Pandemik virus corona tahun 2020 ini membawakan berbagai dampak bagi dunia animanga di Jepang meskipun angka infeksinya tak setinggi negara-negara lain. Dan sayangnya event fans animanga terbesar di Jepang, Comic Market alias Comiket, juga termasuk salah satunya yang kena efek. Dan bicara soal event itu, baru dikabarkan update mengenai event C99, yang dijadwalkan diundur ke Golden Week 2021 nanti.

Comiket atau Comic Market adalah event otaku terbesar di negara Jepang dimana para fans animanga saling jual beli karya doujinshi atau game mereka, baik itu original atau tidak. Event tersebut normalnya diadakan 2 kali dalam setahun, 1 pada musim panas pertengahan tahun, dan 1 lagi musim dingin diakhir tahun.

Tapi wabah virus corona tahun 2020 ini membuat sistem pengadaan event tersebut jadi berubah. Dengan Comiket 98 yang merupakan event Summer Comiket 2020 ini awalnya dibatalkan, tapi akhirnya bisa diadakan juga, tapi diubah formatnya jadi online digital event. Lalu bagaimanakah untuk event berikutnya, Comiket 99?

Sebelumnya dikabarkan kalau dikarenakan adanya isu mengenai pemakaian Tokyo Big Sight sebagai lokasi event yang disebabkan acara besar Olimpiade Tokyo, event C99 bisa jadi diundur untuk diadakan pada Golden Week 2021 antara bulan April-Mei, atau bisa juga diadakan sesuai tradisi diakhir Desember 2020 dalam bentuk online event seperti C98.

Tapi baru-baru ini akhirnya diberikan info update akan hal tersebut, dan sayangnya pengadaan event Comiket 99 dalam bentuk digital diakhir Desember tak terpilih, dengan pada akhirnya event tersebut dijadwalkan untuk diadakan pada tanggal 3-5 Mei 2021, pertengahan akhir Golden Week di hall eksebisi barat dan selatan Tokyo Big Sight, dan tidak memakai hall eksebisi Aomi.

Dan tak hanya itu, dikarenakan waspada pandemik corona, dikatakan juga kalau partisipasinya akan dibatasi, yang kemungkinan besar memakai lottery untuk memilih siapa yang bisa ikut, membuat tak semua circle doujin, perusahaan, cosplayer, dan pengunjung bisa lewat masuk ke event itu.

Dikatakan juga kalau mereka yang ada di prefektur Jepang dengan penjagaan covid-19 yang ketat dan negara luar yang tak diisukan visa oleh Jepang jadi tak bisa masuk. Dan jumlah pengunjung event juga dibatasi jadi hanya beberapa puluh ribu per hari.