Calon Member Termuda AKB48 Masih Berusia Kelas 6 Sekolah Dasar

Disamping sedang bersiap-siap menggelar acara tahunan akbarnya yang berjudul Senbatsu Sousenkyo 2015, AKB48 Grup juga tengah disibukkan dengan pemilihan anggota baru yang diberi nama 2nd Draft Kaigi. Sesuai namanya, acara ini telah dilangsungkan dua kali dan tahun ini menjadi yang kedua kalinya acara ini digelar. Draft Kaigi sendiri adalah pemilihan anggota baru 48 Grup yang sangat spesial karena calon member akan dinilai, dipilih serta ditempa langsung oleh beberapa member 48 Grup yang telah berjaya.

Bulan depan, acara ini akan menggelar audisinya perdananya. Sebanyak 48 orang calon member berbakat akan dipilih langsung oleh kapten dan perwakilan tiap grup 48. Ada yang menarik perhatian publik dari acara ini. Jika biasanya calon member berusia sekitar 17-20an tahun, kali ini ada salah seorang calon yang justru masih berusia sangat belia, yaitu 11 tahun.

Maria Imamura, yang masih bersekolah di sekolah dasar ini mendaftar posisi member di AKB48. Dalam catatannya, ia masih berstatus pelajar sekolah dasar. Ia bahkan masih kurang tinggi karena tingginya baru mencapai 130cm (rata-rata usia orang Jepang berusia pelajar kelas 6 sekolah dasar adalah 137cm). Namun, Maria memiliki sejumlah bakat seperti karaoke, senam dan menari yang mana membuatnya percaya diri dalam mendaftar sebagai idol. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah bercita-cita menjadi idol sejak berusia 5 tahun dan impiannya semakin kuat ketika ia menghadiri acara meet and greet dengan member AKB48. Ia juga mengatakan bahwa dirinya mengidolakan Miyuki Watanabe, salah satu member NMB48.

Berikut adalah video profil Maria Imamura:

Jika Maria nantinya lolos sebagai member 48 Grup, maka ia telah memecahkan rekor member termuda sebelumnya yang dipegang oleh Karen Yoshida dari AKB48 Tim 8 yaitu masuk sebagai member di usia 12 tahun. Hal ini akhirnya memicu opini publik agar memberikan batasan usia kepada calon kandidat. Opini ini tidak serta merta opini karena tidak seharusnya anak kecil dengan usia aktif pendidikan justru harus mengikuti serangkaian jadwal entertainment yang padat.

Bagaimana menurut anda?