ini sama seperti membedong bayi. Orang-orang yang melakukannya akan membungkus dirinya sendiri dengan menggunakan kain lebar selama setengah jam atau lebih. Penduduk Jepang yang merasa stres lalu melaksanakan Otona Maki memberi pendapat bahwa mereka merasa lebih tenang setelahnya. Para peneliti menjelaskan bahwa teknik terapi anti-stres ini berfungsi untuk menghasilkan panas dari otot-otot yang tertekuk dan membuat tubuh jadi cukup hangat seperti dipeluk. Otona Maki juga memberi stimulasi ketenangan pada otak yang juga dirasakan oleh bayi.

Merobek Kertas

Selain Otona Maki, ada sebuah cara mengatasi stres lainnya yang bisa Minasan praktikkan, yakni merobek kertas. Dengan merobek kertas, suara robekan yang dihasilkan akan memberi stimulasi ketenangan pada otak seperti yang dihasilkan oleh suara air hujan. Melihat potensi ini, salah satu perusahaan di Jepang membuat produk baru bernama Sukatto Notepad yang berbentuk buku khusus untuk dirobek-robek. Bahan pembuatan kertas Sukatto Notepad diklaim lebih nyaring dan berirama sehingga memberikan stimulasi ketenangan lebih besar pada otak. Harga yang dipatok mulai dari 50 ribu sampai 200 ribu rupiah per buku.

Berteriak

Minasan pasti sudah tahu cara mengatasi stres dengan berteriak. Yup, biasanya di buku-buku, komik, dan film, ada adegan dimana tokohnya berteriak di atas ketinggian atau mengajak tokoh lain untuk ikut berteriak. Terapi anti-stres ini juga dilakukan oleh orang Jepang untuk menumpahkan perasaan terdalam mereka tanpa harus cemas diketahui siapapun. Bahkan, di Jepang ada sebuah festival berteriak atau ‘shouting festival’. Festival tersebut diadakan untuk mengurangi stres dengan mengeluarkan emosi secara fisik–yang mana dari dahulu sudah dipercaya merupakan cara paling efektif mengurangi stres.

Yang sedang stres, ayo, acungkan tangannya! Sesekali mencoba cara-cara di atas tidak ada salahnya, lho. Siapa tahu manjur dalam mengatasi kegalauan akibat masalah pekerjaan! Apalagi yang lagi patah hati, nih, karena ditinggal pergi sang pujaan hati. Duh, nanti kalau enggak diobati, bisa-bisa berbuntut masalah kesehatan. BPJS tidak menanggung biaya pengobatan patah hati. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here